Bulan Akan Berubah Warna Jadi Merah, Catat Tanggal dan Penyebabnya
Ini merupakan fenomena menakjubkan yang jarang terjadi.
Langit malam akan disuguhkan dengan pemandangan menakjubkan berupa gerhana bulan total yang sering disebut sebagai 'Blood Moon' atau Bulan Darah pada Jumat (14/3), Fenomena ini terjadi ketika matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis lurus, dengan bumi menghalangi sebagian besar sinar matahari yang langsung menuju bulan. Akibatnya, bulan akan terlihat berwarna merah, menciptakan pemandangan yang sangat memukau bagi para pengamat langit.
Warna merah yang muncul pada bulan saat gerhana bukanlah karena bulan itu sendiri berubah warna, melainkan akibat dari proses pembiasan (refraksi) dan hamburan (scattering) cahaya matahari yang melewati atmosfer bumi. Atmosfer kita lebih efektif dalam menyebarkan cahaya biru dibandingkan dengan cahaya merah.
Oleh karena itu, cahaya merah dan oranye yang memiliki panjang gelombang lebih panjang dapat lebih mudah mencapai permukaan bulan. Proses ini mirip dengan alasan mengapa langit tampak biru di siang hari dan matahari terlihat kemerahan saat terbit dan terbenam.
Istilah 'bulan darah' juga dapat merujuk pada serangkaian empat gerhana bulan total, asalkan diamati dari satu tempat dalam kurun waktu dua tahun. Jika Anda tinggal di tempat yang sama di Bumi selama satu dekade, biasanya ada sekitar empat hingga lima gerhana total yang dapat dilihat, jadi melihat empat gerhana berturut-turut adalah hal yang sangat langka, seperti dikutip dari Science Alert, Kamis (13/3).
Pada saat gerhana, semakin banyak debu atau awan di atmosfer bumi, semakin merah pula warna bulan yang terlihat. NASA menggambarkan fenomena ini seolah-olah semua matahari terbit dan terbenam di dunia diproyeksikan ke bulan. Dengan durasi gerhana yang akan berlangsung sekitar satu jam, fenomena ini akan dapat terlihat di seluruh Belahan Barat, termasuk Amerika Utara dan Selatan, sementara di beberapa bagian Eropa dan Afrika, gerhana mungkin hanya dapat terlihat sebagian.
Bulan Cacing
Gerhana bulan total Maret 2025 ini juga dikenal dengan nama 'Worm Moon' atau Bulan Cacing, karena bertepatan dengan munculnya cacing tanah di awal musim semi. Masyarakat di seluruh dunia sangat antusias menyambut fenomena ini, yang tidak memerlukan teleskop atau kacamata pelindung khusus untuk mengamatinya. Cukup dengan langit yang cerah, siapa saja dapat menikmati keindahan gerhana bulan total ini.
Fenomena gerhana bulan total relatif jarang terjadi. Meskipun ada empat hingga tujuh gerhana matahari dan bulan setiap tahunnya, sebagian besar merupakan gerhana sebagian.
Gerhana bulan total yang sempurna jauh lebih jarang dan menjadi momen spesial bagi para astronom amatir maupun profesional. Oleh karena itu, penting untuk merencanakan pengamatan dengan baik, termasuk memeriksa ramalan cuaca lokal untuk memastikan kondisi langit cerah pada 13 atau 14 Maret 2025 malam.