SIG Raih Dua Gold ASRRAT 2025: Bukti Komitmen Kuat Bisnis Berkelanjutan dan Transisi Industri Hijau
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil meraih dua penghargaan Gold dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025, menegaskan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dan akselerasi transisi industri hijau.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) kembali menorehkan prestasi gemilang dengan meraih dua penghargaan Gold pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025. Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas dedikasi dan komitmen kuat perusahaan dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan di seluruh lini operasionalnya.
Pencapaian prestisius ini diumumkan dalam keterangan resmi di Jakarta pada Rabu, 4 Desember, yang menegaskan posisi SIG sebagai pemimpin dalam pelaporan keberlanjutan. Direktur Operasi SIG, Reni Wulandari, menyatakan bahwa penghargaan ini membuktikan keseriusan SIG dalam penerapan prinsip-prinsip keberlanjutan.
Reni Wulandari juga menambahkan, penghargaan tersebut merupakan refleksi dari komitmen perusahaan terhadap tata kelola yang baik dan transparansi informasi. Hal ini penting untuk memenuhi hak para pemangku kepentingan, sekaligus mendukung akselerasi transisi menuju industri hijau guna berkontribusi pada target net zero emission 2050.
Pengakuan Internasional dan Komitmen Tata Kelola Berkelanjutan
Dalam ajang ASRRAT 2025, SIG Group secara keseluruhan berhasil mengumpulkan empat penghargaan, menunjukkan dominasinya di sektor ini. Selain SIG yang meraih peringkat Gold, anak perusahaannya, PT Semen Baturaja Tbk, juga berhasil mendapatkan peringkat Gold.
Sementara itu, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk turut meraih peringkat Silver dan Commendation Award atas partisipasi perdananya dalam ajang bergengsi ini. ASRRAT sendiri diselenggarakan oleh National Center for Corporate Reporting bekerja sama dengan Institute of Certified Sustainability Practitioners.
Ajang ASRRAT merupakan platform pemeringkatan laporan keberlanjutan yang bertujuan mengapresiasi perusahaan dan institusi atas kualitas laporan serta komitmen mereka terhadap praktik terbaik dalam tata kelola berkelanjutan. Pada tahun 2025, ASRRAT diikuti oleh 82 perusahaan dan organisasi, termasuk 78 dari Indonesia dan empat entitas dari luar negeri, dengan penilaian dilakukan oleh para asesor kompeten dari kalangan akademisi dan praktisi ahli.
Implementasi Prinsip Keberlanjutan dalam Operasional
Reni Wulandari menegaskan bahwa SIG terus memperkuat komitmen keberlanjutan yang berfokus pada tiga prinsip utama tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu prosperity, people, dan planet. Komitmen ini diwujudkan melalui integrasi prinsip-prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek operasional bisnis perusahaan.
Integrasi ini mendukung upaya perlindungan lingkungan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan secara positif berdampak pada kinerja perusahaan. Sebagai contoh nyata, di Pabrik Tuban, Jawa Timur, SIG mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam pengelolaan lahan tambang dengan menerapkan metode zero run off untuk menjaga keseimbangan air bawah tanah di area tersebut.
Selain itu, dalam pengelolaan lahan reklamasi, khususnya di quarry batu gamping, SIG menerapkan inovasi reklamasi dengan penanaman pohon menggunakan sistem alur. Teknik ini melibatkan pembuatan lubang memanjang dengan lebar dan kedalaman tertentu sebagai tempat media tanam, sehingga penanaman pohon untuk reklamasi menjadi lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan.
Inovasi Pengelolaan Lahan Pascatambang dan Energi Terbarukan
SIG tidak berhenti pada pengelolaan lahan tambang, tetapi juga menciptakan terobosan dalam pengelolaan lahan pascatambang dengan membangun kawasan Ecopark Kambang Semi. Inisiatif ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat sekitar melalui berbagai program inovatif.
Program pemberdayaan tersebut meliputi perkebunan pisang cavendish, perkebunan dan penyulingan kayu putih, area green house, area peternakan (lele, ayam petelur, dan kambing), keramba apung ikan nila, Bale Kriya (paving stone, pot, bata interlock), hingga area perkemahan. Sejalan dengan roadmap Ecopark Kambang Semi, sejak 2022 SIG menginisiasi program pemanfaatan tanaman jagung dan penanganan limbah tongkol jagung, yang tidak hanya memberi manfaat ekonomi lokal tetapi juga mengembalikan fungsi ekologis lahan.
Perusahaan juga aktif mendorong pemanfaatan limbah tongkol jagung sebagai bahan bakar alternatif, guna mempercepat penurunan emisi CO2 sesuai Peta Jalan Keberlanjutan 2030. Upaya ini merupakan bagian dari visi SIG untuk mewujudkan operasi ramah lingkungan dan penyediaan produk semen rendah karbon.
Pemanfaatan energi terbarukan berbasis limbah industri, biomassa, RDF, dan listrik tenaga surya semakin memperkuat dekarbonisasi SIG. Langkah ini tidak hanya meningkatkan efisiensi sumber daya dan kualitas lingkungan, tetapi juga mendukung penyediaan produk bangunan yang ramah lingkungan. Di tengah isu perubahan iklim dan dinamika ekonomi, praktik bisnis berkelanjutan ini memberikan kekuatan bagi SIG untuk meningkatkan kapasitas, mengoptimalkan peluang, dan mendorong pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews