Opini: Alquran Surat Yasin Ayat 80 Inspirasi Bobibos
Bobibos merupakan BBN yang dibuat dari 'jerami padi', bahan bakar nabati ini diolah melalui proses biokimia melalui lima tahap untuk menghasilkan BBN.
Founder Bobibos M.Ikhlas Thamrin mengatakan bahwa bahan bakar nabati (BBN) Bobibos terinspirasi dari Alquran Surat Yasin ayat 80 berbunyi; “Allazi Ja’ala Lakum Minasy Syajaril Akhdari Naro, Faiiza Antum Min-hu Tuqidun”, yang artinya; “yaitu (Allah) yang menjadikan api untuk mu dari kayu yang hijau, maka seketika itu kamu nyalakan (api) dari kayu itu”.
Menurutnya api itu energi dan Al-Qur’an memberikan petunjuk kepada kita untuk melakukan riset lebih mendalam, selain itu inovasi ini berawal dari keresahan akan tingginya ketergantungan Indonesia terhadap energi import. Keberhasilan M.Ikhlas Thamrin tidaklah sendiri tapi melakukan riset bersama tim Bobibos,dimana telah melakukan riset selama 10 tahun (satu dekade). Riset mandiri berhasil menghasilkan bahan bakar nabati (BBN) yang murah, aman dan beremisi rendah.
Bobibos merupakan BBN yang dibuat dari 'jerami padi', bahan bakar nabati ini diolah melalui proses biokimia melalui lima tahap untuk menghasilkan BBN dengan angka oktan yang diklaim setara dengan research octane number (RON) 98, yang dapat digunakan untuk kendaraan bermesin bensin dan diesel. Bahan baku jerami padi merupakan limbah sisa panen padi melimpah. Proses jerami diolah melalui lima tahap proses biokimia yang menghasilkan bahan bakar cair.
Kapasitas produksi diperoleh satu hektar sawah (9 ton) diklaim dapat menghasilkan sekitar 3.000 liter bahan bakar. Variannya produk Bobibos ini memiliki dua varian utama, yaitu Bobibos Putih untuk kendaraan bensin dan Bobibos Merah untuk kendaraan diesel.
Mencermati pengakuan M.Ikhlas Thamrin menunjukan bahwa semakin jelas bahwa Al-Quran Surah ke-2 Al-Baqarah berbunyi; “Kitab (Al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya, Petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”. Kemudian dalam Surah Al-Baqarah ayat-5 berbunyi;” Merekalah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung”.
Al-Quran berfungsi sebagai fundamental dalam riset ilmiah, bukan sebagai buku teks sains. Al-Quran memberikan inspirasi, arah etis dan prinsip dasar yang mendorong manusia untuk melakukan penelitian dan eksplorasi alam semesta.
Selain itu, Al-Quran berfungsi sebagai petunjuk dan sumber inspirasi penting dalam riset dan pengembangan ilmu pengetahuan, bukan sebagai buku sains ilmiah secara harfiah. Al-Quran memberikan landasan etis, tujuan akhir, dan isyarat-isyarat yang mendorong manusia untuk berpikir, mengamati dan melakukan penelitian ilmiah.
Al-Quran Sebagai Kebesaran Allah
Metodelogi Al-Quran sebagai petunjuk riset tidak berarti Al-Quran menyediakan metode penelitian ilmiah secara rinci (seperti metode kualitatif atau kuantitatif), melainkan menawarkan prinsip-prinsip dasar, etika, dan pendekatan fundamental yang harus membimbing peneliti Muslim dalam semua disiplin ilmu. Adapun prinsip-prinsip dan pendekatan tersebut meliputi; pertama, Perintah Membaca dan Mencari Ilmu (Iqro). Ayat pertama yang diturunkan adalah ‘Iqra” (bacalah).
Ini landasan utama yang mendorong umat Islam untuk terus belajar, melakukan observasi, dan mengkaji segala fenomena, baik yang tertulis (wahyu) maupun yang terhampar di alam semesta. Kedua, Penggunaan Akal dan Nalar Kritis. Al-Quran mendorong manusia untuk menggunakan akal, berpikir, merenung (tadabur), dan mengamati. Ini menggarisbawahi pentingnya analisis kritis (burhan). Ketiga, Objektivitas dan Kejujuran Ilmiah (Keadilan).
Prinsip keadilan (al-‘adl) dan kebenaran ditegaskan dalam Al-Quran, menuntut peneliti untuk bersikap objektip,jujur secara akademik, tidak memihak, dan menyampaikan hasil riset sesuai fakta. Keempat, Pendekatan Multi-Disiplin. Al-Quran menggunakan berbagai metode penyampaian, seperti metode bercerita, tanya jawab, diskusi (mujadalah) dan demontrasi, untuk menjelaskan materinya. Kelima, Pengamatan Empiris (Tajribi). Banyak ayat Al-Quran yang memerintahkan manusia untuk mengamati alam, perjalanan sejarah dan masyarakat lain.
Keenam. Integrasi Nilai dan Etika. Metodelogi Al-Quran menekankan bahwa riset tidak boleh bebas nilai, tetapi harus dilandasi prinsip etika Islam, seperti prinsip Tauhid, kemaslahatan, dan tanggung jawab moral. Tujuannya tidak hanya untuk pengetahuan semata, tetapi juga untuk membawa kemaslahatan bagi manusia dan alam semesta.
Secara keseluruhan, Al-Quran Adalah pedoman komprehensif yang memotivasi, mengarahkan, dan membingkai aktivitas riset dalam kerangka tujuan yang lebih tinggi, yaitu mencapai kesejahteraan dunia dan akhirat serta meningkatkan keimanan kepada allah SWT. Al-Quran sangat menekankan pentingnya membaca/mengamati fenomena alam untuk melakukan pengamatan dan perenungan.
Sebagai catatan penutup bahwa kehadiran BBN Bobibos tidaklah semata-mata hadir ke bumi pertiwi Indonesia, namun Bobibos diberi anugerah sebagai pelaku skenario Allah SWT untuk kesejahteraan tidak hanya untuk warga negara Indonesia tapi juga umat manusia.
Fakta ini dapat dilihat dalam surat Al-Nahl ayat 11-12, berbunyi; “Dia menumbuhkan bagimu, dengan air hujan itu, tanaman-tanaman zaitun,korma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi mereka yang mau berpikir. Dan Dia (Allah) menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu; dan Bintang-bintang itu ditundukkan (bagimu) dengan Perintah-Nya. Sebenarnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang menalar.”
Mencermati fakta di atas, setiap kali mengkaji Al-Quran maka akan lebih bijak ditindaklanjuti dengan buku-buku tafsir yang akan membantu kita memahami pesan Ilahi secara lebih mendalam. Sebagaimana yang dilakukan oleh tim Bobibos, ketika inspirasi dari Surat Yasin ayat 80 dan ditindaklanjuti dengan diskusi dengan para ahli tafsir dibidangnya maka dihasilkan BBN Bobibos.
Sedangkan keunggulan yang ditargetkan tim Bobibos diharapkan pembakaran lebih bersih dan emisi lebih rendah, mesin tetap aman digunakan dalam jangka panjang. Performa kendaraan lebih optimal, harga lebih ekonomis dibanding bahan bakar premium import, dan mendukung kemandirian energi nasional. Selanjutnya arah pengembangan tim Bobibos, dapat digunakan tanpa modifikasi besar pada kendaraan. Diuji dan disertifikasi oleh lembaga resmi seperti Kementerian ESDM selanjutnya disiapkan menuju produksi massal dan distribusi nasional.
Jika dicermati visi Bobibos mulia untuk membangun kedaulatan dan ketahanan energi Indonesia. Sehingga kehadiran Bobibos bukanlah suatu ancaman tapi memberikan keunggulan dan kebanggaan, untuk membangun Indonesia yang adil dalam kemakmuran dan makmur dalam keadilan.
Oleh: M.E. Sudrajat I Pemerhati Lingkungan Strategis