Program BRInita BRI Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat, dari Pangan hingga Lingkungan
Sejak diluncurkan pada 2022, program BRInita telah dilaksanakan di 31 titik dan memberikan manfaat bagi 1.160 jiwa.
Program BRInita yang diinisiasi BRI Peduli tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas dan bibit urban farming, tetapi juga pelatihan pemberdayaan masyarakat agar mampu mengelola lahan secara mandiri. Salah satu lokasi penerapannya adalah Kebun Agro Wisata Kampung Berkebun Pajajaran, Bandung.
Neni, Ketua Kelompok Wanita (KWT) Buruan Sae Pajajarah Hegar, Bandung mengungkapkan rasa syukurnya atas tersedianya lahan percontohan yang kini dimanfaatkan oleh para anggota kelompok.
"Tadinya kami tidak punya lokasi untuk menanam, sekarang sudah ada wadahnya. Kami sangat gembira tentunya, bisa menikmati hasil panen bersama," ujarnya, Sabtu (18/10/2025).
Sejak diluncurkan pada 2022, program BRInita telah dilaksanakan di 31 titik dan memberikan manfaat bagi 1.160 jiwa. Kontribusi program ini juga mencakup peningkatan 86,48% Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara umum, 20,16% IPM Perempuan, serta penurunan stunting sebesar 11,27%.
Secara produktivitas, BRInita telah menghasilkan 9.544,33 kg tanaman sayuran, 112 tanaman obat-obatan keluarga (Toga), serta 3.982 kg pupuk organik cair, 2.218 liter eco enzim, 80 kg maggot BSF, dan 238,61 kg CO2-eq efisiensi emisi gas rumah kaca dari penanaman sayuran hidroponik.
Program ini sekaligus menjadi contoh nyata bahwa urban farming bukan hanya solusi untuk ketahanan pangan, tetapi juga bagian dari gerakan pelestarian lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan.
Corporate Secretary BRI Dhanny menegaskan bahwa urban farming diharapkan dapat menjadi pilar penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan. Pelaksanakan BRInita ini juga mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB)/ Sustainable Development Goals (SDGs).
Program ini juga mendukung Asta Cita Pemerintah yaitu memantapkan sistem pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru.
"Di Hari Pangan Sedunia 2025 ini, mari kita dukung dan kembangkan urban farming sebagai bagian dari solusi modern menghadapi krisis pangan dan perubahan iklim. Bersama, kita wujudkan kota yang sehat dan berkelanjutan, demi masa depan pangan yang lebih baik untuk seluruh generasi," imbuhnya.