Mariah Carey Enggan Disebut Legenda Musik, Ini Alasannya
Mariah Carey terpilih sebagai Person of the Year 2026 oleh MusiCares, sebuah organisasi filantropi yang bernaung di bawah The Recording Academy.
Selama hampir empat dekade berkarier, Mariah Carey telah mencapai banyak hal yang mengesankan. Di antaranya adalah penjualan album yang mencapai ratusan juta kopi, meraih lima piala Grammy, serta memiliki 19 lagu yang berhasil menduduki posisi teratas di tangga lagu bergengsi Billboard Hot 100. Meskipun semua pencapaian ini, penyanyi "Hero" tersebut tidak ingin menganggap dirinya sebagai seorang legenda. Hal ini ia ungkapkan dalam wawancara terbaru dengan Billboard.
"Setiap orang punya pemahaman tersendiri soal apa yang mereka katakan. Tetapi aku tidak menyebut diriku seorang legenda," ungkap Mariah Carey dalam wawancara tersebut, seperti yang dilansir oleh People pada Jumat (30/1). Ia juga menambahkan, "Aku masih bekerja, masih berusaha keras." Meskipun pandangannya demikian, prestasi Mariah Carey kembali mendapatkan pengakuan. Ia terpilih sebagai Person of the Year tahun 2026 oleh organisasi filantropi The Recording Academy, MusiCares.
"Pengaruh Mariah Carey jauh melampaui karya seninya yang luar biasa," kata Theresa Wolters, direktur eksekutif MusiCares, dalam sebuah pernyataan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ia merendah, kontribusi dan pengaruhnya dalam industri musik tetap diakui dan dihargai oleh banyak orang.
Perjalanan karier Mariah Carey sangat mengesankan
Theresa Wolters menjelaskan bahwa karya serta kontribusi Mariah Carey sejalan dengan nilai-nilai yang dijunjung oleh lembaga ini.
"Ia telah menggunakan platformnya secara konsisten untuk memberikan dukungan nyata kepada masyarakat, baik melalui bantuan bencana, pemberdayaan pemuda, atau program yang membantu orang-orang yang menghadapi hambatan untuk mendapatkan peluang," ungkapnya.
Sebelumnya, pengakuan ini juga diberikan kepada sejumlah artis ternama seperti Joni Mitchell, Gloria Estefan, Billy Joel, dan Dolly Parton. Hal ini menunjukkan komitmen lembaga dalam menghargai individu yang berkontribusi positif bagi masyarakat.
Kegiatan amal memiliki peranan yang sangat penting dalam masyarakat
Mariah Carey aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan amal yang mencakup isu-isu hak asasi manusia dan pendidikan. Menurutnya, kegiatan filantropi sangatlah krusial.
"Kita semua harus melakukan sebisa kita untuk berbagi, dan bahkan lebih dari itu. Kadang-kadang aku dibatasi dengan jadwalku, jadi aku tidak bisa melakukan sebanyak yang seharusnya. Tapi itu tetap menjadi bagian penting dalam hidupku," ungkapnya.
Keterlibatannya menunjukkan komitmennya untuk memberi dampak positif kepada masyarakat, meskipun ia memiliki kesibukan yang padat.
Dalam pandangan Mariah, berbagi dengan sesama adalah tanggung jawab setiap individu. Ia percaya bahwa meskipun waktu kita terbatas, upaya untuk membantu orang lain tetap harus ada. Melalui gerakan amal yang diikutinya, ia berharap dapat menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Dengan cara ini, Mariah tidak hanya menjadi seorang penyanyi terkenal, tetapi juga seorang dermawan yang peduli terhadap kesejahteraan orang lain.
Ratu Natal
Pada akhir tahun lalu, Mariah Carey berhasil mencatatkan prestasi yang sangat signifikan. Ia meraih minggu ke-78 di tangga lagu Hot 100 dengan lagu "All I Want for Christmas Is You", yang mengalahkan lagu "Levitating" dari Dua Lipa. Dengan pencapaian ini, lagu tersebut mencetak rekor baru sebagai lagu yang paling lama bertahan di tangga lagu oleh seorang artis wanita sepanjang sejarah.
Sejak pertama kali dirilis pada tahun 1994, Forbes melaporkan bahwa lagu ini telah menghasilkan royalti sekitar $60 juta, yang setara dengan lebih dari Rp1 triliun. Nilai royalti tersebut terus bertambah setiap tahunnya, sehingga menambah kekayaan Mariah Carey, yang dikenal sebagai "Ratu Natal", dengan jutaan dolar setiap tahun.