Tragedi Freeport Tambang Longsor: 3 Jenazah Pekerja Ditemukan, Evakuasi Berlanjut
Tim Tanggap Darurat PT Freeport Indonesia berhasil menemukan tiga jenazah pekerja di lokasi Freeport Tambang Longsor Grasberg Block Cave, Mimika. Upaya penyelamatan terus dilakukan untuk mencari korban lainnya.
Tim Tanggap Darurat PT Freeport Indonesia (PTFI) berhasil mengevakuasi tiga jenazah pekerja tambang yang sebelumnya terjebak di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Mimika, Papua Tengah. Penemuan ini terjadi pada Minggu, 5 Oktober 2025, menyusul insiden longsor lumpur bijih basah yang terjadi pada 8 September 2025 malam. Proses evakuasi intensif masih terus berlangsung untuk menemukan seluruh pekerja yang masih terperangkap di lokasi kejadian.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah ini. Ia menegaskan bahwa PTFI akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban yang telah berada di Tembagapura sejak 14 September 2025. Insiden ini membawa duka yang mendalam bagi seluruh keluarga besar Freeport, mengingat para pekerja adalah bagian penting dari perusahaan.
Longsor lumpur bijih basah ini terjadi di area GBC Extraction 28-30 Panel, Tembagapura, Kabupaten Mimika, sekitar pukul 22.00 WIT. Awalnya, tujuh pekerja dilaporkan terjebak setelah hampir seluruh karyawan berhasil dievakuasi. Dengan penemuan terbaru ini, total lima pekerja telah berhasil ditemukan oleh tim penyelamat hingga Minggu, 5 Oktober 2025.
Kronologi Penemuan dan Identifikasi Korban
Tiga jenazah pekerja yang terjebak di area Freeport Tambang Longsor ditemukan dalam rentang waktu yang berbeda pada Minggu, 5 Oktober 2025. Satu jenazah pertama berhasil ditemukan sekitar pukul 12.00 WIT, diikuti oleh penemuan dua jenazah lainnya pada sekitar pukul 16.53 WIT. Proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati oleh tim Tanggap Darurat PTFI.
Setelah penemuan, proses identifikasi segera dilakukan oleh tim medis dan tim kepolisian. Pekerja yang ditemukan pada pukul 12.00 WIT telah dikonfirmasi sebagai Victor Bastida Ballesteros, seorang warga negara Republik Chili yang merupakan karyawan PT Redpath Indonesia. Identifikasi ini memberikan kejelasan awal terkait salah satu korban.
Sementara itu, dua pekerja yang ditemukan pada sore hari masih melalui proses identifikasi yang cermat. Tim medis dan kepolisian bekerja sama untuk memastikan identitas kedua jenazah tersebut. PT Freeport Indonesia berkomitmen untuk mendukung penuh proses identifikasi ini demi memberikan kepastian kepada keluarga korban.
Tony Wenas mengungkapkan kesedihannya atas kejadian ini. "Selain rekan kerja, mereka adalah bagian dari keluarga besar Freeport. Kehilangan ini membawa duka yang mendalam bagi kita semua," ucap Tony, menunjukkan empati perusahaan terhadap para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Upaya Penyelamatan dan Dukungan Perusahaan
Penemuan tiga jenazah ini menjadi kemajuan penting dalam operasi penyelamatan di lokasi Freeport Tambang Longsor. Tony Wenas menjelaskan bahwa meskipun ada kemajuan, upaya penyelamatan masih terus dilakukan secara intensif untuk menemukan seluruh pekerja yang masih terjebak di dalam tambang. Prioritas utama adalah keselamatan dan penemuan semua korban.
PT Freeport Indonesia memastikan pendampingan penuh bagi seluruh keluarga pekerja yang telah berpulang. Dukungan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari logistik hingga dukungan psikologis, untuk membantu keluarga menghadapi masa sulit ini. Perusahaan juga memberikan dukungan penuh terhadap proses identifikasi yang sedang berlangsung.
Sebelumnya, pada Sabtu, 20 September 2025, tim penyelamat telah berhasil menemukan dua dari tujuh pekerja yang terperangkap. Dengan penemuan tiga jenazah terbaru pada Minggu, 5 Oktober 2025, total lima pekerja telah berhasil ditemukan. Hal ini menunjukkan dedikasi tim penyelamat dalam menghadapi tantangan di lokasi tambang bawah tanah.
Insiden longsor lumpur bijih basah di Grasberg Block Cave ini menjadi pengingat akan risiko yang melekat dalam operasi pertambangan. PTFI terus berupaya memastikan keselamatan kerja dan melakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, sambil tetap fokus pada penyelesaian operasi penyelamatan saat ini.
Sumber: AntaraNews