Dari Transportasi sampai Akomodasi: Ini Tips untuk Suporter Indonesia yang Akan Dukung Timnas di Osaka
Diperkirakan banyak suporter timnas Indonesia yang akan terbang langsung ke Jepang untuk memberikan dukungan kepada Jay Idzes dan rekan-rekannya.
Timnas Indonesia akan menghadapi pertandingan terakhir di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Jepang sebagai tuan rumah pada tanggal 10 Juni 2025. Pertandingan ini akan dilaksanakan di Stadion Panasonic Suita yang terletak di Osaka. Meskipun laga antara Jepang dan Timnas Indonesia ini tidak lagi berpengaruh besar bagi tim asuhan Patrick Kluivert, karena mereka telah dipastikan lolos ke putaran empat, situasi ini tetap menarik perhatian. Indonesia tidak dapat lolos langsung ke putaran berikutnya, mengingat Australia telah mengamankan posisi kedua di grup yang sama dengan Jepang.
Kepastian lolosnya Timnas Indonesia ke putaran empat diperoleh setelah mereka meraih kemenangan 1-0 atas China di tengah pekan ini. Kemenangan tersebut, ditambah dengan kekalahan Bahrain dari Arab Saudi, membuat Indonesia aman berada di posisi tiga atau empat dalam Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Meskipun hasil pertandingan ini tidak terlalu menentukan, banyak suporter yang sudah terlanjur membeli tiket untuk menyaksikan langsung laga di Osaka. Diperkirakan ribuan suporter akan memadati stadion, termasuk mereka yang datang dari Indonesia serta para diaspora yang tinggal di Jepang.
Bagi suporter yang berangkat langsung dari Indonesia menuju Jepang, Zenzia Ihza, seorang mantan diaspora, memberikan beberapa saran agar perjalanan mereka berjalan lancar. Mengenai transportasi yang diperlukan selama berada di Osaka, Zen, yang tinggal di Jepang dari tahun 1992 hingga 2000, membagikan informasi penting dalam tiga kategori: transportasi paling murah, paling efisien, dan paling cepat.
"Pendekatan paling ekonomis memanfaatkan Japan Railways (JR), dengan tiket berharga antara 150-300 yen (setara Rp 15.000-30.000), memakan waktu sekitar 35 menit dari pusat Osaka," jelas Zenzia Ihza.
Dia melanjutkan, "Perjalanan mengikuti rute ini: dari Stasiun Osaka, naik JR Tokaido Line ke Stasiun Senrioka, lalu transfer ke Osaka Monorail menuju Bandara Osaka, dan turun di Stasiun Banpaku-Kinen-Koen (Expo Park). Dari sana, suporter hanya perlu berjalan kaki selama 15 menit untuk mencapai stadion."
Lebih lanjut, Zenzia Ihza menambahkan, "Rute ini mewujudkan prinsip Jepang gaman—kesabaran bertahan untuk keuntungan jangka panjang. Meskipun memerlukan lebih banyak waktu dan transfer, ini memungkinkan suporter untuk merasakan sistem transportasi umum Jepang yang terkenal sambil menghemat dana untuk keperluan lain."
Cuaca di Jepang
Untuk mendapatkan transportasi yang paling efisien, Zenzia mengungkapkan bahwa kereta api bisa menjadi pilihan yang tepat. "Bagi yang menginginkan efisiensi tanpa mengeluarkan biaya berlebihan, layanan kereta langsung menawarkan solusi yang ideal. Hankyu Senri Line memberikan akses langsung dari pusat Osaka menuju stadion dengan lebih sedikit transfer, sehingga menjadi pilihan terbaik bagi suporter yang menghargai waktu," tambah Zen.
Di sisi lain, jika mencari transportasi tercepat, meskipun memerlukan biaya yang lebih tinggi, Zen menjelaskan, "Pilihan tercepat---layanan taksi---dapat menyelesaikan perjalanan dalam waktu sekitar 20 menit dengan biaya antara 5.500-8.000 yen (sekitar Rp 550.000-800.000). Meskipun harga ini tergolong mahal, pilihan ini menjadi lebih ekonomis jika dibagi oleh empat suporter, terutama bagi mereka yang tiba mendekati waktu pertandingan atau membawa bendera serta materi dukungan lainnya," jelas Zen.
Selain itu, penting bagi para suporter Indonesia untuk memahami sistem transportasi di Jepang, mereka juga perlu mempersiapkan diri menghadapi kondisi cuaca di sana. Bulan Juni di Jepang menandai awal musim hujan.
