Di Balik Sukses Konser God Bless Unplugged, Kala Legenda Rock Indonesia Menantang Diri dalam Format Baru

Band legendaris God Bless berhasil mengadakan konser unplugged yang sukses di Jakarta pada hari Sabtu, 17 Mei 2025.

M Altaf Jauhar
Oleh M Altaf Jauhar - Reporter
Di Balik Sukses Konser God Bless Unplugged, Kala Legenda Rock Indonesia Menantang Diri dalam Format Baru
God Bless tampil membawakan sejumlah hits andalan mereka. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah) (God Bless tampil membawakan sejumlah hits andalan mereka. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah))

Band legendaris God Bless berhasil mengadakan konser unplugged pada hari Sabtu, 17 Mei 2025. Acara tersebut menjadi momen bersejarah bagi Achmad Albar dan rekan-rekannya, karena ini adalah kali pertama mereka menggelar konser dengan konsep unplugged atau akustik.

Di balik kesuksesan penyelenggaraan konser God Bless Unplugged, terdapat peran penting CEO Kolam Ikan Creative, Iwan Kurniawan, yang bertindak sebagai promotor acara. Iwan bukanlah sosok baru dalam industri musik, mengingat ia pernah menangani proyek untuk band-band terkenal seperti Panbers dan The Mercys.

"Kita ingin menggarap band-band yang hebat di masanya, salah satunya God Bless. Kalau enggak salah bulan Januari kita ngobrol, Februari confirmed. Pas Ramadan kita sudah buka jual tiket," tutur Iwan Kurniawan kepada Liputan6.com.

Keunikan dari konser ini terletak pada tantangan teknis dan musikal yang harus dihadapi oleh para personel God Bless. Format unplugged mengharuskan mereka untuk mengadopsi pendekatan musikal yang sangat berbeda dari biasanya. Meskipun demikian, semangat para personel untuk memberikan penampilan terbaik patut diacungi jempol.

"Saya pernah melihat God Bless 50 tahun pas pakai orkestra, baru kali ini main unplugged. Alhamdulillah sih mereka approve. Kalau enggak salah sampai 12 kali latihan, karena semangat memberikan yang terbaik di konser unplugged ini," tambahnya.

Meskipun konser kemarin mengusung format akustik, nuansa rock dari God Bless tetap terasa kuat. Penambahan alat musik seperti biola dan perkusi membuat sound yang dihasilkan menjadi lebih kaya tanpa mengorbankan konsep akustik yang diusung.

"Kita menambahkan unsur musik lain seperti violin, perkusi, jadi musik tidak terasa sepi, tetap penuh. Roknya tetap ada, tapi konsep akustiknya terjaga. Ya punya tantangan tersendiri sih buat om-om," jelas Iwan Kurniawan.

Selama konser, kehadiran Abdel Achrian sebagai host memberikan daya tarik tersendiri. Iwan Kurniawan menambahkan bahwa ia sengaja mengajak Abdel untuk menjaga suasana tetap hidup dan menghibur penonton, karena personel God Bless cenderung tidak banyak berbicara di atas panggung.

"Kami harus cari cara bagaimana looks dan mood malam itu mesti entertain tanpa memaksakan om-om ini ngomong banyak," tambahnya.

Momen yang tak terduga muncul ketika Rhoma Irama hadir sebagai bintang tamu. Iwan Kurniawan mengungkapkan bahwa kehadiran Raja Dangdut tersebut telah dipersiapkan secara rahasia dan tidak diketahui oleh para anggota God Bless. "Saya approach Bang Haji, itu last minutes baru disepakati H-3, 'Oke saya mau datang. Bahkan istri Om Ian sampai bilang, 'Saya enggak tahu tiba-tiba ada Bang Haji'," kenang Iwan Kurniawan.

Selain Rhoma Irama, konser God Bless Unplugged juga dimeriahkan oleh Nicky Astria, Tohpati, dan Ikang Fawzi. Iwan Kurniawan memilih Nicky Astria karena kedekatannya yang erat secara personal dan musikal dengan Ian Antono, gitaris God Bless. "Nicky menurut kami tidak bisa lepas dari sejarah God Bless, makanya saya tawarkan konsep Om Ian sama Nicky dan Tohpati bawakan 'Syair Kehidupan.' Alhamdulillah mereka terima dan jadi sesuatu juga," jelasnya panjang lebar.

Iwan Kurniawan, sebagai promotor, menganggap dirinya sebagai pelayan bagi penonton yang bersedia membeli tiket untuk pertunjukan yang ia selenggarakan. Baginya, kepuasan penonton adalah indikator utama dari keberhasilan sebuah acara.

"Memang tantangan di malam itu saya buktikan konsep unplugged ini diterima penonton, itu yang saya tunggu sampai akhir. Pas apresiasi itu datang, saya ucap syukur saja sih. Kalau puas ya kita inginnya lebih lagilah. Tapi Alhamdulillah orang yang datang happy," ungkap Iwan Kurniawan.

Keberhasilan konser God Bless Unplugged telah membuka peluang baru bagi Kolam Ikan Creative. Ia mengakui bahwa beberapa toko menunjukkan minat untuk berkolaborasi.

Menurut Iwan Kurniawan, fokusnya bukan hanya pada pertunjukan, tetapi juga dalam memperkenalkan musisi legendaris kepada generasi muda. "Intinya indonesia enggak kurang seniman luar biasa. Negara ini harus hadir buat mereka dan anak-anak gen Z milenial harus tahu bahwa di zamannya banyak seniman, musisi, penyanyi yang juga punya karya luar biasa. Kami ingin kontribusi mengenalkan mereka ini ada dan karyanya luar biasa," tutup Iwan Kurniawan.

Rekomendasi