Pembangunan Daerah Tertinggal Butuh Keterlibatan Dunia Usaha, Pemerintah Ajak Pelaku CSR untuk Kolaborasi
Percepatan pembangunan daerah tertinggal tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha,
Direktur Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Samsul Widodo mengajak pelaku CSR atau program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) untuk berkolaborasi dalam membangun desa yang sejahtera dan berkelanjutan.
Dia mengatakan, percepatan pembangunan daerah tertinggal membutuhkan keterlibatan aktif semua pihak. Percepatan pembangunan daerah tertinggal tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha,
"Untuk itu, kami mengajak seluruh pelaku CSR untuk turut berkolaborasi, bukan hanya untuk membangun desa-desa yang sejahtera, tetapi juga untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan. Melalui sinergi yang kuat, kita bisa mewujudkan kedaulatan pangan nasional serta masa depan yang lebih adil dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya dikutip di Jakarta, Selasa (24/6).
Sesuai arahan pemerintah, PLN Indonesia Power (PLN IP) menjalankan program TJSL sebagai upaya menjaga keberlanjutan. Berbagai program TJSL dijalankan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus bagian integral dari denyut operasional perusahaan.
Bahkan, program yang dijalankan PLN IP diganjar penghargaan pada TOP CSR Awards 2025 untuk kategori TOP CSR 2025, Top Leader Commitment, dan Golden Trophy. Bahkan empat unit PLN IP mendapatkan peringkat tertinggi 5 Star, di antaranya UBP Saguling, UBP Grati, UBP Priok dan UBP Kamojang.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim atas capaian yang diraih dan menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari semangat kolaboratif seluruh insan perusahaan yang konsisten menjalankan amanah sosial dan lingkungan.
"Ini bukan sekadar pencapaian institusi, tetapi bentuk nyata bagaimana kami menjadikan keberlanjutan sebagai prinsip dalam setiap langkah. Kami percaya bahwa keberhasilan bisnis dan kontribusi sosial harus berjalan beriringan untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang adil, sejahtera, dan lestari," ujar Edwin.
Tak Sekadar Simbol Pencapaian
Dia menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar simbol pencapaian, melainkan pengakuan atas ikhtiar tulus PLN Indonesia Power dalam menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan secara konsisten dan berdampak nyata. Dari program pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, hingga pendidikan berkelanjutan, semua dijalankan dengan semangat menyala untuk Negeri.
Sebagai informasi, dalam ajang bergengsi TOP CSR Awards 2025, PLN Indonesia Power berhasil menyabet sejumlah penghargaan prestisius, diantaranya oada kategori TOP CSR 2025, Top Leader Commitment, dan Golden Trophy.
Dengan mengusung tema "CSR for Sustainable Business Growth and Asta Cita Government Programs", penghargaan ini menjadi bukti nyata bahwa keberlanjutan dan kepedulian sosial merupakan bagian integral dari denyut operasional perusahaan.
Pada kategori TOP CSR 2025, PLN Indonesia Power meraih peringkat tertinggi yaitu 5 Star, yang diraih oleh empat unitnya, diantaranya UBP Saguling, UBP Grati, UBP Priok dan UBP Kamojang. Penghargaan ini mencerminkan konsistensi serta kualitas implementasi program CSR yang berdampak dan berkelanjutan.