Zul Zivilia Tampil di Luar Lapas, Pakai Gelang GPS dan Single Baru Jadi Sorotan
Musisi Zul Zivilia, meski masih menjalani hukuman penjara karena kasus narkoba, tampil di luar Lapas dengan pengawasan gelang GPS.
Zul Zivilia, vokalis band Zivilia yang divonis 18 tahun penjara pada Maret 2019 karena kasus narkoba, baru-baru ini menjadi perbincangan hangat setelah penampilannya di luar Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor. Penampilan mengejutkan ini terjadi meskipun ia masih menjalani masa hukuman.
Ia membawakan lagu hitsnya, 'Aishiteru', di depan para penggemarnya, sekaligus menunjukkan bahwa penjara tidak membatasi kreativitasnya. Kehadiran gelang GPS di kakinya menjadi bukti pengawasan elektronik Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, memastikan ia tetap dalam pemantauan ketat meskipun diizinkan beraktivitas di luar lapas sebagai bagian dari program pembinaan.
Penampilan Zul Zivilia ini menuai berbagai reaksi dari publik. Banyak yang mengapresiasi upaya pembinaan narapidana melalui kreativitas dan seni sebagai jembatan menuju reintegrasi sosial. Namun, tidak sedikit pula yang mempertanyakan kebijakan tersebut dan keamanan yang diterapkan. Meskipun kontroversial, hal ini membuktikan adanya inovasi dalam sistem pemasyarakatan Indonesia.
Lebih mengejutkan lagi, Zul Zivilia tetap produktif di tengah masa hukumannya. Pada November 2024, ia bahkan merilis single baru bersama bandnya, berjudul 'Setia Walau Tak di Sampingmu'. Proses rekaman dan pembuatan video klip single ini dibantu langsung oleh pihak Lapas Gunung Sindur, menunjukkan dukungan nyata lembaga pemasyarakatan terhadap kreativitas warga binaannya.
Zul Zivilia di IPPAFest 2025: Bukti Kreativitas di Balik Jeruji
Puncaknya, Zul Zivilia tampil memukau di Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest) 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta, pada Senin, 21 April 2025. Penampilannya ini semakin mengukuhkan komitmennya terhadap musik dan menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dapat tetap bersemi bahkan di lingkungan penjara. Sebagai warga binaan Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur, penampilan Zul Zivilia menjadi sorotan publik dan media.
Dalam penampilannya di IPPAFest, Zul Zivilia tidak hanya membawakan lagu-lagu hitsnya, tetapi juga memperkenalkan single terbarunya yang berkolaborasi dengan penyanyi Gita Youbi, berjudul 'Jangan Kamu Biar Aku'. Lagu ini bercerita tentang perjuangan seorang pria dalam menghadapi beban hidup demi keluarganya, sebuah tema yang sangat menyentuh dan relevan dengan pengalaman hidupnya.
“Senang sekali rasanya bisa manggung lagi,” ujar Zul Zivilia, mengungkapkan perasaannya bisa kembali tampil di atas panggung. Pernyataan ini menunjukkan betapa berharganya kesempatan tersebut baginya dan betapa pentingnya seni sebagai bagian dari proses pemulihan dan reintegrasi sosial.
Partisipasi Zul Zivilia di IPPAFest 2025 menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan berbasis kreativitas di Lapas Gunung Sindur. Acara ini juga menunjukkan dukungan pemerintah terhadap seni dan kreativitas sebagai alat untuk pemulihan dan reintegrasi sosial narapidana.
Program Pembinaan dan Reintegrasi Sosial
Keberadaan program pembinaan berbasis kreativitas, seperti yang terlihat dalam kasus Zul Zivilia, merupakan langkah positif dalam sistem pemasyarakatan Indonesia. Program ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi narapidana untuk mengekspresikan diri, tetapi juga membantu mereka dalam mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat setelah menjalani masa hukuman.
Dengan memberikan kesempatan untuk berkarya dan berkreasi, program ini diharapkan dapat membantu narapidana untuk membangun kembali kepercayaan diri, mengembangkan keterampilan, dan menemukan jati diri mereka. Hal ini pada akhirnya akan mempermudah proses reintegrasi sosial dan mengurangi angka residivis.