Anang Hermansyah & Tantri Kotak Tampil Antusias Sambut Band Academy Indosiar
Anang Hermansyah dan Tantri Kotak memberikan sambutan positif terhadap inisiatif Indosiar yang meluncurkan program baru bernama Band Academy.
Industri musik Indonesia tengah bersiap memasuki fase baru dengan diluncurkannya ajang pencarian bakat khusus grup musik yang bernama Band Academy di Indosiar. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi di tengah minimnya kompetisi band yang mampu melahirkan talenta-talenta besar di tingkat nasional.
Musisi Anang Hermansyah dan Tantri Kotak menyambut baik inisiatif yang diusung oleh Indosiar ini. Anang Hermansyah menyatakan bahwa Band Academy adalah langkah yang berani, mengingat festival band sudah cukup lama tidak ada di layar televisi.
Ia menilai bahwa tantangan dalam membangun sebuah band sangat besar, namun memiliki potensi kreativitas yang luar biasa bagi anak muda.
"Ini menarik karena lama di Indonesia tidak ada festival band seperti ini. Ini tantangannya besar. Dan saya lihat niatnya luar biasa, memberi ruang yang luas, bahwa anak muda kita semua ingin berkiprah di industri kreatif. Ini salah satu ikhtiar yang harus di-support," ungkap Anang Hermansyah saat konferensi pers di SCTV Tower Jakarta, Kamis (2/4).
Dukungan dari berbagai pihak, termasuk sponsor dan stasiun televisi, sangat penting agar ekosistem industri kreatif di Tanah Air tetap berkembang dengan baik. Anang juga menekankan pentingnya sinergi dalam memfasilitasi minat seni yang sangat tinggi di berbagai daerah.
"Makanya saya menyambut baik saat berdiskusi, karena ini cita-citanya luar biasa. Silakan dibuka data 37 provinsi, 1 sampai 3 anak-anaknya ingin jadi seniman. Bahwa Indosiar mau membuatnya dan Indomie mau mensponsori, ini wajib didukung. Saya terima kasih bahwa Indosiar mau berjibaku untuk perkembangan musik Indonesia," jelas Anang Hermansyah.
Sejalan dengan pendapat Anang, Pongky Barata yang juga terpilih sebagai juri, merasakan keresahan yang sama mengenai kondisi industri musik yang sempat lesu untuk format band. Ia menunjukkan antusiasme yang tinggi dan rela kembali ke Jakarta demi menyukseskan program yang dinilai "nekat" namun positif ini.
"Bu Siwi di industri televisi, saya di musik, dan kita punya pendapat yang sama bahwa band lagi enggak ramai. Ada TV yang nekat mau mengadakan kompetisi band, saya dukung. Saya sudah tinggal di Bali 10 tahun, karena acara ini saya di Jakarta lagi untuk support," kata Pongky Barata.
Sementara itu, Ariyo Wahab selalu bersemangat setiap kali mendengar kabar tentang adanya kompetisi musik untuk anak-anak band. Vokalis The Dance Company ini berharap Band Academy bisa menjadi pintu masuk bagi para musisi daerah untuk meraih mimpi mereka di industri musik profesional.
"Gue paling semangat kalau dengar ada acara band. Karena keinginan gue cuma ingin jadi pemain band. Dengan ada ini jadi akses buat teman-teman yang ingin jadi anak band kayak gue," ucapnya.
Dengan semangat yang tinggi, para musisi berharap Band Academy dapat memberikan kesempatan dan wadah bagi generasi muda untuk berkreasi dan berprestasi dalam dunia musik.
Ariyo Wahab
Ariyo Wahab memberikan contoh kesuksesan Kotak sebagai bukti nyata dari keberhasilan ajang pencarian bakat. Ia sangat mengapresiasi band tersebut yang berhasil bertahan dan terus meraih prestasi meskipun telah melewati berbagai tantangan internal.
"Menurut gue Kotak jadi contoh yang valid, karena mereka dari festival band. Mereka sudah alami suka dukanya, sudah alami ribut-ribut dan sekarang sudah sampai menjadi band rok dengan vokalis wanita terbaik. Dengan acara ini dunia persilatan band jadi lebih bergairah," jelas Ariyo Wahab.
Dalam pandangannya, keberhasilan Kotak mencerminkan perjalanan yang penuh liku-liku dalam industri musik. Ariyo menilai bahwa pengalaman yang mereka kumpulkan selama ini menjadi modal berharga untuk terus berkarya dan berinovasi.
"Mereka telah menghadapi berbagai rintangan, namun tetap mampu menunjukkan kualitas yang luar biasa. Ini menjadi motivasi bagi banyak band lain untuk tidak menyerah dan terus berjuang dalam mencapai impian mereka," tambahnya.
Kesuksesan Kotak, menurut Ariyo, juga memberikan harapan baru bagi para musisi muda yang ingin menembus industri musik Indonesia.
Indosiar menunjukkan keberanian yang luar biasa
Menanggapi pujian yang diterimanya, Tantri Kotak merasa bangga dan bertekad untuk berkontribusi dalam mencari generasi baru musisi. Ia memberikan apresiasi terhadap keberanian Indosiar yang telah konsisten memberikan kesempatan panggung bagi para musisi, meskipun saat ini banyak tren pencarian bakat solois.
"Indosiar berani sekali, sudah lebih dari dua dekade. Di tengah gempuran talent search yang konsepnya bukan band itu berani menurut aku. Kalau Mas Ariyo bilang Kotak dari talent search, betul. Dan Mas Ariyo yang menemukan saya," kenang Tantri.
Kami percaya bahwa Indosiar mampu memperkenalkan bakat-bakat baru
Optimisme yang sama juga dirasakan oleh Chua Kotak, rekan satu band-nya, yang meyakini bahwa jaringan televisi memiliki peran penting dalam mengidentifikasi bakat-bakat terpendam di berbagai daerah. Ia percaya bahwa audisi yang diselenggarakan dapat menyaring talenta-talenta terbaik yang selama ini tidak mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.
"Kami yakin Indosiar bisa mengenalkan bakat-bakat baru ke seluruh Indonesia," cetus Chua. Dengan semangat ini, Band Academy Indosiar diprediksi akan menjadi daya tarik baru bagi pemirsa televisi serta pencinta musik di Tanah Air.
Episode perdana Band Academy Indosiar dijadwalkan tayang pada Selasa, 7 April 2026, dengan tema Welcome Band Academy. Acara ini diharapkan dapat menarik perhatian banyak orang dan memberikan panggung bagi para musisi muda untuk tampil dan berkreasi.
Dengan dukungan dari Indosiar, para peserta akan memiliki kesempatan untuk menunjukkan bakat mereka kepada publik yang lebih luas. Harapan besar ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi semua yang terlibat dalam acara ini.