Di Bawah Gereja Ini Ditemukan Portal Menuju Dunia Arwah Berusia 1.000 Tahun, Begini Isinya
Tim peneliti dalam Proyek Lyobaa pada 12 Mei lalu mengumumkan mereka telah menemukan sebuah kompleks gua dan lorong di bawah gereja.
Sebuah "portal menuju ke dunia arwah" yang dibangun oleh bangsa Zapotec ditemukan di bawah sebuah gereja Katolik di selatan Meksiko.
Di Bawah Gereja Ini Ditemukan Portal Menuju Dunia Arwah Berusia 1.000 Tahun, Begini Isinya
Pemakaman mewah
Tim peneliti menemukan portal itu menggunakan teknologi pemindaian.
Ruang-ruang bawah tanah dan terowongan yang berupa kompleks itu dibangun oleh suku Zapotec lebih dari seribu tahun lalu di lokasi yang kini adalah Kota Oaxaca. Bangsa Zapotec mulai berkembang pada abad ke-6 sebelum Masehi. Mereka dikenal dengan bangunan-bangunan monumentalnya seperti pembangunan makam-makam besar berisi pemakaman mewah.
Kompleks portal menuju dunia arwah di Mitla yang berada di 44 kilometer sebelah tenggara Oaxaca
itu memiliki mozaik yang unik dan rumit.
Tempat itu
berfungsi sebagai pusat keagamaan suku Zapotec hingga akhir abad ke-15 ketika suku Aztec datang dan membuat situs itu diabaikan.
Orang Spanyol kemudian memakai kembali balok-balok batu dari reruntuhan bangunan untuk mendirikan gereja San Pablo Apostol seratus tahun kemudian.Cerita-cerita lisan menyiratkan altar utama gereja sengaja dibangun di atas pintu masuk yang tersegel ke dalam labirin bawah tanah yang luas, terdiri dari pilar-pilar dan lorong-lorong yang awalnya milik kuil Zapotec yang dikenal sebagai Lyobaa, yang berarti "tempat istirahat."
Tim peneliti dalam Proyek Lyobaa pada 12 Mei lalu mengumumkan mereka telah menemukan sebuah kompleks gua dan lorong di bawah gereja. Tim ini terdiri dari 15 arkeolog, ilmuwan geofisika, insinyur, dan ahli konservasi bersama Institut Nasional Antropologi dan Sejarah Meksiko (INAH), Univeristas Otonomi Nasional Meksiko dan Proyek ARX.
Dengan menggunakan metode pemindaian tanah dengan radar, tomografi elektrik dan tomografi seismik, tim bisa membuat model virtual 3D dari reruntuhan bawah tanah di lokasi itu.
Metode ini bekerja dengan cara mengukur pantulan elektromagnetik dan gelombang seismik ketika menembus lapisan-lapisan tanah dan benda-benda di bawah tanah.
5-8 meter
Sejumlah alat pengukuran kemudian ditempatkan di sekitar gereja untuk merekam informasi tentang adanya ruang di bawah altar utama dan dua lorong yang berhubungan. Seluruhnya berada di kedalaman 5-8 meter.
"Temuan ruang dan terowongan baru ini langsung terkait dengan keyakinan kuno Zapotec dan konsep dunia arwah," kata Marco Vigato, pendiri Proyek ARX kepada Live Science dalam sebuah surel.