Tak Hanya Profit, BRI Dorong Pertumbuhan Berorientasi Kesejahteraan Rakyat dan Kelestarian Alam
Bank Rakyat Indonesia (BRI), dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), menegaskan selalu dilakukan secara terarah dan terukur.
Bank Rakyat Indonesia (BRI), dalam pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), menegaskan selalu dilakukan secara terarah dan terukur. Tujuannya agar memastikan setiap program memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Corporate Secretary BRI, Dhanny menjelaskan, pihaknya akan terus memperkuat komitmen keberlanjutan dengan memastikan setiap inisiatif BRI Peduli berjalan konsisten dan memberikan manfaat jangka panjang.
"Melalui pendekatan yang terintegrasi antara aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, BRI berupaya menghadirkan pertumbuhan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam," ujar Dhanny.
Melalui payung program BRI Peduli, BRI terus memperluas kontribusi positif terhadap aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Program ini menjadi bentuk nyata penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam kegiatan bisnis perseroan.
BRI Peduli menempatkan keberlanjutan sebagai gerakan kolektif lintas sektor. Di bidang sosial, BRI berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai inisiatif seperti Cegah Stunting Itu Penting, Ini Sekolahku, dan Fellowship Journalism yang memperluas akses pendidikan serta literasi publik. Selain itu, Creation Scholarship telah menjangkau ratusan pelajar berprestasi di seluruh Indonesia.
Pada aspek ekonomi, BRI memperkuat daya saing dan kemandirian masyarakat melalui program Desa BRILiaN, Rumah BUMN, AURA (Aspire to Uplift, Revive, and Achieve), serta Klaster Unggulan yang berfokus pada pemberdayaan UMKM, perempuan pelaku usaha, dan inovasi wirausaha lokal.
Hingga September 2025, Rumah BUMN telah memfasilitasi 12.883 UMKM, sementara Desa BRILiaN mendukung pengembangan 33 desa unggulan yang menjadi contoh praktik ekonomi hijau di tingkat lokal.
Komitmen terhadap lingkungan juga diwujudkan melalui program Gerakan Kelola Sampah (GAS), Taman Kehati, dan Jaga Sungai Jaga Kehidupan. Dalam hal ini, program Yok Kita GAS telah mengelola lebih dari 191 ribu kilogram sampah organik dan anorganik, sedangkan Jaga Sungai Jaga Kehidupan berhasil membersihkan ribuan meter sungai di berbagai wilayah Indonesia.