Dua Tanker Rusia Diserang Drone Laut Ukraina di Laut Hitam
Dua kapal tanker minyak asal Rusia, yaitu Kairos dan Virat, kini menjadi sasaran terbaru dalam operasi yang berlangsung di Laut Hitam.
Ukraina kembali melancarkan serangan terhadap aset energi Rusia menggunakan drone laut buatan dalam negeri yang dikenal sebagai Sea Baby.
Dua kapal tanker minyak Rusia, yaitu Kairos dan Virat, menjadi sasaran terbaru dalam operasi yang berlangsung di Laut Hitam, seperti yang diungkapkan oleh seorang pejabat dari Dinas Keamanan Ukraina (SBU) kepada The Associated Press pada hari Sabtu.
Kedua kapal tersebut dikategorikan sebagai bagian dari "armada bayangan" Rusia, yang merupakan jaringan kapal yang beroperasi untuk menghindari sanksi internasional, sebagaimana dilaporkan oleh AP News pada Minggu (30/11).
Serangan tersebut dilancarkan secara beruntun pada Jumat sore di lepas pantai wilayah Turki di Laut Hitam, dan memicu operasi penyelamatan yang dilakukan oleh penjaga pantai Turki serta tim bantuan lainnya.
Beruntung, seluruh awak kapal dilaporkan selamat dalam insiden tersebut. Pejabat SBU yang tidak ingin disebutkan namanya karena sensitivitas operasi mengonfirmasi bahwa mereka telah menyerahkan rekaman video dugaan serangan kepada AP. Video tersebut menunjukkan momen ketika kedua kapal tanker itu dihancurkan.
Menurut informasi dari pejabat tersebut, kedua kapal memang termasuk dalam daftar sanksi yang ditetapkan oleh Barat. Ia menekankan bahwa intelijen Ukraina secara aktif mengambil langkah untuk membatasi kemampuan finansial Rusia dalam melanjutkan perang.
Drone Sea Baby dilaporkan telah menonaktifkan kapal-kapal yang mampu mengangkut minyak senilai hampir 70 juta dolar AS, sehingga mengganggu upaya Rusia untuk menghindari sanksi internasional.
Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki, Abdulkadir Uraloglu, sebelumnya menyatakan bahwa kapal-kapal tersebut kemungkinan terkena ranjau, rudal, kapal tak berawak, atau drone. Ia menegaskan bahwa insiden itu terjadi di zona ekonomi eksklusif Turki.
Saat ini, pemerintah Turki tengah berkoordinasi dengan negara-negara terkait untuk mencegah kejadian serupa dan menjaga keselamatan navigasi di jalur tersebut.
Uraloglu juga menjelaskan bahwa kapal Kairos, yang berbendera Gambia, mengalami kebakaran yang terus menyala di ruang tertutup kapal pada hari Sabtu, namun seluruh 25 awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat.
Kapal Alami Kebakaran Mesin
Sementara itu, kapal Virat dilaporkan tidak mengalami kebakaran dan tidak mengajukan permohonan untuk evakuasi. Namun, otoritas sebelumnya telah menerima informasi bahwa ruang mesin kapal tersebut pernah terbakar.
Kapten kapal Virat juga mengeluarkan sinyal darurat yang menyatakan adanya "serangan drone," yang semakin memperkuat dugaan bahwa kejadian ini merupakan bagian dari operasi militer yang dilakukan oleh Ukraina.
Serangan ini menambah daftar panjang upaya Ukraina untuk menargetkan infrastruktur energi dan logistik maritim Rusia, terutama di tengah meningkatnya ketegangan serta dinamika perang yang terjadi di Laut Hitam.