Strategi dan Jurus Ampuh agar Timnas Indonesia Bisa Kalahkan China
Tim nasional Indonesia wajib meraih kemenangan saat bertanding melawan China di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 5 Juni 2025.
Timnas China diperkirakan akan lebih banyak bertahan saat menghadapi Timnas Indonesia di SUGBK Jakarta pada 5 Juni 2025. Lalu, apa strategi yang bisa digunakan untuk menembus pertahanan lawan?
Menurut analisis Toni Ho, sebagai tim tamu, China akan menerapkan pertahanan yang kokoh pada matchday kesembilan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Terlebih lagi, taktik ini pernah berhasil diterapkan oleh pelatih Branko Ivankovic ketika mengalahkan Jay Idzes dan kawan-kawan dengan skor 2-1 pada pertemuan pertama kedua tim di Youth Center Stadium Qingdao, 5 Oktober tahun lalu.
Pada pertandingan tersebut, Timnas Indonesia yang saat itu dilatih oleh Shin Tae-yong tertinggal 0-2 di babak pertama. Untuk mengejar ketertinggalan, Timnas Indonesia berusaha menekan pertahanan The Dragons, julukan Timnas China, di paruh kedua. Namun, hanya satu gol yang berhasil diciptakan oleh Thom Haye pada menit ke-84.
"Bahkan di kandang sendiri, China cenderung bermain defensif, apalagi kali ini mereka bertindak sebagai tim tamu. Saya percaya pelatih Branko Ivankovic akan tetap mengedepankan pertahanan yang solid di Jakarta nanti," ungkap Toni Ho.
Main sabar
Pelatih senior yang berasal dari Makassar ini memperhatikan bahwa saat pertandingan tandang, para pemain Timnas Indonesia mengalami frustrasi dan kesulitan untuk mencetak gol melawan China.
"Menghadapi tembok raksasa China harus main sabar. Meskipun Patrick Kluivert telah menyiapkan beberapa taktik untuk membongkar pertahanan lawan, tapi kuncinya tetap di pemain," ujarnya.
Menurut pengamatannya, situasi tersebut menunjukkan betapa pentingnya kesabaran dalam permainan. Dalam menghadapi tim sekuat China, strategi yang matang sangat diperlukan, namun pada akhirnya, kemampuan individu para pemainlah yang akan menentukan hasil akhir pertandingan.
Manfaatkan tendangan bola mati
Mantan pelatih PSM memberikan pujian terhadap keputusan Patrick Kluivert yang memanggil pemain-pemain seperti Egy Maulana Vikri, Sayuri bersaudara, Stefano Lilipaly, dan Beckham Putra. "Pemain-pemain ini memiliki kecepatan serta keterampilan individu yang sangat baik. Namun, mereka perlu mendapatkan dukungan dari gelandang agar alur serangan tidak terputus di tengah permainan. Postur tubuh yang kecil yang dimiliki oleh Egy, Yakob, dan Beckham Putra berpotensi membuat mereka sering dilanggar," ujarnya.
Menurut Toni Ho, pelanggaran yang terjadi harus dimanfaatkan untuk mencetak gol. "Patrick Kluivert perlu memiliki banyak variasi dalam tendangan dari bola mati. Hal ini sangat penting, terutama jika mencetak gol dari open play terasa sulit. Stefano Lilipaly memiliki keahlian dalam mengeksekusi tendangan bebas," tambahnya.