Mengenang Sosok Donny Fattah: Seniman Panutan dan Ayah Rendah Hati
Dunia musik Indonesia berduka atas kepergian Donny Fattah, bassist legendaris God Bless. Putranya, Iman Fattah, mengenang sang ayah sebagai seniman panutan dan sosok rendah hati yang konsisten dalam bermusik hingga akhir hayatnya.
Kabar duka menyelimuti jagat musik Tanah Air dengan berpulangnya Donny Fattah, bassist legendaris grup band God Bless, pada Sabtu, 7 Maret 2026. Donny Fattah menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, setelah berjuang melawan berbagai komplikasi penyakit. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan musisi, dan para penggemar setianya.
Putra mendiang Donny Fattah, Iman Fattah, mengungkapkan rasa kehilangannya yang mendalam atas sosok sang ayah. Iman mengenang Donny Fattah sebagai pribadi yang sangat rendah hati, baik, dan seorang seniman panutan. Ia merasa sangat beruntung dapat menjadi anak dari musisi yang dihormati banyak orang dan membanggakan keluarga.
Donny Fattah, yang juga dikenal sebagai salah satu pendiri God Bless, adalah ikon musik rock Indonesia. Dedikasi dan idealismenya dalam bermusik telah menginspirasi banyak generasi. Konsistensinya dalam berkarya menjadi teladan bagi Iman Fattah dalam meniti karier sebagai musisi.
Dedikasi Donny Fattah dalam Bermusik
Iman Fattah menyoroti bagaimana Donny Fattah adalah sosok musisi yang sangat menjiwai kariernya. Sang ayah mendalami setiap kontribusinya di dunia musik, menjadikannya seorang seniman sejati. Dedikasi ini terlihat dari karyanya yang abadi bersama God Bless dan proyek musik lainnya.
Konsistensi Donny Fattah pada jalur musik rock membuatnya menjadi panutan bagi Iman dalam menjalani karier. Iman mengagumi idealisme sang ayah yang tak tergoyahkan, menghadapi setiap tantangan di depan mata. Semangat ini menjadi warisan berharga bagi dunia musik Indonesia.
Selain God Bless, Donny Fattah juga pernah tercatat sebagai anggota grup musik Gong 2000. Ia sering terlibat dalam penggarapan album penyanyi bernuansa rock seperti Ikang Fawzi dan Nicky Astria. Kontribusinya telah membentuk identitas musik rock Indonesia hingga dikenal luas.
Perjuangan Melawan Sakit di Akhir Hayat
Beberapa waktu terakhir, kondisi kesehatan Donny Fattah kerap tidak stabil, sehingga mengurangi waktu untuk mengobrol bersama keluarga. Donny sempat dilarikan ke Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Fatmawati dua hari sebelum meninggal dunia karena kondisinya menurun drastis.
Iman menceritakan bahwa setelah diperiksa dan dirawat di UGD, kondisi ayahnya sempat membaik. Ia dan kakaknya sempat menjenguk dan bisa mengobrol setelah Donny diberi oksigen. Namun, kondisi Donny kembali menurun dan harus dibawa ke ruang ICU.
Saat berada di ICU, Donny sempat mengalami stres mental yang cukup mengganggu kondisinya, namun anak-anaknya berusaha menenangkan. Pada Sabtu pagi pukul 09.00, keluarga dan anak-anaknya dihubungi untuk datang ke rumah sakit karena kondisi Donny terus menurun hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Mendiang Donny Fattah diketahui mengidap beberapa penyakit serius yang memperburuk kondisi kesehatannya:
- Penyakit autoimun yang melemahkan sarafnya.
- Komplikasi penyakit jantung.
- Pernah melakukan operasi pemasangan ring.
- Sarkopenia (penurunan massa dan kekuatan otot secara bertahap).
- Penyumbatan vaskular (gangguan pada pembuluh darah).
Sumber: AntaraNews