Fakta Menarik! 8 Pemain ini Pernah Berseragam PSG dan Inter Milan: Dari Ibrahimovic sampai Hakimi
Final Liga Champions tahun ini akan mempertemukan Inter Milan dengan Paris Saint-Germain (PSG). Terdapat beberapa pemain yang pernah bermain untuk kedua klub.
Final Liga Champions tahun ini akan mempertemukan Inter Milan dengan Paris Saint-Germain (PSG). Menariknya, kedua tim tersebut belum pernah saling bertemu dalam kompetisi Eropa sebelumnya. Meskipun demikian, terdapat beberapa pemain yang pernah merasakan atmosfer dari kedua klub ini. Sejumlah pemain yang pernah mengenakan jersey Inter dan PSG sepanjang karier mereka patut untuk dicatat. Salah satu nama yang paling dikenal adalah Zlatan Ibrahimovic.
Namun, masih ada banyak nama lain yang mungkin sudah terlupakan. Para pemain ini memiliki pengalaman yang berbeda ketika membela kedua tim besar tersebut. Beberapa di antara mereka berhasil meraih kesuksesan, sementara yang lainnya hanya singgah sebentar. Jika Anda penasaran siapa saja mereka, mari kita lihat daftar lengkapnya beserta kisah singkat dari para pemain tersebut!
Zlatan Ibrahimovic
Zlatan Ibrahimovic merupakan salah satu pemain legendaris yang pernah memperkuat Inter Milan dan PSG. Ia memulai kariernya di Inter pada tahun 2006 setelah berpindah dari Juventus, di mana ia berhasil mencetak 66 gol dalam 117 laga dan meraih tiga gelar Serie A secara beruntun.
Setelah masa bakti di Inter, Ibrahimovic melanjutkan kariernya di Barcelona dan AC Milan sebelum akhirnya bergabung dengan PSG. Di klub Prancis tersebut, ia berhasil meraih empat gelar Ligue 1 serta dua treble domestik. Meskipun begitu, Ibrahimovic belum pernah meraih trofi Liga Champions, meskipun telah bermain untuk sejumlah klub besar di Eropa. Namun, ia berhasil mengantongi satu trofi Eropa, yakni Liga Europa 2016/2017 bersama Manchester United.
Maxwell
Maxwell selalu mengikuti langkah Zlatan Ibrahimovic selama kariernya di sejumlah klub elit Eropa. Mereka pernah bermain bersama di Ajax, Inter Milan, Barcelona, dan PSG. Karier Maxwell di Inter Milan dan PSG berlangsung hampir bersamaan dengan Ibrahimovic. Namun, ada perbedaan di antara mereka, yaitu Maxwell tidak pernah bergabung dengan Manchester United dan memilih untuk bertahan satu tahun lebih lama di Paris sebelum akhirnya memutuskan untuk pensiun.
Meskipun demikian, Maxwell berhasil meraih satu gelar Liga Champions yang tidak dimiliki oleh Ibrahimovic. Ketika Ibrahimovic pindah ke Milan, Maxwell tetap berada di Barcelona dan berkontribusi dalam meraih gelar Liga Champions pada tahun 2011. Dengan pencapaian tersebut, Maxwell menunjukkan bahwa meskipun tidak sepopuler Ibrahimovic, ia tetap memiliki prestasi yang membanggakan dalam karier sepak bolanya.
Mauro Icardi
Mauro Icardi pernah menjadi salah satu penyerang utama di Inter Milan, meskipun tidak selalu mendapatkan perhatian seperti Lautaro Martinez. Dengan catatan gol yang mengesankan, Icardi berhasil menempatkan namanya di dalam daftar sepuluh besar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub Inter.
Pada tahun 2019, Icardi meninggalkan Inter dan bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG). Awalnya, ia bergabung dengan status pinjaman, namun kemudian kontraknya diperpanjang dan ia bertahan di Paris selama dua musim penuh. Menariknya, selama kariernya di Inter, Icardi tidak pernah memenangkan satu pun gelar. Namun, saat berseragam PSG, ia sukses meraih gelar Ligue 1 dan bahkan mencatatkan treble domestik di musim pertamanya bersama klub tersebut.
