Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) menginisiasi program inovatif bertajuk "Ramadhan Berkah" untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Inisiatif ini bertujuan untuk menghijaukan Ramadhan melalui penukaran botol plastik bekas dengan voucher makan. Program ini merupakan bagian dari upaya BI Sulut dalam mendukung kelestarian lingkungan dan ekonomi lokal.
Kepala BI Perwakilan Sulut, Joko Supratikto, menjelaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat Program Asri dari Presiden Republik Indonesia. Melalui kegiatan ini, BI Sulut berharap dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Ini sekaligus menjadi langkah nyata dalam menjaga bumi dari sampah plastik.
Masyarakat dapat berpartisipasi dengan menukarkan lima botol plastik bekas untuk mendapatkan voucher makan. Voucher tersebut bisa digunakan di berbagai tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berpartisipasi. Penukaran dapat dilakukan di Kegiatan Hijrah Sulut Fest atau Festival Halal, Inklusif dan Hijau Ramadhan Sulawesi Utara Tahun 2026 yang berlokasi di Kawasan Megamas Manado, hingga tanggal 15 Maret 2026.
Advertisement
Advertisement
Program BI Hijaukan Ramadhan Berkah tidak hanya berfokus pada aspek sosial, tetapi juga memiliki target lingkungan yang ambisius. BI Sulut menargetkan pengumpulan hingga 4.000 botol plastik selama periode program berlangsung. Angka ini menunjukkan komitmen serius dalam mengurangi jejak sampah plastik di Manado dan sekitarnya.
Setelah terkumpul, botol-botol plastik ini tidak akan berakhir di tempat pembuangan akhir. BI Sulut telah menjalin kerja sama strategis dengan Wirausaha Unggulan Sulawesi Utara (Wanua), khususnya Bank Sampah Induk Likupang. Kemitraan ini memastikan bahwa sampah plastik akan diolah secara bertanggung jawab.
Proses pengolahan sampah plastik akan mengubahnya menjadi produk home decor yang memiliki nilai jual tinggi. Hal ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru. Inisiatif ini menjadi contoh nyata ekonomi sirkular yang berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Selain dampak positif terhadap lingkungan, program BI Hijaukan Ramadhan Berkah juga dirancang untuk memberikan dorongan signifikan bagi perekonomian lokal. Voucher makan yang diberikan sebagai imbalan penukaran botol plastik dapat dibelanjakan di berbagai tenant UMKM. Ini secara langsung meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil dan menengah.
Keterlibatan UMKM dalam program ini menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguntungkan. Masyarakat mendapatkan insentif untuk menjaga lingkungan, sementara UMKM mendapatkan pelanggan baru dan peningkatan penjualan. Ini adalah wujud nyata dari keberpihakan BI terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan.
Joko Supratikto menekankan bahwa langkah sederhana ini memiliki dampak berlipat ganda. "Dengan langkah sederhana ini, kita tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga menggerakkan UMKM dan menghadirkan keberkahan ekonomi di bulan Ramadhan," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan visi holistik program.
Advertisement
Advertisement
Kesuksesan program BI Hijaukan Ramadhan Berkah sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat Sulawesi Utara. Masyarakat diundang untuk membawa botol plastik bekas mereka dan menukarkannya di lokasi yang telah ditentukan. Ini adalah kesempatan bagi setiap individu untuk berkontribusi pada lingkungan dan ekonomi.
Kegiatan penukaran botol plastik ini menjadi bagian integral dari rangkaian acara Hijrah Sulut Fest atau Festival Halal, Inklusif dan Hijau Ramadhan Sulawesi Utara Tahun 2026. Festival ini menjadi wadah yang tepat untuk menggalakkan kegiatan positif selama bulan Ramadhan.
Lokasi penukaran berada di Kawasan Megamas Manado, sebuah pusat keramaian yang mudah dijangkau. Program ini akan berlangsung hingga tanggal 15 Maret 2026, memberikan waktu yang cukup bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Kehadiran di festival ini juga memungkinkan masyarakat menikmati berbagai penawaran dari UMKM.
Advertisement
Sumber: AntaraNews