3 Fakta Jelang Laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Dipta
ada putaran pertama BRI Liga 1 2024/2025, Persebaya berhasil meraih kemenangan tipis dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Bung Tomo.
Duel yang penuh emosi dan gengsi akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya telah dinantikan oleh para pendukung kedua tim. Derbi Jawa Timur ini dipastikan akan berlangsung sengit sejak awal laga.
Gengsi serta semangat untuk menang akan menjadi warna dalam pertemuan kedua tim yang diprediksi akan dipenuhi dengan berbagai kontroversi. Arema FC tentu bertekad untuk tidak mengalami kekalahan lagi melawan Persebaya Surabaya. Pada putaran pertama BRI Liga 1 2024/2025, Persebaya berhasil meraih kemenangan tipis dengan skor 3-2 di Stadion Gelora Bung Tomo.
Melihat kembali ke sejarah, rivalitas antara kedua tim ini telah berlangsung selama puluhan tahun. Tepatnya, rivalitas ini dimulai 33 tahun yang lalu. Gol pertama dalam duel klasik ini dicetak oleh Singgih Pitono pada tanggal 25 Oktober 1992. Sedangkan gol terakhir dalam derbi Jawa Timur ini terjadi pada 7 Desember lalu, yang dicetak oleh Flavio Silva pada menit ke-90+6 melalui tendangan penalti.
Mantan penyerang Persik Kediri tersebut tidak hanya mencetak satu gol, tetapi berhasil membuat dua gol dalam pertandingan tersebut. Bola.com juga telah merangkum tiga fakta menarik menjelang laga Arema FC melawan Persebaya di Stadion Dipta. Berikut adalah ulasannya.
Persebaya berambisi untuk meraih posisi runner-up
Untuk dapat mengejar Persib Bandung yang saat ini berada di puncak klasemen sementara BRI Liga 1 2024/2025, tampaknya akan menjadi tantangan yang cukup berat. Hal ini disebabkan karena Persib hanya membutuhkan empat poin tambahan untuk mempertahankan gelar juara mereka pada musim ini. Di sisi lain, Persebaya terpisah 12 poin dari Persib, sehingga mengejar ketertinggalan tersebut menjadi sangat sulit. Target yang paling realistis bagi Persebaya adalah mengakhiri liga di posisi runner-up.
Dengan perolehan 52 poin, Persebaya hanya terpaut satu poin dari Dewa United. Kemenangan di Stadion Dipta dapat menjadi langkah yang signifikan untuk menggeser posisi Dewa United dari peringkat kedua. Hal ini tentunya akan memberikan motivasi lebih bagi Persebaya untuk terus berjuang hingga akhir musim. Jika Persebaya berhasil meraih kemenangan, mereka akan semakin mendekatkan diri untuk mencapai target yang diinginkan.
Lebih dari sekadar tiga poin, seperti halnya Derby Lisboa
Pelatih Arema FC, Ze Gomes, yang berasal dari Portugal, mengibaratkan pertandingan antara Arema FC dan Persebaya kali ini seperti Derby Lisboa yang mempertemukan Sporting Lisbon dengan Benfica. Menurut Ze Gomes, Derby Jawa Timur ini sangat krusial dan timnya harus mendapatkan tiga poin, seperti yang disampaikannya dalam konferensi pers daring menjelang pertandingan yang dijadwalkan pada Minggu (27/4/2025).
Dalam kesempatan itu, ia menyatakan, "Saya tahu Derby ini, dan Derby ini penting bagi kami, untuk kami, untuk Aremania, untuk semuanya bermain bagus, kita tahu punya waktu sedikit untuk mempersiapkan, tapi kami selalu siap."
Pernyataan ini menunjukkan betapa seriusnya timnya mempersiapkan diri untuk menghadapi laga penting ini, di mana mereka bertekad untuk tampil maksimal demi meraih kemenangan.
Persebaya berusaha mempertahankan rekor tak terkalahkan sejak tahun 2019
Enam tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2019, Persebaya terakhir kali mengalami kekalahan melawan Arema FC. Dalam pertandingan tersebut, Persebaya harus menerima kekalahan dengan skor telak 4-0. Kejadian ini menjadi pemicu semangat bagi Singo Edan untuk meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya. Di sisi lain, Persebaya berusaha keras untuk mempertahankan catatan positif tersebut.
Persebaya datang dengan modal lima pertandingan terakhir yang tidak terkalahkan di BRI Liga 1 2024/2025. Kekalahan terakhir Persebaya dari Arema terjadi di Liga 1 2019, yang sudah hampir enam tahun berlalu. Pada saat itu, Arema berhasil mengalahkan Persebaya dengan skor 4-0 di kandang mereka. Namun, setelah momen tersebut, catatan menunjukkan bahwa Tim Bajul Ijo telah berhasil meraih kemenangan berulang kali atas Tim Singo Edan.