Tahukah Anda? Festival Tuna 2025 di Sulawesi Utara Siap Dorong Roda Ekonomi UMKM Lokal Hingga Mendunia!
Festival Tuna 2025 di Sulawesi Utara akan menjadi panggung bagi puluhan UMKM lokal, memamerkan olahan tuna berkualitas dan menggerakkan ekonomi daerah. Siapkah Sulut mendunia?
Festival Tuna Sulawesi Utara Season 4 akan kembali digelar pada tahun 2025 mendatang di Manado. Ajang ini secara khusus dirancang untuk menggerakkan pertumbuhan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut. Puluhan UMKM lokal akan dilibatkan dalam perhelatan akbar yang berfokus pada komoditas unggulan tuna ini.
Pelaksana tugas Kabid Humas Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Suluttenggomalut, Joga Saksono, menyatakan keterlibatan UMKM adalah inti acara. Ia menegaskan bahwa festival ini merupakan platform penting untuk mempromosikan produk lokal. Tujuannya adalah memperkuat ekonomi daerah melalui potensi bahari yang melimpah.
Sebanyak 31 UMKM binaan dari berbagai pihak akan memamerkan produk olahan tuna mereka. Kemenkeu Sulut, Dekranasda Sulut, dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Sulut turut mendukung penuh inisiatif ini. Mereka berharap festival ini dapat meningkatkan nilai tambah komoditas tuna asli Sulawesi Utara.
Panggung Inovasi Kuliner Tuna dari UMKM Lokal
Festival Tuna 2025 akan menjadi etalase bagi 31 UMKM terpilih untuk menampilkan inovasi kuliner berbahan dasar tuna. Berbagai produk olahan seperti steak tuna bakar, dimsum, abon tuna, bakso, hingga rahang tuna akan disajikan kepada pengunjung. Kehadiran beragam sajian ini menunjukkan kreativitas UMKM dalam mengolah potensi bahari.
Produk-produk ini tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki nilai tambah ekonomi yang signifikan. Joga Saksono menjelaskan bahwa melalui gelaran ini, masyarakat nasional dan internasional dapat melihat kekuatan serta kualitas tuna asal Sulawesi Utara. Hal ini sekaligus menjadi bukti nyata kemampuan UMKM dalam menciptakan produk berdaya saing tinggi.
Keterlibatan UMKM dalam Festival Tuna 2025 diharapkan mampu membuka pasar yang lebih luas. Ini akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan bisnis mereka. Dengan demikian, festival ini menjadi sarana efektif untuk mempromosikan kekayaan bahari dan kuliner khas daerah.
Kolaborasi Kuat untuk Ekosistem UMKM yang Berkelanjutan
Keberhasilan Festival Tuna 2025 tidak lepas dari kolaborasi erat berbagai pihak. Dekranasda Sulut dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Sulut turut serta memberikan dukungan penuh. Sinergi ini menciptakan ekosistem yang kondusif bagi para pelaku UMKM untuk berkembang.
Bank Tabungan Negara (BTN) juga berperan penting sebagai penyedia layanan transaksi QRIS. Fasilitas ini memudahkan pengunjung dalam bertransaksi, sekaligus memperkenalkan metode pembayaran digital kepada UMKM. Dukungan teknologi ini sangat relevan untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan pasar.
Joga Saksono menyerukan dukungan bersama bagi nelayan, pembudidaya, dan pelaku UMKM. “Mari bersama-sama kita dukung para nelayan, pembudidaya dan pelaku UMKM untuk terus berkarya dan membawa nama Sulawesi Utara mendunia melalui komoditas tuna yang kita banggakan,” ujarnya. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya dukungan komunitas.
Melalui kolaborasi strategis ini, Festival Tuna 2025 diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi semata, melainkan juga pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Festival ini bertujuan untuk membangun fondasi ekonomi lokal yang kuat dan berkelanjutan, memanfaatkan potensi sumber daya alam secara optimal.
Mendorong Ekonomi Lokal dan Membawa Tuna Sulut Mendunia
Festival Tuna 2025 memiliki misi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan. Dengan menampilkan produk olahan tuna berkualitas tinggi, festival ini berupaya menciptakan peluang pasar baru bagi UMKM. Ini akan berkontribusi pada peningkatan pendapatan masyarakat dan kesejahteraan daerah.
Joga Saksono menegaskan kembali pentingnya memperkenalkan kekuatan dan kualitas tuna asal Sulawesi Utara ke kancah nasional dan internasional. “Melalui gelaran ini, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat nasional dan internasional kekuatan dan kualitas tuna asal Sulawesi Utara,” katanya. Hal ini merupakan langkah strategis untuk membuka pintu ekspor.
Potensi pasar tuna Sulawesi Utara sangat besar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Festival ini berfungsi sebagai jembatan untuk menghubungkan UMKM dengan pembeli potensial. Dengan demikian, diharapkan produk-produk tuna olahan Sulut dapat bersaing di pasar global.
Sumber: AntaraNews