Pada Rabu, 11 Maret 2026, Karmia Krissanty Tandjung Nasution, putri dari tokoh politik senior Akbar Tandjung, telah berpulang. Berita duka tersebut diumumkan langsung melalui akun Instagram @akbartandjung.
"Allahummaghfirlaha warhamha wa 'aafihi wafu 'anha. Telah meninggal dunia anak/istri/kakak/adik kami, Karmia Krissanty Tandjung Nasution binti Akbar Tandjung," ungkap Akbar dalam keterangan yang dikutip pada Kamis (12/3).
Karmia menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 08.58 Wib. Pada hari yang sama, almarhumah dimakamkan di TPU Tanah Kusir. "Mohon dimaafkan segala kesalahan dan khilaf almarhumah semasa hidupnya. Semoga amal ibadah almarhumah diterima di sisi Allah SWT. Kami mohon doa dari Bapak/Ibu sekalian agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya," kata Akbar menutup pengumuman tersebut.
Advertisement
Profil Krissanty Tandjung Nasution
Karmia dikenal sebagai seorang profesional yang berpengalaman di sektor keuangan, khususnya dalam industri pasar modal dan investasi di Indonesia. Ia adalah putri dari Akbar Tandjung dan Krisnina Maharani, yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang aktif dalam politik dan kegiatan sosial.
Dalam kehidupan pribadinya, Karmia menikah dengan Muhammad Akbar Nasution dan dikaruniai dua orang anak. Di ranah profesional, ia memiliki jejak karier yang mengesankan di berbagai lembaga keuangan dan perusahaan investasi terkemuka, termasuk Mandiri Sekuritas, Deutsche Bank Indonesia, dan Deutsche Sekuritas Indonesia.
Selain itu, Karmia juga terlibat dalam kegiatan investasi di Helios Capital dan Marison Nauli Ventura. Kepergian Karmia meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan kerabatnya. Selama hidupnya, ia dikenal sebagai sosok profesional yang tidak hanya aktif di dunia keuangan, tetapi juga sebagai ibu dan anggota keluarga besar Akbar Tandjung.
Advertisement
Penderita Kanker
Pada unggahan di akun Instagram @caraaamimi yang diposting pada tanggal 6 Agustus 2025, Krissanty mengungkapkan bahwa ia sedang berjuang melawan kanker. Dalam keterangan video yang ia sertakan, ia menuliskan: "Aku merindukan putraku sedikit lebih dalam pagi ini. Dia adalah penopangku ketika aku berada di saat paling rapuh kankerkku didiagnosis tepat setelah kelahirannya, dan entah bagaimana, dia menjadi kekuatanku sekaligus obatku. Jiwanya begitu lembut, penuh kebaikan. Sensitif, tetapi sangat kuat. Penyakit memang membawa rasa sakit, tetapi juga membuatku semakin dekat dengan orang-orang yang kucintai. Momen ini adalah salah satu anugerah itu. Alhamdulillah, aku sempat berbagi sepotong Antibes dengannya tempat yang begitu dekat di hatiku, dan kini akan selamanya dekat di hatinya juga. Berjalan-jalan di kota tua seolah ia tidak memiliki satu pun kekhawatiran di dunia."
Dalam pernyataannya, Krissanty menekankan betapa pentingnya kehadiran putranya di tengah perjuangan yang dihadapinya. Ia merasakan bahwa meskipun penyakit ini menimbulkan banyak rasa sakit, hal tersebut juga mempererat hubungan dengan orang-orang terkasih.
Dengan penuh rasa syukur, ia berbagi momen indah di Antibes, yang kini menjadi kenangan berharga bagi mereka berdua. Melalui ungkapan tersebut, Krissanty menunjukkan betapa kuatnya ikatan antara ibu dan anak, terutama dalam masa-masa sulit seperti ini.