Update 3 Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia: Satu Batal Muncul Nama Baru
Seiring dengan perkembangan waktu, proses naturalisasi mengalami berbagai dinamika, termasuk kabar batalnya calon pemain yang sebelumnya diincar PSSI.
Proses naturalisasi pemain keturunan terus menjadi perhatian publik, terutama setelah Patrick Kluivert diangkat sebagai pelatih baru Timnas Indonesia menjelang Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Kehadiran pemain keturunan dengan kategori 'Grade A' yang berkarier di Eropa diharapkan dapat memperkuat Timnas Indonesia dalam dua pertandingan yang akan digelar pada Maret 2025.
PSSI masih memiliki waktu untuk menyelesaikan proses naturalisasi bagi para pemain keturunan tersebut. Diharapkan mereka sudah dapat diturunkan saat Rizky Ridho dan rekan-rekannya melawan Australia dan Bahrain dalam putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Seiring berjalannya waktu, perkembangan proses naturalisasi ini juga membawa beberapa berita, termasuk pembatalan calon pemain yang sebelumnya menjadi incaran PSSI. Berikut adalah ulasan dari Bola.com.
Ole Hanya tinggal menunggu pelaksanaan sumpah
Para penggemar sepak bola di Indonesia saat ini sangat menantikan informasi terbaru mengenai proses naturalisasi dua pemain, yaitu Ole Romeny dan Jairo Riedewald. Keduanya menjadi nama yang paling banyak dibicarakan untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai perkembangan proses naturalisasi mereka. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan bahwa keduanya hanya perlu menunggu untuk mengucapkan sumpah sebagai WNI.
PSSI tentunya harus segera bertindak agar keduanya dapat memperoleh paspor Indonesia tepat waktu. Hal ini penting karena tim Garuda hanya memiliki waktu sekitar dua bulan untuk mempersiapkan diri menghadapi pertandingan mendatang. Setelah mengucapkan sumpah sebagai WNI, publik tentu akan merasa lebih tenang dengan kepastian tersebut. Ole dan Jairo diperkirakan akan memberikan kontribusi yang signifikan bagi kekuatan skuad Garuda dalam upayanya untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Mitchel Bekker terkendala regulasi FIFA
Awalnya, publik menyambut baik ketika nama Mitchel Bakker muncul sebagai salah satu kandidat pemain yang akan dinaturalisasi oleh PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, berita mengenai hal ini menjadi tidak jelas.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa proses naturalisasi Mitchel Bakker mengalami kendala terkait regulasi FIFA yang berkaitan dengan garis keturunan Indonesia dalam keluarganya.
"Mitchel Bakker agak sulit (di naturalisasi) setelah kita cek. Sebab, setelah dilakukan pengecekan agak sulit karena berdasarkan sesuai regulasi FIFA harus ibu-bapak atau kakek-nenek yang memiliki darah Indonesia. Kita sejauh ini belum menemukan surat dirinya qualified sesuai aturan FIFA," tegas Erick Thohir. Dengan demikian, berita ini tentunya mengurangi peluang Bakker untuk bergabung dalam skuad Garuda. Hal ini disebabkan karena PSSI memerlukan bukti yang sah bahwa kakek atau neneknya memiliki darah Indonesia atau lahir di tanah air.
Muncul satu nama baru
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo telah menegaskan bahwa proses naturalisasi saat ini hanya berfokus pada dua nama, yaitu Ole Romeny dan Jairo Riedewald. Namun, Dito juga memberikan sinyal bahwa PSSI mungkin akan mempertimbangkan tambahan satu nama lagi. Meskipun begitu, ia tidak bersedia mengungkapkan identitas calon pemain naturalisasi yang dimaksud secara rinci.
"Kita fokus Ole (Romeny) dan Jairo (Riedewald) serta mencari opsi satu lagi," tulis Dito Ariotedjo dalam unggahan Instagramnya ketika menjawab pertanyaan dari netizen mengenai nasib naturalisasi Mitchel Bakker.
Dari pernyataan Menpora, sebenarnya masih ada beberapa pemain lain yang bisa dijadikan target oleh PSSI. Nama-nama seperti Pascal Struijk, Emil Audero, dan Muliano Jonathans sudah cukup sering disebutkan dalam pembicaraan mengenai potensi pemain naturalisasi.
Dengan demikian, tampaknya PSSI masih memiliki beberapa pilihan yang dapat dieksplorasi untuk memperkuat tim nasional. Hal ini menunjukkan bahwa proses naturalisasi masih terbuka dan tidak menutup kemungkinan untuk menambah kekuatan skuad yang ada.