Usai Cetak Rekor Tertinggi, Harga Emas Antam Hari ini 25 Desember 2025 Anjlok
Berikut adalah informasi mengenai harga emas Antam pada hari ini, Kamis, 25 Desember 2025.
Harga emas batangan yang ditawarkan oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada hari ini, Kamis (25/12/2025), setelah sempat mencapai rekor tertinggi. Saat ini, harga emas Antam tercatat turun sebesar Rp 14.000, menjadi Rp 2.576.000 per gram, sedangkan pada perdagangan sehari sebelumnya, harga emas berada di angka Rp 2.590.000 per gram.
Selain itu, harga buyback emas Antam juga mengalami kenaikan sebesar Rp 14.000, sehingga harga buyback hari ini menjadi Rp 2.435.000 per gram. Ini adalah harga yang akan didapatkan jika Anda menjual emas kepada Antam.
Perlu dicatat bahwa rekor tertinggi harga emas Antam terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025, dengan harga jual emas di angka Rp 2.590.000 per gram dan harga buyback di Rp 2.449.000 per gram. Informasi mengenai harga emas Antam ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, yang merupakan unit bisnis dari PT Aneka Tambang Tbk. Dengan demikian, data yang disajikan memiliki akurasi dan kredibilitas yang tinggi untuk masyarakat.
Daftar Harga Emas Antam Hari ini
Berikut adalah daftar harga emas Antam hari ini, Kamis (25/12/2025), yang dapat ditemukan di butik Pulogadung:
- Harga emas 0,5 gram: Rp 1.338.000
- Harga emas 1 gram: Rp 2.576.000
- Harga emas 2 gram: Rp 5.092.000
- Harga emas 3 gram: Rp 7.613.000
- Harga emas 5 gram: Rp 12.655.000
- Harga emas 10 gram: Rp 25.255.000
- Harga emas 25 gram: Rp 63.012.000
- Harga emas 50 gram: Rp 125.945.000
- Harga emas 100 gram: Rp 251.812.000
- Harga emas 250 gram: Rp 629.265.000
- Harga emas 500 gram: Rp 1.258.320.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp 2.516.600.000
Harga Emas Turun pada Hari ini, 25 Desember 2025, Setelah Mencetak Rekor Tertinggi
Sebelumnya, harga emas sedikit mengalami penurunan pada hari Rabu, setelah sempat melonjak melewati angka penting di level USD 4.500 per ons pada awal sesi perdagangan. Di sisi lain, harga perak dan platinum juga memangkas sebagian keuntungan setelah mengalami reli yang mencetak rekor.
Dikutip dari CNBC pada Kamis (25/12/2025), harga emas di pasar spot turun sebesar 0,4% menjadi USD 4.468,96 per ons, setelah sebelumnya mencatatkan rekor tertinggi di angka USD 4.525,18 di awal sesi perdagangan. Sementara itu, harga emas berjangka di Amerika Serikat (AS) turun 0,2% menjadi USD 4.497,90.
Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menyatakan bahwa pasar emas saat ini tengah mengalami konsolidasi grafik dan aksi ambil untung yang ringan setelah mencapai rekor tertinggi. Emas biasanya menunjukkan performa yang baik dalam lingkungan suku bunga yang rendah dan cenderung berkembang pesat selama periode ketidakpastian.
Dalam pernyataannya, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan pada hari Selasa bahwa ia ingin Gubernur Federal Reserve (The Fed) yang baru menurunkan suku bunga jika pasar berjalan dengan baik. Bank sentral AS telah melakukan pemangkasan suku bunga sebanyak tiga kali tahun ini, dan saat ini para pelaku pasar memperkirakan akan ada dua pemangkasan suku bunga lagi pada tahun depan.
Di bidang geopolitik, Penjaga Pantai AS sedang menunggu kedatangan pasukan tambahan sebelum kemungkinan melakukan upaya untuk menaiki dan menyita kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela, yang telah menjadi target mereka sejak hari Minggu.
Situasi ini menunjukkan betapa kompleksnya dinamika yang terjadi di pasar global saat ini, terutama yang berkaitan dengan harga komoditas seperti emas. Dengan berbagai faktor yang mempengaruhi, termasuk kebijakan moneter dan ketegangan geopolitik, para investor harus tetap waspada dalam mengambil keputusan investasi mereka.
Harga Perak saat ini Mengalami Fluktuasi
Harga perak mencapai rekor tertinggi di angka USD 72,70, namun kini mengalami penurunan sebesar 0,8% menjadi USD 70,86 per ons.
"Target kenaikan selanjutnya untuk pasar emas adalah USD 4.600/oz dan untuk perak adalah USD 75/oz pada akhir tahun. Indikator teknikal tetap bullish," ungkap Wyckoff.
Sejak awal tahun, harga perak telah melonjak hingga 147% berkat faktor fundamental yang kuat, melebihi kenaikan harga emas batangan yang hanya sekitar 70% dalam periode yang sama.
Sementara itu, harga platinum sempat menyentuh puncaknya di USD 2.377,50 sebelum akhirnya mengalami penurunan dan kini berada di USD 2.198,30, turun 3,3%. Harga palladium juga mengalami penurunan sebesar 9%, menjadi USD 1.692,43 per ons, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Baik platinum maupun palladium, yang digunakan dalam konverter katalitik otomotif untuk mengurangi emisi, masing-masing telah meningkat sekitar 160% dan lebih dari 100% sejak awal tahun, disebabkan oleh pasokan tambang yang ketat, ketidakpastian tarif, serta pergeseran permintaan dari investasi emas.