Proyek Rp1,1 Triliun, Waskita Karya Bangun Bandara Nicolau Lobato di Dili
PT Waskita Karya (Persero) Tbk resmi memulai pembangunan proyek infrastruktur penerbangan di Timor Leste.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk resmi memulai pembangunan proyek infrastruktur penerbangan di Timor Leste. Pembangunan dimulai melalui seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk Landasan Pacu Bandara Internasional Presiden Nicolau Lobato (PNLIA) di Dili, Selasa (20/5).
Direktur Operasi I Waskita Karya, Ari Asmoko, menyampaikan bahwa proyek ini menjadi momen bersejarah bagi perusahaan. Waskita Karya merupakan satu-satunya BUMN asal Indonesia yang dipercaya pemerintah Timor Leste untuk membangun fasilitas bandara tersebut.
“Perseroan berkomitmen penuh menyelesaikan proyek ini tepat waktu dan dengan kualitas terbaik,” ujar Ari dalam keterangan resmi, Rabu (21/5).
Proyek ini ditaksir senilai 72,6 juta dolar AS atau sekitar Rp1,1 triliun dan ditargetkan rampung pada tahun 2028. Pekerjaan utama mencakup perpanjangan landasan pacu (runway) menjadi 2.100 meter, serta pembangunan Runway End Safety Area (RESA) sepanjang minimal 90 meter di setiap ujung landasan demi menjamin keselamatan penerbangan.
Jalur Taxiway hingga Menara Pengawas
Selain landasan pacu, Waskita juga mendapat tugas membangun jalur taxiway untuk mendukung pergerakan pesawat yang lebih efisien. Lingkup proyek juga mencakup pembangunan Menara Pengawas Lalu Lintas Udara (Air Traffic Control Tower), apron atau area parkir pesawat, serta sistem penerangan landasan (Airfield Ground Lighting/AGL) agar bandara bisa beroperasi pada malam hari.
“Semua pembangunan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keselamatan penerbangan. Waskita akan melaksanakan pekerjaan secara detail dan menyeluruh,” tegas Ari.
Ari menambahkan, sebagai BUMN konstruksi dengan pengalaman lebih dari 64 tahun, Waskita Karya memiliki rekam jejak yang kuat dalam proyek bandara, baik di dalam maupun luar negeri. Beberapa proyek besar yang telah diselesaikan antara lain Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta), Kualanamu (Medan), Juanda (Surabaya), Ngurah Rai (Bali), hingga Hasanudin (Makassar).
Perseroan juga pernah membangun Bandara Ahmad Yani Semarang yang meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) karena rampung dalam waktu 12 bulan.
“Di Timor Leste, kami juga telah menyelesaikan Bandara Suai, serta proyek peningkatan Jalan Pasar Tono-Oesilo dan Jalan Perbatasan Oe-Cusse. Terima kasih atas kepercayaan pemerintah Timor Leste,” tutup Ari.