Cerita Wika Salim Dulu Susah Tidak Punya Uang, Hingga Sakit Menahan Lapar
Di balik keberhasilannya, terdapat cerita menyedihkan saat penyanyi berbakat ini mengaku pernah merasakan lapar yang menyiksa hingga mengalami sakit parah.
Perjalanan karir Wika Salim sebagai penyanyi ternyata tidaklah mudah. Di balik kesuksesannya, terdapat cerita menyedihkan di mana penyanyi yang cantik ini mengaku pernah merasakan kelaparan hingga mengalami sakit parah akibat kekurangan uang.
Hal ini terungkap ketika Wika Salim diundang sebagai tamu dalam podcast bersama Praz Teguh. Ia menceritakan bahwa pernah mengalami masa-masa sulit ketika harus bertahan hidup di Jakarta tanpa penghasilan yang cukup dari label musik. Keadaan semakin memburuk ketika ia jatuh sakit karena penyakit maag yang disebabkan oleh rasa lapar yang berkepanjangan.
Alih-alih mendapatkan perawatan di rumah sakit, Wika Salim justru harus kembali ke rumah orang tuanya dalam keadaan sakit. Pengalaman pahit ini menjadi bagian dari perjalanan panjang Wika, yang sejak lama memiliki impian untuk menjadi artis agar orang tuanya bisa memiliki rumah sendiri.
Sejak kecil bercita-cita menjadi penyanyi
Sejak masih di SMP, Wika Salim sudah menyadari bakat menyanyinya yang bisa membantu perekonomian keluarganya. Ayah Wika bekerja serabutan, sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.
Kondisi ini mendorongnya untuk sering tampil bernyanyi di sekolah, sekaligus menumbuhkan tekad yang kuat untuk menjadi artis dan membahagiakan orang tuanya. Setiap kali menyaksikan acara hiburan di televisi, Wika membayangkan dirinya tampil di sana untuk mengubah nasib keluarganya yang sering berpindah-pindah kontrakan.
"Gue itu pernah ikut audisi 2x, satu nggak diterima, gue coba kedua kali, ikut akhirnya diterima. Tapi dari situ jalannya nggak mulus," ungkap Wika.
Wika melanjutkan ceritanya, "Masuk label nggak jalan, tertipu kontraknya label. Karena emak, bapak gue pendidikannya nggak tinggi. Kontrak tanda tangan aja, nggak tahunya kontrak seumur hidup, untungnya ada orang-orang yang ngebantuin gue." Pengalamannya menunjukkan bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu mudah, meskipun ada tantangan dan rintangan yang harus dihadapi.
Wika tetap berusaha dan berjuang untuk mencapai impiannya, serta berterima kasih kepada orang-orang yang membantunya di sepanjang jalan. Bakat dan kerja kerasnya menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-citanya sebagai seorang penyanyi yang sukses.
Kontrak sewa Rp400 ribu harus dibagi bersama
Setelah resmi bergabung dengan label, Wika memilih untuk menetap di Jakarta. Namun, tingginya biaya hidup dan rendahnya penghasilan memaksanya untuk berbagi biaya kontrakan sebesar Rp400 ribu per bulan dengan teman-temannya. Meskipun sudah aktif tampil di atas panggung, kehidupannya masih serba kekurangan.
"Gue dulu selalu harapannya di label bisa dapat duit, gue kan udah nyanyi di panggung. Gue harus tinggal di Jakarta, ngontrak aja Rp400 ribu gue nggak punya duit. Sebulan gue patungan sama teman gue," ungkapnya.
Keputusan Wika untuk tinggal di Jakarta setelah bergabung dengan label musik ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Biaya hidup yang tinggi dan penghasilan yang minim membuatnya terpaksa berbagi biaya kontrakan dengan teman-teman. Hidup dalam kondisi yang serba kekurangan, meski sudah aktif manggung, menjadi kenyataan pahit yang harus dihadapinya.