"Juni di Osaka berarti tsuyu (musim hujan), yang ditandai dengan kelembapan yang tinggi, hujan yang sering turun, dan suhu yang bisa mencapai lebih dari 30°C. Ini bukan musim dingin yang keras seperti yang dibayangkan oleh orang Indonesia, melainkan iklim subtropis yang lembab dan memerlukan persiapan yang khusus. Disarankan untuk membawa kipas dan pakaian ganti karena kelembapan dan panas ini berbeda dengan panas yang kita alami di Indonesia," ucap Zen.
Zen juga menambahkan, "Kombinasi antara panas, kelembapan, dan hujan yang sering terjadi menciptakan tantangan kesehatan yang unik. Kondisi lembab ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan, sehingga diperlukan pakaian yang ringan dan dapat bernapas. Suporter dari Indonesia harus mempersiapkan perlengkapan hujan, pakaian berlapis, serta sepatu yang tahan air."
Makanan yang Halal
Salah satu tantangan yang dihadapi oleh masyarakat Muslim Indonesia saat berada di luar negeri adalah menemukan makanan halal. Zenzia memberikan beberapa pilihan kuliner halal yang terjangkau dan layak dicoba oleh wisatawan yang datang dari luar Jepang.
"Untuk makanan halal yang ekonomis (800-1.500 per makan), Osaka Halal Restaurant menyediakan hidangan mulai dari 1.200, dengan buffet yang tersedia pada hari Jumat dengan harga yang sama. Ini merupakan nilai yang sangat baik untuk masakan halal yang otentik. Jika Anda merindukan cita rasa Indonesia, Anda dapat mengunjungi Bagus Indonesian Kitchen yang menawarkan rendang, nasi goreng, dan hidangan khas Indonesia lainnya yang telah disesuaikan dengan selera Jepang dan memenuhi syarat halal," ujar Zenzia.
"Di sisi lain, untuk kuliner dengan harga menengah (1.500-3.000 per makan), Three Peace Matsuri dan Halal Ramen Honolu Osaka Namba menyajikan pengalaman unik fusion halal-Jepang, ideal bagi mereka yang ingin menikmati masakan Jepang sambil tetap mengikuti diet halal. Lokasi kuliner yang strategis untuk dikunjungi adalah Distrik Namba dan Umeda, yang menjadi pusat dari sebagian besar restoran halal, sehingga memudahkan perencanaan makan bagi kelompok wisatawan," tambahnya.
Selain itu, penting juga untuk mempelajari beberapa frasa dasar dalam bahasa Jepang. Sebut saja seperti: 'Haraaru desu ka?' (Apakah ini halal?) dan 'Buta niku wa haitte imasen ka?' (Apakah ini mengandung babi?).
"Sebagian besar staf di Jepang mungkin tidak familiar dengan istilah 'halal', namun mereka bisa memahami pembatasan diet jika dijelaskan dengan jelas. Anda juga bisa mengunduh aplikasi restoran halal seperti 'Halal Gourmet Japan' untuk mendapatkan informasi lokasi secara real-time dan memverifikasi status halal," jelasnya.
Pendukung Timnas Indonesia Perlu Menjaga Perilaku
Zenzia menekankan betapa pentingnya bagi suporter Timnas Indonesia untuk menjaga perilaku mereka saat berada di Stadion Panasonic Suita. Di Jepang, terdapat beberapa tradisi yang diikuti oleh suporter saat menonton pertandingan sepak bola.
"Di Jepang, ada Tradisi Kantong Biru, yaitu suporter Jepang membawa kantong plastik biru yang sesuai dengan warna tim mereka. Ini melayani tujuan ganda, yakni ditiup dengan udara, mereka menciptakan perkusi ritmis untuk yel-yel dukungan. Setelah pertandingan, suporter menggunakan kantong yang sama untuk mengumpulkan sampah, meninggalkan stadion bersih. Ini mewujudkan konsep Jepang ikigai---menemukan tujuan dalam tanggung jawab kolektif," jelas Zenzia.
Dia juga menambahkan, "Selain itu, keamanan stadion mencerminkan mentalitas keselamatan utama di Jepang. Barang yang dapat membahayakan pertandingan dilarang, termasuk botol minuman dengan tutup dilepas untuk mencegah mereka menjadi proyektil."
Dengan mengikuti tradisi dan menjaga keamanan, suporter dapat berkontribusi pada pengalaman positif di stadion. Hal ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang nyaman bagi semua penonton, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai luhur yang dianut oleh masyarakat Jepang.