Ratusan warga Gorontalo memadati kegiatan pasar murah bersubsidi yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo. Acara ini berlangsung di Desa Bilato, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, pada hari Jumat. Mereka antusias untuk mendapatkan bahan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
Program ini secara khusus menyasar masyarakat kurang mampu di wilayah tersebut. Tujuannya adalah meringankan beban ekonomi mereka dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Warga rela mengantre sejak pagi demi mendapatkan kupon belanja.
Salah satu daya tarik utama adalah harga beras yang sangat murah, hanya Rp25 ribu untuk lima kilogram. Bandingkan dengan harga pasar harian yang mencapai Rp14 ribu per kilogram. Ini menjadi solusi nyata di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok.
Advertisement
Advertisement
Antusiasme warga Gorontalo terhadap pasar murah bersubsidi ini sangat tinggi. Sejak pagi buta, ratusan masyarakat telah memadati lokasi acara untuk mendapatkan kupon belanja. Mereka berharap bisa membawa pulang kebutuhan pokok dengan harga yang ramah di kantong.
Hamria Jasaini, seorang warga Desa Taulaa, mengungkapkan rasa syukurnya. "Sejak pagi, kami sudah datang mengantre untuk mendapatkan kupon belanja," ujarnya. Ia merasa kegiatan ini sangat membantu dalam memenuhi keperluan pangan keluarganya.
Hamria mencontohkan, harga beras di pasar harian mencapai Rp14 ribu per kilogram. Artinya, untuk lima kilogram, ia harus membayar Rp70 ribu. Namun, di pasar murah bersubsidi ini, lima kilogram beras hanya dijual seharga Rp25 ribu. "Murah sekali. Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah," tambahnya.
Advertisement
Tidak hanya beras, harga komoditas lain juga jauh lebih rendah. Hamria sering membeli beras di warung dengan harga Rp15 ribu per liter, dan telur seharga Rp2.500 per butir. Pasar murah bersubsidi ini menjadi angin segar bagi banyak keluarga.
Advertisement
Senada dengan Hamria, Hardi Yusuf dari Desa Ilomata juga merasakan manfaat besar dari pasar murah bersubsidi. Ia membandingkan pengalamannya berbelanja di pasar harian dengan pasar murah ini. Perbedaan harganya sangat signifikan dan menguntungkan warga.
"Alhamdulillah berbelanja di pasar murah, tidak sampai Rp100 ribu saya sudah bisa membeli tujuh jenis barang ini," kata Hardi. Di pasar harian, jumlah uang yang sama mungkin hanya cukup untuk beberapa item saja. Ini menunjukkan efektivitas program pemerintah dalam pasar murah bersubsidi.
Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Gorontalo menyiapkan 600 paket komoditas pangan. Setiap paket hanya dijual seharga Rp95 ribu, padahal nilai aslinya jauh lebih tinggi. Ini adalah bentuk subsidi nyata dari pemerintah.
Advertisement
- Beras: 5 kilogram, dijual Rp25 ribu (harga normal sekitar Rp70 ribu).
- Minyak goreng: 1 liter, dijual Rp10 ribu.
- Gula pasir: 1 kilogram, dijual Rp10 ribu.
- Telur: 10 butir, dijual Rp10 ribu.
- Daging ayam: 1 ekor, dijual Rp20 ribu.
- Cabai kemasan: setengah kilogram, dijual Rp10 ribu.
- Bawang merah kemasan: setengah kilogram, dijual Rp10 ribu.
Advertisement
Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan komitmennya untuk terus membantu masyarakat kurang mampu. Program pasar murah bersubsidi ini adalah salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut. Pemerintah daerah berupaya keras untuk memastikan kesejahteraan warganya.
Gusnar Ismail menginginkan agar warga kurang mampu dapat menikmati komoditas pangan dengan harga terjangkau. "Ini adalah salah satu program kami untuk membantu warga kurang mampu," ujarnya. Inisiatif pasar murah bersubsidi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo berupaya menstabilkan harga kebutuhan pokok. Mereka juga ingin memastikan akses pangan yang layak bagi seluruh lapisan masyarakat. Langkah ini penting untuk menjaga daya beli warga di tengah fluktuasi harga pasar.
Advertisement
Sumber: AntaraNews