God Bless Mampu Bertahan Sebagai Band hingga 52Tahun, Ternyata Ini Rahasia Suksesnya
Mereka selalu berhasil mengatasi kejenuhan berkat ikatan erat yang terjalin di antara mereka layaknya keluarga.
Grup musik God Bless, yang telah menjadi ikon musik Indonesia, telah bertahan selama lebih dari lima dekade sejak didirikan pada tahun 1973. Eksistensi God Bless sebagai band yang mengusung genre hard rock di industri musik Indonesia telah menjadi rujukan bagi banyak musisi yang memiliki genre serupa di era sekarang.
Meskipun menjadi panutan dalam dunia musik, perjalanan God Bless tidak selalu mulus dan penuh inovasi. Terkadang, para anggota band ini mengalami masa-masa jenuh. Bahkan, mereka juga pernah mengalami kebuntuan dalam berkarya.
Menariknya, tidak semua situasi tersebut dihadapi dengan sikap yang kaku. Para personel lebih memilih untuk menikmati kebersamaan dengan berkumpul.
Acara hangout ini kadang-kadang juga dihadiri anggota keluarga dari masing-masing personel God Bless. Hal ini disampaikan Denny MR, Media Relation God Bless, yang telah mengikuti perjalanan band ini secara dekat sejak bergabung dengan manajemen pada tahun 2016.
"Mereka itu pada dasarnya orang-orangnya menyenangkan meskipun bagi sebagian orang atau media-media, agak terkesan irit bicara atau angker, sebenarnya mereka enggak begitu sih," kata Denny seperti dilansir dari Liputan6.com, Jumat (15/5).
Denny MR melanjutkan, "Kalau ada yang menilai irit bicara, harus dibayangkan bahwa God Bless itu kan sudah dari 1970-an melakukan wawancara, menjawab pertanyaan seputar karier dan problem mereka. Jadi, secara manusiawinya, sudah jenuh mereka itu, kan."
Ia juga menekankan para personel God Bless, yaitu Ahmad Albar, Ian Antono, Donny Fattah, dan Abadi Soesman, bukanlah musisi yang angker dan pelit bicara. Bahkan, Ahmad Albar dikenal lebih suka bercanda dengan orang-orang di sekitarnya. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika saat menghadapi fase jenuh, para personel God Bless mampu mengatasinya dengan berbagai cara yang menyenangkan.
Cara God Bless Siasati Kejenuhan
Denny MR, meskipun baru bergabung dengan God Bless sejak tahun 2016, sudah merasakan band legendaris ini mampu mengatasi kebosanan yang sering muncul. Salah satu strategi yang mereka terapkan adalah memperkuat ikatan antar anggota, sehingga hubungan yang terjalin terasa seperti keluarga.
"Stagnan dan kreativitas adalah satu hal yang selalu beriringan. Dan itu muncul pada saat seseorang sudah menjalani masa karier yang panjang. Jadi ada juga kejenuhan-kejenuhan itu. Kalau masalah kreatif, semua anak band pasti punya, ya. Yang anak band belum banyak punya itu biasanya dialami band-band lama yang berumur panjang, dan God Bless sering berada di situasi itu, orang mungkin banyak yang belum tahu," jelas Denny MR.
Lebih lanjut, Denny menambahkan, "Nah, God Bless itu kan sudah seperti keluarga. Maksudnya, hubungan personalnya tidak seperti anak band yang hanya kumpul untuk latihan saat mau manggung."
Keluarga Ikut Rajin Kumpul-Kumpul
God Bless tidak hanya melibatkan anggotanya, manajemen, dan tim band, tetapi juga sering mengundang keluarga dari setiap personel, termasuk anak dan cucu mereka. Selain itu, band ini tidak hanya berkumpul saat ada tawaran untuk manggung, melainkan juga menjadikan kebersamaan sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga keutuhan grup.
"Jadi God Bless itu mau ada acara panggung, maupun tidak, kadang-kadang suka menyempatkan berkumpul. Kadang di vila Ahmad Albar yang di Cisalak. Ramai-ramai, bawa anak cucu. Kalau ada yang ulang tahun kumpul. Biasanya di basecamp kami di Cibubur, rumahnnya Ian Antono. Di situ kami berlatih setiap seminggu sekali," ungkap Denny MR.
Latihan rutin dan kebersamaan ini menjadi kunci bagi God Bless untuk tetap solid.
"Mungkin karena mereka itu ada tawaran manggung maupun tidak, mereka latihan. Dan itu yang akhirnya menjaga energi mereka sebagai anak band yang sudah berumur 50 tahun lebih," sambungnya.
God Bless Dilarang Bubar
Denny MR menyaksikan setiap masalah yang dihadapi oleh God Bless selalu dapat diatasi dengan baik. Para anggota band ini berkomitmen untuk tidak membiarkan konflik yang muncul berujung pada pembubaran band. Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa God Bless tetap eksis hingga kini.
"Kalau di mata saya sebenarnya, untuk anak band itu, salah satu tantangan terbesarnya bukan semata-mata masalah kreatif, tapi masalah kebuntuan, masalah kebosanan. Bagaimana bertahan dalam kebosanan, itu kan sesuatu yang berat, ya. Saya sering melihat ketika mereka buntu, bertikai... Tapi separah apapun itu, tidak sampai mengorbankan God Bless," ungkap Denny.
Ia juga menambahkan seakan ada larangan untuk memikirkan pembubaran God Bless.
"Itu sebabnya sampai sekarang saya masih bersama mereka dan God Bless tetap tampil terus. Karena selalu ada energi-energi baru setelah rasa bosan itu lewat," kata Denny.
Konser Tunggal di Bulan Mei
Grup musik legendaris God Bless akan mengadakan konser akustik di Balai Sarbini, Jakarta, pada tanggal 17 Mei 2025. Konser ini menjadi yang pertama bagi Achmad Albar dan rekan-rekannya setelah 52 tahun berkarya dalam dunia musik rock.
Menurut Achmad Albar, format akustik ini merupakan hal baru yang diusung oleh God Bless. Dengan konsep yang lebih intim, mereka berharap acara tersebut dapat memberikan pengalaman yang berbeda bagi para penonton.
"Kayaknya sesuatu yang baru buat kita. Kenapa nggak kita coba, buat suatu suasana yang beda gitu," saat ditemui di Kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.
Ia menambahkan, "Ini kan lebih akrab, artinya dengan akustik kita lebih dekat dengan penonton. Ya mudah-mudahan menjadi suatu tontonan yang menarik."