"Gue dulu selalu harapannya di label bisa dapat duit, gue kan udah nyanyi di panggung. Gue harus tinggal di Jakarta, ngontrak aja Rp400 ribu gue nggak punya duit. Sebulan gue patungan sama teman gue," ungkapnya, menggambarkan perjuangannya.
Mengalami sakit maag yang parah akibat menahan rasa lapar
Wika Salim mengalami sakit parah ketika tubuhnya tidak lagi mampu menahan rasa lapar yang berkepanjangan. Ia menderita magh yang membuatnya kesakitan setiap kali bergerak. Tanpa adanya pemasukan dari label, Wika tidak bisa membeli makanan bergizi. Hal ini berakibat pada penurunan kondisi fisiknya yang sangat drastis, dan ia tidak mendapatkan pertolongan medis dengan segera.
"Pas, satu momen gue sakit ya orang namanya di situ susah, makan kadang gue dikasih sama label. Tapi, gue nggak dapat duit, di label nggak ada kerjaan juga. Saking nahannya lapar gue sakit maag udah parah. Nggak ada duit, gue diemin saja," jelasnya.
Kondisi sulit yang dihadapi Wika menunjukkan betapa pentingnya dukungan finansial dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tanpa adanya pemasukan yang memadai, ia terpaksa menahan lapar dan tidak mendapatkan perawatan yang diperlukan. Hal ini menciptakan siklus yang menyakitkan, di mana kekurangan gizi berkontribusi pada masalah kesehatan yang lebih serius. Wika berharap situasi ini dapat segera berubah, sehingga ia bisa mendapatkan bantuan yang diperlukan untuk memulihkan kesehatannya dan menjalani hidup dengan lebih baik.
Dipulangkan dalam keadaan lemah
Akibat dari kondisi kesehatan yang memburuk, label Wika Salim memutuskan untuk mengembalikan artis tersebut ke rumah orang tuanya. Kejadian ini membuat Wika Salim merasa sedih karena harus pulang dalam keadaan sakit. Ia menceritakan bahwa selama perjalanan pulang, ia hanya bisa terbaring lemas di dalam mobil. Rasa sakit yang dialaminya akibat nyeri maag sangat mengganggu, sehingga ia tidak bisa bergerak.
"Akhirnya teman gue minta ke label, ini sakit minta tolong dibawa ke rumah sakit dulu. Itu gue sakit gitu bukannya dibawa ke rumah sakit, dibawa pulang gue, udah parah banget. Akhirnya mereka (orang tua) juga bingung karena mungkin labelnya nggak bisa kasih bantuan," jelas Wika Salim.
Wika Salim merasa sangat tidak nyaman dengan situasi tersebut, terutama karena ia tidak mendapatkan perawatan yang diperlukan. Dalam perjalanan pulang, rasa sakitnya semakin menjadi-jadi, dan ia berharap ada solusi yang lebih baik. Teman-temannya berusaha untuk membantu dengan meminta pihak label agar membawanya ke rumah sakit. Namun, keputusan untuk membawanya pulang justru membuat semua orang, termasuk orang tuanya, merasa bingung dan khawatir. Wika Salim berharap agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan dan agar semua artis mendapatkan perhatian yang layak saat menghadapi masalah kesehatan.
Pernah pinjam uang untuk biaya pengobatan
Label memberikan pinjaman sebesar Rp600 ribu untuk biaya pengobatan Wika Salim di klinik. Setelah Wika sembuh, jumlah pinjaman tersebut dikurangi dari penghasilannya yang juga tergolong kecil. Dengan gaji bulanan sebesar Rp1 juta, Wika hanya menerima sisa sebesar Rp400 ribu.
Pengalaman ini menjadi salah satu momen yang paling diingat oleh Wika Salim sejak awal karirnya hingga mencapai kesuksesan saat ini. "Udah langsung pulang, ke dokter di infus. Pas udah sembuh, gue ditagih. Ini dipotong ya sama duit kemarin berobat. Kan di label gue dapatnya bulanan, misalnya gue dapat Rp1 juta dipotong Rp600 ribu," ungkapnya.