Kabar Duka Istri Mansyur S Meninggal Dunia, Begini Kenangan Pedangdut Senior Bareng Mendiang
Mansyur S sempat melaksanakan kebiasaan manis terakhir dengan istrinya, yaitu memberikan ciuman di keningnya.
Mansyur S saat ini tengah merasakan kesedihan yang mendalam karena kehilangan istri tercintanya, Hj. Rosidah binti Ismail. Menurut laporan dari Kapanlagi.com, istri pedangdut senior tersebut menghembuskan napas terakhir pada hari Senin, 5 Januari 2026, di usianya yang ke-75 tahun.
Kepergian Hj. Rosidah terjadi secara tiba-tiba, bahkan saat Mansyur S sedang menjalani rutinitasnya berolahraga. Sebelum dan setelah berolahraga, ia selalu menyempatkan diri untuk melakukan kebiasaan manis, yaitu mencium kening istrinya yang sedang beristirahat. Namun, ciuman kening pagi itu ternyata menjadi yang terakhir kalinya.
Pelantun lagu "Gadis atau Janda" ini merasa ada yang tidak beres ketika melihat istrinya yang berusaha makan namun terlihat kesulitan. "Tadi begitu saya habis cium kening kedua, saya jalan lagi. Setelah 30-35 menit saya olahraga, keponakan saya kasih makan istri. Ternyata yang terakhir ini hampir enggak bisa masuk," ungkap Mansyur S kepada Kapanlagi.com dengan suara yang terisak di rumah duka, pada hari yang sama.
Ia juga menambahkan, "(Makanan) enggak bisa masuk. Langsung, saya ambil air, saya kasih dia."
Saat menemani istrinya di detik-detik terakhir, Mansyur S kembali mengecup kening sang istri.
"Ternyata begitu di kepala ini, saya sempat juga (cium) keningnya. Itulah tangisan saya terakhir tadi, merasakan karena saya sangat sayang, ia baik sekali. Tapi apa pun, mungkin Allah lebih cinta sama dia," jelasnya dengan penuh kesedihan.
Mansyur S mengungkapkan bahwa di akhir hayatnya, istrinya mengalami masalah kesehatan yang terkait dengan gula darah. Masalah ini bahkan mengharuskan mendiang dirawat di rumah sakit. "Terakhir ada drop gula. Jadi pada saat kemarin dirawat ada dua minggu, gulanya drop ke angka 46, gula darahnya," kata Mansyur S. Keluarga sebenarnya telah berusaha keras untuk menjaga kesehatan Rosidah. Namun, komplikasi dari penyakit gula tersebut menyebabkan kondisi kesehatan mendiang semakin memburuk.
Mengalami perasaan kehilangan
Kepergian Rosidah untuk selamanya merupakan sebuah kehilangan yang sangat mendalam bagi Mansyur S. Wanita yang telah setia menemani hidupnya selama 56 tahun itu meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam perjalanan hidupnya. "Secara pribadi saya merasa kehilangan, karena 56 tahun dia mendampingi saya sampai dengan sekarang. Saya kira itu," tuturnya. Dalam pandangannya, kehilangan ini adalah bagian dari takdir yang harus diterima. "Apa pun ini memang sudah kullu nafsin dza'iqatul maut, semua orang bakal kembali ke haribaan Ilahi. Saya kira itu," kata Mansyur S.
Seseorang yang peduli dan sering beramal
Mansyur S mengungkapkan bahwa almarhumah adalah sosok yang sangat baik. Pria berusia 77 tahun ini memberikan kesaksian mengenai sang istri dengan mengatakan, "Dia orang baik, orang yang perhatian, orang yang banyak bersedekah. Itulah yang saya katakan bahwa saya dapat segala-galanya dari seorang istri yang sekarang meninggalkan saya selama-lamanya." Pernyataan ini mencerminkan betapa besar rasa kehilangan yang dirasakan oleh Mansyur S, serta betapa berharganya sosok istri dalam hidupnya. Sosok yang penuh kasih sayang dan perhatian ini telah menjadi bagian penting dalam hidupnya, dan kenangan akan kebaikannya akan selalu diingat.
Dalam pandangan Mansyur, almarhumah bukan hanya seorang istri, tetapi juga sahabat dan pendukung setia dalam setiap langkah hidupnya. "Dia orang baik, orang yang perhatian, orang yang banyak bersedekah," ungkap Mansyur S, menegaskan nilai-nilai mulia yang dipegang oleh sang istri. Kehilangan ini tentu menjadi duka mendalam baginya, namun kenangan indah tentang kebaikan dan kasih sayang istri akan terus hidup di dalam hatinya. Setiap tindakan baik yang dilakukan oleh almarhumah akan menjadi warisan yang tak ternilai bagi keluarga dan orang-orang di sekitarnya. (Wulan Noviarina Anggraini, Umar Sjadjaah, dan Fikri Alfi Rosyadi/ Kapanlagi.com).