TP PKK Situbondo: Kolaborasi Pentahelix Situbondo Kunci Pembangunan Daerah
Ketua TP PKK Situbondo, Husna Laili, menekankan pentingnya Kolaborasi Pentahelix Situbondo antara pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan. Simak peran Toserba KDS dalam sinergi ini.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Situbondo, Husna Laili, menegaskan bahwa kerja sama model pentahelix merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan daerah. Kolaborasi inovatif antara pemerintah daerah dan dunia usaha dinilai sangat menentukan arah kemajuan wilayah. Penekanan ini disampaikan oleh Mbak Una, sapaan akrab Husna Laili, di Situbondo.
Salah satu contoh nyata kolaborasi tersebut adalah yang dilakukan oleh Toserba Karya Dharma Sentosa (KDS). Husna Laili memberikan apresiasi tinggi kepada pemilik KDS atas inisiatif mereka dalam mendukung perekonomian lokal. Inisiatif ini menunjukkan bagaimana sinergi dapat menciptakan dampak positif yang signifikan.
KDS berencana membangun area food court yang akan menjadi wadah bagi produk makanan dan minuman dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Situbondo. Langkah ini tidak hanya memberdayakan UMKM, tetapi juga berkontribusi pada pengurangan angka pengangguran dan peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Peran Kolaborasi Pentahelix dalam Pembangunan Daerah
Husna Laili menyoroti bagaimana model kolaborasi pentahelix, khususnya antara pemerintah dan dunia usaha, menjadi pilar penting bagi kemajuan Kabupaten Situbondo. Sinergi ini menciptakan ekosistem yang kondusif untuk inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Ia menyebutkan, "Seperti yang disampaikan Mas Rio (Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo), kolaborasi inovatif antara pemerintah daerah dengan dunia usaha, salah satu contohnya yang dilakukan Toserba Karya Dharma Sentosa (KDS)," kata Mbak Una.
Keterlibatan sektor swasta, seperti Toserba KDS, dalam agenda pembangunan daerah memberikan dimensi baru. Hal ini bukan hanya tentang investasi modal, tetapi juga tentang berbagi keahlian dan jaringan. Kolaborasi ini memastikan bahwa pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata.
Pendekatan pentahelix memungkinkan identifikasi solusi yang lebih komprehensif terhadap tantangan pembangunan. Dengan menggabungkan berbagai perspektif, daerah dapat merumuskan strategi yang lebih efektif. Ini termasuk pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan secara menyeluruh.
Toserba KDS: Pusat Ekonomi dan Pemberdayaan UMKM
Toserba KDS, yang kembali beroperasi setelah insiden kebakaran pada tahun 2024, kini menjadi simbol kebangkitan ekonomi di Situbondo. Kehadirannya kembali tidak hanya menyediakan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga membuka peluang besar bagi masyarakat lokal. Ini menunjukkan resiliensi dan komitmen terhadap pembangunan daerah.
Husna Laili secara khusus mengapresiasi rencana pembangunan food court di samping KDS. "Sebelah kanan (samping KDS) ini akan dibangun food court yang menjual produk masyarakat Situbondo, jadi sinergi antara pemerintah daerah dengan KDS ini terjalin dengan baik dalam rangka membangun Situbondo," ujarnya. Area ini akan menjadi etalase bagi produk UMKM lokal.
Selain mendukung UMKM, Toserba KDS juga berperan aktif dalam mengurangi angka pengangguran. Sebagian besar pekerjanya adalah masyarakat lokal, memberikan dampak langsung pada peningkatan taraf hidup. Pusat perbelanjaan ini juga menjadi ruang interaksi yang vital bagi penjual dan pembeli.
Kehadiran kembali KDS secara signifikan membantu pergerakan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi Situbondo. Ini merupakan bukti bahwa investasi swasta yang strategis dapat menjadi katalisator bagi perkembangan ekonomi regional.
Kontribusi KDS terhadap Visi Daerah
Owner Toserba KDS, Franky Sastro Wijoyo, menegaskan bahwa KDS Situbondo memiliki peran historis sebagai cikal bakal lahirnya jaringan KDS. Oleh karena itu, KDS berkomitmen untuk terus eksis dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mereka menyediakan berbagai kebutuhan mulai dari konveksi hingga rumah tangga.
Franky berharap KDS dapat mendukung visi dan misi pemerintah daerah untuk "naik kelas" dengan menghadirkan kearifan lokal dalam bentuk modern. "Kami harap ini juga bisa mendukung visi dan misi pemerintah daerah yaitu 'naik kelas' dengan menghadirkan kearifan lokal melalui bentuk yang modern. Kami juga berkontribusi untuk membuka peluang kerja," katanya.
Kontribusi KDS tidak hanya terbatas pada penyediaan barang dan jasa, tetapi juga dalam menciptakan lapangan kerja. Ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. KDS berupaya menjadi pusat pengembangan ekonomi yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews