FIFA Larang 3 Negara Ikut Piala Dunia Gara-Gara Isu Politik
FIFA pernah menjatuhkan sanksi kepada tiga negara, sehingga mereka tidak diperbolehkan berpartisipasi dalam Piala Dunia
FIFA pernah memberikan sanksi kepada tiga negara sehingga tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia akibat faktor politik. Pada Piala Dunia 2026, sebanyak 48 negara akan berkompetisi, dan acara ini akan berlangsung di tiga negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Negara-negara yang ikut serta akan dibagi ke dalam 16 grup yang masing-masing terdiri dari tiga tim.
Dua tim yang memiliki performa terbaik di setiap grup akan melanjutkan ke babak sistem gugur. Meskipun banyak kritik muncul terkait perubahan format ini, hal ini memberikan kesempatan bagi lebih banyak negara untuk lolos.
Dengan demikian, negara-negara yang sebelumnya mengalami kesulitan untuk mencapai Piala Dunia kini memiliki peluang yang lebih besar berkat penerapan format baru.
Seperti yang diketahui, Rusia dilarang untuk berpartisipasi dalam turnamen FIFA karena invasi yang dilakukannya terhadap Ukraina pada bulan Februari 2022. Sejak saat itu, Rusia hanya dapat menjalani pertandingan persahabatan internasional melawan negara-negara yang sebagian besar berada di luar Eropa.
Pada jendela internasional terakhir, Rusia melakukan uji coba melawan Zambia dan Grenada. Hal ini menunjukkan dampak signifikan dari keputusan FIFA terhadap Rusia dan bagaimana situasi politik dapat memengaruhi partisipasi dalam kompetisi olahraga internasional.
Sanksi terhadap Afrika Selatan
Sebelumnya, dua negara lainnya dilarang untuk berpartisipasi dalam turnamen sepak bola terbesar di dunia, terutama karena alasan politik. Pada masa apartheid yang berlangsung di negara tersebut, FIFA menjatuhkan sanksi terhadap Afrika Selatan pada tahun 1961.
Namun, larangan ini dicabut beberapa tahun kemudian pada tahun 1963. Pada saat itu, presiden FIFA, Stanley Rous, memberikan dukungan kepada Federasi Sepak Bola Afrika Selatan yang berada di bawah rezim apartheid. FIFA bahkan menempatkan Afrika Selatan dalam grup kualifikasi Asia agar mereka tidak bertemu dengan tim-tim dari benua Afrika.
Meskipun demikian, negara-negara Afrika lainnya berhasil melakukan lobi untuk mengembalikan sanksi terhadap Afrika Selatan. Akhirnya, pada tahun 1976, Afrika Selatan dikeluarkan sepenuhnya dari FIFA setelah Rous digantikan oleh Joao Havelange. Selain itu, cabang olahraga lainnya juga memilih untuk memboikot Afrika Selatan secara total.
Status keanggotaan Afrika Selatan di FIFA baru dipulihkan pada tahun 1992. Mereka kemudian berhasil meraih gelar juara Piala Afrika pada tahun 1996, sebelum menjadi tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2010.
Larangan yang diterapkan terhadap Yugoslavia
Pada tahun 1992, Republik Federal Yugoslavia dilarang berpartisipasi dalam kompetisi sepak bola internasional akibat sanksi yang diterapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa terhadap negara tersebut. Setelah perpecahan Yugoslavia, nama FRY tetap dipakai oleh Serbia dan Montenegro, yang masih tergabung dalam Yugoslavia hingga tahun 2003.
Selanjutnya, kedua negara tersebut berkompetisi di kancah internasional dengan nama Serbia dan Montenegro, dan berhasil lolos ke Piala Dunia 2006. Akhirnya, pada bulan Juni 2006, kedua negara tersebut memperoleh kemerdekaan secara penuh.