PGN Tempuh Jalur Laut Salurkan Bantuan Mendesak untuk Korban Banjir Langsa
Subholding Gas Pertamina, PGN, mengirimkan tim melalui jalur laut untuk mempercepat penyaluran bantuan PGN Banjir Langsa, evakuasi, dan memulihkan komunikasi di daerah terisolasi.
Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), bergerak cepat menyalurkan bantuan mendesak kepada korban banjir di Kota Langsa, Aceh. Tim khusus dikirim melalui jalur laut pada Rabu (04/12) untuk menjangkau daerah yang terisolasi akibat bencana alam. Langkah ini diambil menyusul curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan dampak signifikan.
Kondisi ekstrem ini mengakibatkan terputusnya akses darat dan terganggunya jaringan telekomunikasi di banyak titik di Langsa. Akibatnya, evakuasi warga dan distribusi logistik menjadi sangat terhambat, menimbulkan kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak. PGN memilih jalur laut sebagai solusi strategis untuk mengatasi hambatan akses darat yang tidak memungkinkan.
Vice President of Regional Service SOR 1 PGN Wilayah Sumatera, Ris Haryono, menjelaskan bahwa jalur laut menjadi pilihan utama. Ini karena akses jalan darat masih belum dapat dilalui kendaraan, serta tinggi permukaan air dan arus sungai masih cukup tinggi di beberapa titik. "Pergerakan tim dilakukan setelah koordinasi intensif dengan instansi terkait, termasuk aparat pelabuhan dan relawan lokal, untuk memastikan keselamatan dan efektivitas operasi di lapangan," ujar Ris Haryono.
Strategi Jalur Laut dan Evakuasi Cepat
PGN mengambil keputusan cepat untuk menggunakan jalur laut mengingat kondisi darat yang tidak memungkinkan. Personel tambahan diberangkatkan menggunakan kapal nelayan dari Belawan pada siang hari, membawa logistik bantuan esensial. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban korban dan memenuhi kebutuhan dasar mereka yang terdampak bencana.
Setibanya di lokasi, tim PGN langsung melakukan penyisiran di sejumlah titik banjir yang masih terisolasi, bersinergi dengan nelayan setempat. Kolaborasi ini menjadi kunci dalam menjangkau area-area sulit. Dengan kondisi air laut yang sempat surut, kapal boat milik Pertamina EP Pangkalan Susu dikerahkan untuk membantu proses evakuasi hingga ke daratan.
Melalui kolaborasi efektif ini, proses penyelamatan berjalan lebih cepat dan terkoordinasi dengan baik. Ris Haryono mengungkapkan bahwa tim gabungan berhasil mengevakuasi 35 orang. Mereka terdiri dari pekerja dan masyarakat yang terjebak di lokasi terdampak banjir, menunjukkan efektivitas strategi ini.
Dukungan Logistik dan Pemulihan Komunikasi
Selain mengirimkan tim evakuasi, PGN juga membawa berbagai jenis bantuan logistik penting untuk korban banjir. Bantuan tersebut meliputi sembako, makanan siap saji, dan obat-obatan yang sangat dibutuhkan. PGN juga menyediakan dukungan peralatan operasional berupa genset dan perangkat komunikasi satelit.
Perangkat komunikasi satelit ini dipasang untuk mempermudah komunikasi evakuasi dan pengiriman bantuan di area blank spot. Ini memastikan koordinasi dan pertukaran informasi tetap berjalan lancar tanpa hambatan. Dengan adanya jaringan internet satelit, tim gabungan dapat memperbarui data kondisi lapangan secara real time.
Kemampuan untuk memperbarui data secara real time memungkinkan pemetaan lokasi korban yang membutuhkan pertolongan segera. Hal ini juga mempercepat penyaluran logistik seperti makanan siap saji, obat-obatan, dan peralatan tanggap darurat. "Dalam situasi darurat, kecepatan informasi dapat menyelamatkan nyawa. Dukungan komunikasi menjadi pintu awal untuk evakuasi dan distribusi bantuan yang tepat sasaran," tegas Ris Haryono.
Kolaborasi Multi Pihak untuk Penanganan Bencana
Sejak awal, PGN telah melakukan koordinasi erat dengan berbagai pihak terkait dalam operasi bantuan banjir Langsa. Pihak-pihak tersebut meliputi Bea Cukai, Pertamina EP Pangkalan Susu, Pertagas, aparat pelabuhan, nelayan setempat, dan relawan lokal. Selain itu, tim teknis dari PT PGAS Telekomunikasi Nusantara (PGNCom) dan PGN Solution juga turut serta.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menilai kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan kesiapan peralatan evakuasi dan rute pelayaran. Kolaborasi juga vital dalam pemasangan titik-titik komunikasi lapangan yang strategis. Sinergi antarinstansi menjadi kunci keberhasilan upaya penanganan bencana yang komprehensif.
"PGN menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berada di garis depan penanganan bencana, terutama tim penyelamat dan relawan yang bekerja tanpa henti untuk menolong warga terdampak," ujar Fajriyah. PGN berkomitmen untuk terus mendukung upaya evakuasi, pemulihan jaringan komunikasi, dan distribusi bantuan hingga kondisi di Langsa kembali pulih sepenuhnya. Dengan langkah ini, PGN berharap dukungan energi, logistik, serta pemulihan jaringan komunikasi dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana banjir di Sumatera.
Sumber: AntaraNews