Tahukah Anda? Realisasi KUR NTT Tembus Rp2,08 Triliun untuk 48 Ribu Debitur, Sektor Perdagangan Mendominasi!
Realisasi KUR NTT mencapai Rp2,08 triliun per September 2025, menyasar 48.951 debitur di seluruh provinsi. Penyaluran UMi juga tinggi. Bagaimana dampak signifikan ini terhadap akselerasi ekonomi lokal?
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat pencapaian signifikan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga 30 September 2025, total realisasi KUR di provinsi tersebut mencapai angka Rp2,08 triliun. Dana ini telah disalurkan kepada 48.951 debitur yang tersebar di berbagai wilayah.
Kepala Kanwil DJPb Kemenkeu Provinsi NTT, Adi Setiawan, menyampaikan informasi ini di Kupang pada hari Kamis. Penyaluran masif ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan bagi usaha produktif. Tujuannya adalah untuk meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah kepulauan tersebut.
Selain KUR, Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di NTT juga menunjukkan perkembangan positif. Per September 2025, penyaluran UMi mencapai Rp207,80 miliar, melayani 43.856 debitur. Inisiatif pembiayaan ini diharapkan mampu menjadi katalisator bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi lokal dan penyerapan tenaga kerja.
Pencapaian Realisasi KUR di NTT: Angka dan Sebaran
Total penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di NTT per 30 September 2025 mencapai Rp2,08 triliun, menjangkau 48.951 debitur. Bank BRI menjadi penyalur terbesar dengan kontribusi sebesar Rp1.699,04 miliar, melayani 45.223 debitur. Angka ini mencerminkan peran vital perbankan dalam mendukung program pemerintah.
Secara geografis, Kota Kupang menerima porsi penyaluran KUR terbesar, yakni Rp211,57 miliar untuk 2.934 debitur. Sementara itu, Kabupaten Malaka tercatat sebagai wilayah dengan penyaluran terkecil, mencapai Rp14,28 miliar. Distribusi ini menunjukkan perbedaan kebutuhan dan kapasitas penyerapan KUR antarwilayah.
Dari sisi sektor usaha, penyaluran KUR di NTT didominasi oleh sektor perdagangan besar dan eceran. Sektor ini menyumbang 54,06 persen dari total penyaluran. Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan perdagangan merupakan tulang punggung ekonomi bagi banyak pelaku usaha di NTT.
Adi Setiawan juga menjelaskan bahwa skema KUR mikro, dengan plafon antara Rp10 juta hingga Rp100 juta, masih mendominasi penyaluran. Skema ini mencakup nilai sebesar Rp1.521,2 miliar atau 73,15 persen dari total penyaluran, melayani 46.491 debitur. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar penerima KUR adalah usaha berskala mikro.
Perkembangan Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dan Dampaknya
Penyaluran Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di NTT per September 2025 mencapai Rp207,80 miliar, melayani 43.856 debitur. Angka ini setara dengan 81,7 persen dari total penyaluran tahun 2024, menunjukkan pertumbuhan yang konsisten. Mayoritas penyaluran UMi, yaitu Rp206,16 miliar atau 99,2 persen, dilakukan melalui skema kelompok untuk 43.717 debitur.
Sama seperti KUR, sektor perdagangan besar dan eceran juga mendominasi penyaluran UMi, mencapai 99,29 persen dari total. Ini menegaskan bahwa sektor perdagangan merupakan segmen yang sangat aktif dalam memanfaatkan pembiayaan ultra mikro. Dukungan ini sangat krusial bagi keberlangsungan usaha kecil.
Permodalan Nasional Madani (PNM) menjadi penyalur terbesar untuk UMi, dengan total Rp203,42 miliar yang disalurkan kepada 43.170 debitur. Dari sisi wilayah, Kabupaten Manggarai menerima penyaluran UMi terbesar, yakni Rp21,47 miliar untuk 4.311 debitur. Sementara itu, Kabupaten Rote Ndao menerima penyaluran terkecil sebesar Rp3,91 miliar.
Adi Setiawan menegaskan bahwa pemerintah menghadirkan dukungan pembiayaan KUR dan UMi untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha produktif UMKM dan usaha ultra mikro. Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing usaha, menambah jumlah wirausahawan, serta mendukung pelaku usaha agar dapat naik kelas. Melalui pembiayaan ini, diharapkan terjadi akselerasi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja seiring terciptanya lapangan kerja baru di NTT.
Sumber: AntaraNews