Arkeolog menemukan terowongan bawah tanah di bawah Cusco, Peru. Cusco merupakan bekas ibu kota Kerajaan Inca. Keberadaan terowongan ini telah lama disebut dalam cerita rakyat atau legenda masyarakat setempat.
Arkeolog Jorge Calero Flores dan Mildred Fernández Palomino mengumumkan temuan mereka pada konferensi pers baru-baru ini, mengungkapkan sebuah bagian yang menghubungkan dua situs penting Inca: Kuil Matahari dan benteng Sacsayhuamán.
Penemuan ini mengungkap teknik dan praktik budaya Inca, seperti dikutip dari Arkeonews, Selasa (4/2). Terowongan ini diperkirakan berasal dari akhir abad ke-15 atau awal abad ke-16.
Terowongan ini ditemukan selama survei rutin yang bertujuan untuk menilai fondasi bangunan tua di kawasan pusat Cusco. Para pekerja menemukan pintu masuk batu yang tersembunyi, menuju ke jaringan koridor yang membentang di bawah kota.
Ketepatan bangunan batu di terowongan ini mencerminkan tembok Inca terkenal yang ditemukan di seluruh wilayah, dirancang untuk tahan terhadap aktivitas seismik yang biasa terjadi di Andes. Para arkeolog juga mencatat sistem drainase yang canggih, menunjukkan suku Inca mahir mengelola curah hujan lebat dan mencegah banjir.
Advertisement
Pencari Harta Karun
Para peneliti berspekulasi terowongan ini memiliki berbagai fungsi, diyakini sebagai rute rahasia bagi para bangsawan atau pendeta Inca yang melakukan perjalanan antar lokasi upacara. Sejumlah peneliti lainnya berpendapat terowongan ini mungkin memiliki fungsi sakral, sebagaimana dibuktikan dengan ceruk kecil yang diukir di dinding untuk persembahan.
Bagi banyak penduduk Cusco, penemuan ini memvalidasi tradisi lisan yang telah lama dikisahkan masyarakat tentang lorong bawah tanah tersembunyi yang menghubungkan situs-situs penting. Kisah para pencari harta karun yang turun ke kedalaman untuk mencari benda suci telah beredar dari generasi ke generasi. Meskipun tidak ada kekayaan yang hilang ditemukan, terowongan itu sendiri dipuji sebagai harta karun yang memiliki makna budaya dan sejarah.
Para peneliti menggunakan teknik canggih seperti radar penembus tanah untuk memetakan terowongan tanpa menyebabkan kerusakan. Komunitas lokal terlibat dalam proses ini, menyeimbangkan keinginan akan pengetahuan dengan kebutuhan akan pelestarian.