Pasar Murah Pemprov Gorontalo: Solusi Kebutuhan Lebaran dengan Harga Terjangkau
Pemerintah Provinsi Gorontalo kembali menggelar Pasar Murah Pemprov Gorontalo bersubsidi menjelang Idul Fitri 1447 H/2026 M. Inisiatif ini bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih murah, meringankan beban ekonomi warg
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menyelenggarakan pasar murah bersubsidi sebagai upaya konkret membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan ini difasilitasi oleh Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Gorontalo, bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional. Inisiatif strategis ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi warga di tengah kenaikan harga kebutuhan.
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyampaikan bahwa pasar murah ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Fokus utama adalah memastikan ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok bagi warga, khususnya saat menjelang hari raya. Program ini telah dilaksanakan di beberapa titik strategis di Kota Gorontalo.
Selama bulan Ramadhan, Pemprov Gorontalo telah menggelar tiga kali pasar murah bersubsidi di wilayah Kota Gorontalo. Lokasi yang menjadi sasaran meliputi Kelurahan Dembe Kecamatan Kota Barat, Kelurahan Heledulaa Kecamatan Kota Timur, dan Markas Lanal Gorontalo Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjangkau lebih banyak warga.
Manfaat dan Skema Subsidi Pasar Murah Pemprov Gorontalo
Panitia telah menyiapkan sebanyak 1.500 kupon yang dapat digunakan masyarakat untuk membeli tujuh komoditas penting dengan harga yang sangat kompetitif. Setiap pemegang kupon berhak mendapatkan potongan harga signifikan, menjadikan harga paket yang seharusnya Rp160 ribu bisa ditebus hanya dengan Rp95 ribu. Skema subsidi ini dirancang untuk memberikan dampak langsung pada daya beli masyarakat.
Komoditas unggulan yang tersedia dalam pasar murah ini mencakup beras, daging ayam potong, telur, gula, minyak goreng, serta berbagai rempah-rempah. Ketersediaan komoditas esensial ini memastikan bahwa kebutuhan dasar rumah tangga dapat terpenuhi. Pilihan komoditas ini disesuaikan dengan kebutuhan umum masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri.
Pemerintah juga menerapkan kebijakan khusus bagi warga yang memiliki keterbatasan dana, memungkinkan mereka untuk tidak diwajibkan membeli seluruh paket. Masyarakat diperbolehkan membeli komoditas sesuai dengan kemampuan finansial masing-masing, memberikan fleksibilitas dan aksesibilitas yang lebih besar. Bagi masyarakat yang tidak mendapatkan kupon, masih ada kesempatan berbelanja dengan harga subsidi setelah sesi pelayanan pemegang kupon selesai, selama stok bahan pokok masih tersedia.
Wujud Kepedulian dan Kolaborasi Lintas Lembaga
Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan kembali tujuan utama kegiatan ini. Ia menyatakan, "Kegiatan ini merupakan wujud dari kepedulian pemerintah kepada masyarakat, khususnya dalam memenuhi kebutuhan menjelang hari raya Idul Fitri tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi." Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Pemprov Gorontalo terhadap kesejahteraan warganya.
Kesuksesan pelaksanaan pasar murah ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Mewakili Pemprov Gorontalo, Wakil Gubernur menyampaikan ucapan terima kasih kepada Baznas Provinsi Gorontalo dan Lanal Gorontalo yang telah membantu memfasilitasi acara tersebut. Kolaborasi antarlembaga ini menjadi kunci keberhasilan program yang berdampak positif bagi masyarakat.
Idah Syahidah juga menambahkan bahwa pasar murah bersubsidi ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat, tetapi juga mempererat tali silaturahmi. "Meskipun paket yang dijual tidak terlalu banyak, namun paling tidak sudah bisa membantu meringankan beban keluarga menjelang lebaran Idul Fitri," imbuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa program ini memiliki dimensi sosial yang lebih luas.
Sumber: AntaraNews