Revvo 92 Kembali Tersedia di SPBU Vivo, Pasokan Pulih Setelah Sempat Langka
Kabar gembira bagi pengguna SPBU Vivo! BBM Revvo 92 Kembali Tersedia secara bertahap setelah kelangkaan sejak pertengahan Oktober, menyusul kesepakatan penting dengan Pertamina Patra Niaga.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo mengumumkan ketersediaan kembali bahan bakar minyak (BBM) jenis Revvo 92. Pengumuman ini disampaikan melalui akun Instagram resmi mereka pada Minggu, 23 November, setelah sempat mengalami kelangkaan. Ketersediaan Revvo 92 ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen setia Vivo.
Kelangkaan BBM Revvo 92 terjadi sejak pertengahan Oktober, menyebabkan keresahan di kalangan pengguna. Kini, pasokan Revvo 92 akan kembali normal secara bertahap di seluruh SPBU Vivo. Konsumen dapat memeriksa ketersediaan produk melalui tautan khusus yang disediakan manajemen.
Pulihnya pasokan Revvo 92 ini tidak lepas dari upaya negosiasi yang dilakukan oleh manajemen Vivo. Kesepakatan dengan Pertamina Patra Niaga menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah distribusi bahan bakar ini. Langkah ini menunjukkan komitmen Vivo untuk melayani pelanggannya.
Pemulihan Stok Revvo 92 Berkat Kesepakatan Strategis
Ketersediaan Revvo 92 di SPBU Vivo kembali pulih secara bertahap mulai hari ini. Manajemen Vivo secara resmi mengumumkan kabar baik ini melalui akun Instagram @spbuvivo, yang langsung disambut antusias oleh pelanggan. Mereka juga menyediakan tautan s.id/stokbbmvivo untuk memudahkan pengecekan ketersediaan Revvo 92.
Pemulihan stok Revvo 92 ini merupakan hasil dari kesepakatan penting. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa SPBU Vivo mendekati kesepakatan untuk membeli bahan bakar minyak dari Pertamina Patra Niaga. Volume yang disepakati sekitar 100 ribu barel, menunjukkan skala kerja sama ini.
Laode Sulaeman menyatakan, "Awalnya juga kan Vivo sudah minta 100 ribu barel. Harusnya, ini belum diputus, harusnya ya sama," saat ditemui di Jakarta pada Jumat (7/11). Pernyataan ini mengindikasikan bahwa volume pasokan Revvo 92 yang diminta Vivo akan terpenuhi. Kerja sama ini menjadi solusi konkret untuk mengatasi kelangkaan yang terjadi.
Kronologi Kelangkaan dan Negosiasi Pasokan
SPBU Vivo mengalami kelangkaan BBM Revvo 92 pada pertengahan Oktober, mengikuti jejak SPBU Shell dan British Petroleum (BP) yang lebih dulu mengalami masalah serupa sejak pertengahan Agustus. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai stabilitas pasokan BBM di SPBU swasta. Dampak kelangkaan ini dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sebelumnya, pada Jumat (26/9), Pertamina Patra Niaga dan PT Vivo Energy Indonesia (Vivo) sempat menjalin kesepakatan jual beli bahan bakar murni (base fuel). Dalam kesepakatan awal tersebut, Vivo menyetujui pembelian 40 ribu barel base fuel dari total 100 ribu barel yang diimpor oleh Pertamina Patra Niaga. Ini menunjukkan adanya upaya awal untuk menjaga pasokan.
Namun, kesepakatan tersebut sempat batal. Dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XII DPR RI pada Rabu (1/10), terungkap bahwa Vivo membatalkan kesepakatan. Pembatalan ini disebabkan oleh temuan etanol sekitar 3,5 persen pada hasil uji lab base fuel yang disediakan. Kondisi ini memperpanjang masa kelangkaan Revvo 92.
Setelah pembatalan, negosiasi kembali dilakukan. Pada Senin (6/10), Pertamina Patra Niaga mengumumkan bahwa PT Vivo Energy Indonesia dan PT Aneka Petroindo Raya (APR), pengelola SPBU BP, sepakat untuk menindaklanjuti kerja sama impor BBM ke pembicaraan yang lebih teknis. Proses ini akhirnya membuahkan hasil positif bagi Revvo 92.
Pemulihan Bertahap di Tengah Tantangan Pasokan BBM Swasta
Hasil dari pembicaraan teknis tersebut kini mulai terlihat. Stok BBM di SPBU swasta secara berangsur-angsur mulai pulih, memberikan angin segar bagi konsumen. SPBU BP telah lebih dulu kembali menjual BP 92 sejak akhir Oktober, menunjukkan tren positif dalam penyediaan bahan bakar. Kini, SPBU Vivo menyusul dengan ketersediaan Revvo 92.
Meskipun demikian, situasi pasokan BBM di SPBU swasta masih bervariasi. Pada sisi lain, BBM di SPBU Shell masih belum tersedia hingga saat ini, menandakan bahwa tantangan distribusi masih ada. Perbedaan ini menunjukkan kompleksitas dalam rantai pasok bahan bakar di Indonesia. Konsumen diharapkan tetap memantau informasi terkini.
Ketersediaan Revvo 92 kembali menjadi kabar baik bagi pengguna kendaraan yang mengandalkan SPBU Vivo. Pemulihan ini diharapkan dapat mengurangi antrean dan memastikan kelancaran mobilitas masyarakat. Pemerintah dan pihak terkait terus berupaya menjaga stabilitas pasokan BBM nasional.
Sumber: AntaraNews