Thiago Motta
Thiago Motta dikenal sebagai salah satu ikon di Paris Saint-Germain (PSG), meskipun awal kariernya dimulai di Barcelona. Ia menjalani perjalanan yang panjang dalam dunia sepak bola, sempat bermain untuk Atletico Madrid dan Genoa sebelum akhirnya bergabung dengan Inter Milan. Saat pindah ke Inter, Motta datang bersama Diego Milito dengan nilai transfer yang cukup signifikan, yang juga melibatkan pertukaran lima pemain. Selama berseragam Inter, ia berhasil meraih gelar Liga Champions di bawah arahan Jose Mourinho, menambah koleksi prestasinya.
Meskipun sukses di Inter, masa baktinya di klub tersebut tidak berlangsung lama. Pada Januari 2012, Motta memutuskan untuk bergabung dengan PSG dan selama enam setengah musim di sana, ia berhasil mengumpulkan 19 trofi. Prestasi tersebut termasuk lima gelar liga dan dua treble domestik, yang menunjukkan kontribusinya yang sangat berarti bagi klub. Dengan demikian, perjalanan karier Thiago Motta mencerminkan dedikasi dan kerja kerasnya dalam mencapai kesuksesan di level tertinggi sepak bola Eropa.
Achraf Hakimi
Achraf Hakimi menghabiskan satu musim di Inter Milan, tetapi musim tersebut sangat krusial karena ia berkontribusi dalam membawa klub meraih gelar Serie A pertama mereka setelah sepuluh tahun. Setelah itu, Hakimi memutuskan untuk bergabung dengan PSG dan terus menunjukkan performa yang mengesankan sebagai salah satu pemain kunci tim.
Ia memiliki kesempatan untuk memberikan gelar Liga Champions pertama bagi klub asal Paris itu. Selama empat musim terakhir, bek asal Maroko ini menjadi pemain starter yang tidak tergantikan di PSG. Dalam laga final mendatang, ia akan menjadi salah satu sosok yang layak untuk diperhatikan oleh para penggemar.
Milan Skriniar
Milan Skriniar telah menjadi benteng yang kuat di pertahanan Inter Milan selama enam tahun, terhitung sejak 2017. Ia memiliki kontribusi yang signifikan dalam membantu Nerazzurri meraih gelar Serie A pada tahun 2021. Pada musim panas 2023, Skriniar memutuskan untuk bergabung dengan PSG dengan status bebas transfer.
Di Les Parisien, ia menjadi salah satu pemain kunci dan berhasil meraih gelar Ligue 1 serta Coupe de France. Namun, sayangnya di musim ini, Skriniar tidak lagi menjadi bagian dari rencana pelatih Luis Enrique. Akibatnya, ia dipinjamkan ke Fenerbahce hingga akhir musim 2025.
Rafinha
Rafinha, yang merupakan anak dari legenda sepak bola Brasil Mazinho dan saudara dari Thiago Alcantara, pernah bermain untuk Inter Milan. Selama satu musim di klub tersebut pada tahun 2017, ia tampil dalam 17 pertandingan dan berhasil mencetak dua gol serta memberikan dua assist.
Setelah pengalamannya di Inter, Rafinha melanjutkan kariernya dengan bergabung ke Paris Saint-Germain (PSG) pada musim 2020/2021. Di PSG, meskipun ia tidak mencetak gol dalam 39 pertandingan, ia berhasil memberikan enam assist untuk rekan-rekannya. Selama bermain di PSG, Rafinha hanya meraih gelar Ligue 1 dan Coupe de France. Saat ini, ia sedang menjalani petualangan baru di Liga Qatar.
Youri Djorkaeff
Youri Djorkaeff adalah pemenang Piala Dunia 1998. Ia mengawali kariernya di PSG pada tahun 1995 hingga 1996 sebelum beralih ke Inter Milan. Selama berseragam Inter, Djorkaeff tampil dalam 127 pertandingan dan mencetak 39 gol dalam waktu tiga musim. Sebelumnya, ia hanya bermain sebanyak 35 kali untuk PSG dan berhasil mengoleksi 13 gol. Djorkaeff merupakan salah satu pemain yang berhasil meraih trofi baik di PSG maupun di Inter. Ia sukses meraih Trophee des Champions pada tahun 1995, UEFA Cup Winners' Cup pada tahun 1996, dan UEFA Cup pada musim 1997/1998.