Ternyata Begini Cara Zul Zivilia Tetap Berikan Nafkah untuk Keluarga Meski Dipenjara

Meskipun dipenjara karena kasus narkoba, Zul Zivilia tetap memberikan nafkah untuk keluarganya.

Astri Agustina
Oleh Astri Agustina - Reporter
Ternyata Begini Cara Zul Zivilia Tetap Berikan Nafkah untuk Keluarga Meski Dipenjara
Ternyata Begini Cara Zul Zivilia Tetap Berikan Nafkah untuk Keluarga Meski Dipenjara (Merdeka.com)

Penyanyi Zul Zivilia, yang kini menjalani hukuman penjara 18 tahun karena kasus narkoba, tetap mencukupi kebutuhan keluarganya. Bagaimana caranya? Istrinya, Retno Paradinah, mengungkapkan beberapa sumber pendapatan yang memungkinkan hal tersebut, membuktikan komitmen Zul sebagai kepala keluarga meski berada di balik jeruji besi. Kisah ini terjadi di Indonesia, tepatnya setelah Zul divonis pada tahun 2025.

Meskipun terjerat kasus hukum yang berat, Zul Zivilia menunjukkan tanggung jawabnya sebagai suami dan ayah. Ia tak hanya pasif menerima hukuman, tetapi juga aktif mencari penghasilan untuk menafkahi keluarganya. Sumber pendapatan tersebut menjadi bukti nyata komitmennya dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya, meskipun dalam kondisi yang sangat terbatas.

Salah satu sumber pendapatan Zul Zivilia adalah royalti dari lagu-lagu ciptaannya. Meskipun jumlahnya tidak tetap dan pembayarannya bervariasi (kadang tahunan, kadang tiga bulanan), royalti ini cukup untuk menghidupi keluarga selama satu hingga tiga bulan. Menariknya, Zul mengungkapkan bahwa royalti sempat melonjak saat lagunya viral dan namanya dikaitkan dengan kasus lain, sebuah fakta yang cukup mengejutkan.

Selain royalti, Zul juga mendapatkan penghasilan tambahan dari kegiatan bermusik di dalam lapas. Ia sesekali mengisi acara atau 'ngamen' untuk menghibur pengunjung yang datang membesuk narapidana. Pendapatan dari kegiatan ini, meskipun dibagi dengan teman-temannya, tetap berkontribusi pada keuangan keluarga. Jumlahnya bisa mencapai Rp 1 juta per acara jika pengunjung ramai, namun dibagi tiga dengan teman-temannya.

Retno Paradinah, istri Zul Zivilia, juga berperan aktif dalam menopang ekonomi keluarga. Ia bekerja sebagai penata rias (make up artist) untuk menambah pemasukan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kerja kerasnya menjadi bukti dukungan penuh terhadap suaminya dan keluarganya.

Zul Zivilia juga tetap aktif berkarya dengan menciptakan lagu baru dan meminta istrinya untuk memasarkannya. Hal ini menunjukkan bahwa semangat berkaryanya tidak padam meskipun ia berada di penjara. Komitmennya untuk tetap produktif patut diacungi jempol.

Zul Zivilia bahkan sempat tampil di Indonesian Prison Products and Arts Festival (IPPAFest) 2025 di Lapangan Banteng, Jakarta. Penampilannya ini menjadi sorotan publik, mengingat ia adalah warga binaan Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur. Dalam kesempatan tersebut, ia memperkenalkan single terbarunya, "Jangan Kamu Biar Aku", yang berkolaborasi dengan Gita Youbi. Lagu ini menggambarkan perjuangan seorang pria dalam menghadapi beban hidup demi keluarganya.

"Senang sekali rasanya bisa manggung lagi," ungkap Zul Zivilia, menunjukkan antusiasmenya meskipun dalam kondisi terkurung. Penampilannya ini membuktikan bahwa penjara tidak membatasi kreativitas dan semangatnya untuk berkarya di dunia musik.

Retno Paradinah mengungkapkan kekagumannya pada suaminya. "Iya, betul. Apalagi kan kalau misalnya ada besukan, dia suka isi acara kan, ngamen gitu, nah itu biasa duitnya dikumpulin, habis itu dikasih ke anak-anak, kayak gitu," kata Retno. Ia mengakui bahwa Zul tetap menafkahi keluarga meskipun dalam kondisi terbatas dan tetap bertanggung jawab sebagai kepala rumah tangga.

"Tetap (menafkahi) walaupun ini kan, dia alhamdulillah tanggung jawabnya luar biasa," akunya. Pernyataan ini menegaskan komitmen Zul Zivilia dalam menjalankan perannya sebagai kepala keluarga, meskipun tengah menghadapi hukuman penjara.

Meskipun divonis 18 tahun penjara dan didenda Rp 1 miliar, Zul Zivilia membuktikan bahwa hukuman tidak menghentikan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga. Ia memanfaatkan berbagai kesempatan untuk menghasilkan uang dan memberikan nafkah kepada keluarganya, sebuah tindakan yang patut diapresiasi.

Rekomendasi