Kumpulan Ucapan Lebaran Unik dan Kocak Para Seleb, Bahas Opor Hingga Kepo
Salah satu tradisi yang sering dibahas adalah hidangan khas Nusantara seperti ketupat, opor, rendang, dan berbagai masakan berbahan santan lainnya.
Hari yang ditunggu-tunggu umat Muslim di seluruh dunia akhirnya tiba. Idulfitri, yang merupakan hari kemenangan, dirayakan dengan penuh suka cita. Sejumlah selebritas di Tanah Air pun turut membagikan momen kebersamaan mereka dengan keluarga serta ucapan selamat Lebaran di media sosial. Banyak dari mereka yang mengekspresikan perasaan melalui kalimat puitis yang mengharukan, namun tak sedikit pula yang menambahkan nuansa humor dalam unggahan mereka.
Salah satu tradisi yang sering dibahas adalah hidangan khas Nusantara seperti ketupat, opor, rendang, dan berbagai masakan berbahan santan lainnya.
"Selamat Lebaran semuanya! Mohon maaf lahir dan batin yaaa! Udah berapa mangkok ketupat hari ini???" tulis Prilly Latuconsina dalam unggahannya. Iedil Putra, aktor asal Malaysia yang merupakan suami dari aktris Indonesia Prisia Nasution, juga mengingatkan tentang hal ini. "Happy Eid, everyone! Mohon maaf lahir dan batin dari kami berdua. Semoga hari ini ga cuma bersih di hati, tapi piring juga bersih dari rendang dan ketupat," tulisnya. Onadio Leonaro dan istrinya, Beby Prisillia, bahkan membuat "pesan layanan masyarakat" mengenai hal ini. Dalam unggahan bersama, mereka menulis, "Kami segenap keluarga LEONARDO's Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf kalo ada kata dan perbuatan kita yang tidak berkenan. Harap bijak dalam menyantap hidangan lebaran yang penuh dengan santan."
Fedi Nuril dan Sherina
Perayaan Lebaran di Indonesia identik dengan berkumpulnya keluarga besar. Namun, di balik tradisi yang sarat makna ini, terdapat tantangan yang sering kali dirasakan oleh individu, yaitu serangkaian pertanyaan yang tidak diinginkan yang menyentuh ranah pribadi seseorang.
Contohnya, pertanyaan mengenai kapan seseorang akan menikah sering kali muncul. Hal ini menjadi sorotan bagi beberapa tokoh publik dalam ucapan selamat Lebaran mereka. Fedi Nuril menuliskan, "Selamat idulfitri. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat menikmati dipeluk (semoga) tanpa banyak tanya."
Ucapan ini mencerminkan harapan untuk menikmati momen tanpa harus menghadapi pertanyaan yang mengganggu.
Selain itu, Sherina juga mengungkapkan pandangannya melalui sebuah caption panjang dalam bahasa Inggris yang membahas isu serupa. Dalam pernyataannya, ia menyatakan,
"Kukirimkan kekuatan kepada kalian untuk bertahan dan tetap senyum menghadapi aneka pertanyaan aneh, interaksi canggung, pandangan politik yang bikin shock, dan batasan yang sering dilanggar oleh keluarga tercinta wkwk."
Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun perayaan Lebaran membawa kebahagiaan, ada juga sisi lain yang perlu dihadapi, yaitu interaksi sosial yang kadang-kadang bisa membuat tidak nyaman. Dengan demikian, perayaan ini bukan hanya soal berkumpul, tetapi juga tentang menghadapi kenyataan sosial yang ada.
Ayudia Bing Slamet
Beberapa orang merayakan Lebaran dengan cara yang unik, termasuk dengan pelesetan. Salah satu contoh adalah musikus Ditto Percussion, suami dari Ayudia Bing Slamet, yang menuliskan ucapan, "Sorry born soul everybody from belos fams !".
Tiga kata pertama dalam kalimat tersebut jelas merupakan permainan kata yang merujuk pada ungkapan "maaf lahir batin".
Selain itu, Eddi Brokoli juga turut menyampaikan ucapan selamat Idulfitri dengan cara yang berbeda. Ia menggunakan kalimat yang umum dipakai, namun dengan sentuhan yang menarik, yaitu menulisnya dalam aksara Thailand. Ini menunjukkan kreativitas dan keunikan dalam merayakan momen spesial tersebut.
Reza Chandika
Humor tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi juga dapat disampaikan dalam bentuk yang lebih mendalam. Misalnya, Reza Chandika mengungkapkan doa dengan sentuhan humor yang menghibur, di mana ia mengatakan,
"Selamat makan-makan sembari maaf-maafan. Semoga selalu dibanjiri kesehatan dan keberkahan. Maapin koreo kite yang suka ade-ade aje yee~ Salam kocak, Ciputat kuat."
Pernyataan ini menunjukkan bahwa humor dapat menjadi jembatan untuk menyampaikan pesan positif dan harapan baik kepada orang lain.
Dengan demikian, humor dapat menjadi alat yang efektif dalam membangun komunikasi yang lebih hangat dan akrab. Dalam konteks ini, Reza Chandika berhasil menggabungkan keseriusan doa dengan keceriaan yang dibawa oleh leluconnya. Hal ini tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih bersahabat di antara para pendengarnya.