Ribuan warga Iran memadati Lapangan Enghelab, Teheran, pada Senin (24/6/2025), untuk merayakan gencatan senjata antara Iran dan Israel. Dalam perayaan itu, massa terlihat mengibarkan bendera nasional Iran dan meneriakkan slogan-slogan patriotik sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dan pasukan militer.
Gencatan senjata, yang dinilai rapuh oleh sejumlah pengamat internasional, mengakhiri 12 hari eskalasi militer yang melibatkan serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap sejumlah fasilitas nuklir strategis di Iran.
Meskipun situasi relatif tenang, ketegangan masih terasa di kawasan, dan dunia internasional terus memantau perkembangan terbaru dari konflik yang telah memicu kekhawatiran global atas stabilitas Timur Tengah.
Warga Teheran terus menunjukkan dukungan kuat terhadap pemerintah dan angkatan bersenjata mereka di tengah ketegangan regional, menyusul serangan AS dan Israel serta perundingan gencatan senjata yang belum final.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tampil untuk pertama kalinya sejak 19 Juni, sebelum tercapainya gencatan senjata dalam konflik Iran-Israel.
Juru bicara US Central Command, Kapten Tim Hawkins mengatakan, pesawat tersebut mendarat dengan aman pada Kamis (19/3), dan pilot berada dalam kondisi stabil.
Setelah meninggalnya Ayatollah Khamenei, nama Mojtaba Khamenei semakin sering dibicarakan sebagai kandidat terkuat untuk menjadi pemimpin tertinggi Iran.