Pemprov Sulsel Dorong Kolaborasi UMKM Fashion Muslim, Perkuat Ekonomi Kreatif Daerah
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan aktif mendorong Kolaborasi UMKM Fashion Muslim Sulsel melalui ajang Trend Hijab Ramadhan 2026, bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan membuka peluang usaha baru.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara aktif mendorong sinergi antara pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan industri fashion muslim yang terus berkembang pesat. Upaya strategis ini dilakukan melalui gelaran Trend Hijab Ramadhan 2026 di Makassar, sebuah inisiatif penting untuk memajukan sektor ini. Acara tersebut telah berlangsung pada Sabtu, 7 Maret 2026, menjadi wadah strategis bagi pengembangan dan promosi produk lokal.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menekankan pentingnya momentum ini untuk memperluas jaringan bisnis secara signifikan. Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat memperkenalkan produk terbaik dari UMKM lokal serta membangun kemitraan yang positif di antara berbagai pihak terkait. Ini merupakan langkah konkret dan berkelanjutan dalam memajukan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Artpro Exhibition ini menghadirkan beragam pemangku kepentingan dari ekosistem kreatif. Mulai dari pelaku industri kreatif, desainer terkemuka, hingga UMKM lokal, semuanya berkumpul untuk memperkuat ekosistem secara menyeluruh. Tujuannya adalah memberikan manfaat luas tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi masyarakat umum serta perkembangan ekonomi kreatif di seluruh Sulawesi Selatan.
Memperluas Jaringan dan Peluang Usaha melalui Trend Hijab Ramadhan
Jufri Rahman mengungkapkan harapannya yang besar agar semua pihak dapat memanfaatkan kesempatan berharga ini secara optimal. Ia berharap ajang ini dapat secara efektif memperluas jaringan usaha dan memperkenalkan produk-produk unggulan ke pasar yang lebih luas. Membangun kolaborasi positif dengan berbagai pihak menjadi kunci utama untuk mencapai kesuksesan jangka panjang.
Bulan Ramadhan tidak hanya menjadi momentum peningkatan kualitas ibadah dan spiritualitas, tetapi juga pendorong utama aktivitas ekonomi kreatif yang dinamis. Suasana istimewa Ramadhan secara alami memicu tumbuhnya berbagai inisiatif dan peluang bisnis baru di berbagai sektor. Industri fashion muslim, termasuk hijab, telah menjadi bagian penting dari ekonomi kreatif yang mampu menciptakan peluang usaha signifikan dan berkelanjutan.
Kegiatan semacam Trend Hijab Ramadhan ini memiliki peran yang sangat positif dan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara keseluruhan. Ini adalah platform yang efektif untuk memamerkan inovasi, kreativitas, dan potensi pasar yang dimiliki oleh UMKM lokal. Potensi ekonomi yang dihasilkan dari sektor ini sangat besar dan perlu terus didukung dengan kebijakan serta inisiatif yang relevan.
Kolaborasi Kuat: Desainer, UMKM, dan Lembaga Pendukung
Wakil Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Selatan, Sri Astuti Thamrin, menjelaskan bahwa Trend Hijab Ramadhan 2026 bukan sekadar peragaan busana biasa. Lebih dari itu, acara ini berfungsi sebagai ruang kolaborasi yang inklusif dan komprehensif bagi seluruh pemangku kepentingan. Desainer, pelaku UMKM, komunitas kreatif, serta lembaga pendukung penting seperti Bank Indonesia, turut serta aktif dalam memperkuat sinergi.
Keterlibatan berbagai pihak ini bertujuan utama untuk memperkuat ekosistem industri kreatif di Sulawesi Selatan secara holistik. Sinergi antar elemen ini sangat krusial untuk menciptakan inovasi berkelanjutan dan meningkatkan daya saing produk lokal di pasar. Dengan dukungan penuh dari semua pihak, industri kreatif di daerah ini diharapkan dapat berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi nyata.
Sri Astuti Thamrin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus kepada Bank Indonesia atas dukungan berkelanjutan yang telah diberikan. Ia juga mengapresiasi penyelenggara Artpro Exhibition, para desainer muda berbakat, dan seluruh pelaku UMKM yang terus berinovasi. Karya-karya kreatif yang dibanggakan ini memiliki makna yang lebih luas bagi kemajuan ekonomi dan budaya daerah.
Sumber: AntaraNews