NEXT: Peningkatan Pelaku Usaha Kunci Sukses Ekonomi Digital Indonesia
Riset NEXT Indonesia Center menyoroti tantangan Ekonomi Digital Indonesia. Peningkatan jumlah pelaku usaha digital dinilai krusial untuk mendorong produktivitas dan pendapatan masyarakat, bukan hanya konsumsi.
Peneliti NEXT Indonesia Center, Rezky Reza Pratama, menekankan pentingnya fokus pada peningkatan jumlah pelaku usaha digital di Indonesia. Hal ini bertujuan agar pemanfaatan internet dapat lebih efektif dalam mendorong produktivitas serta peningkatan pendapatan masyarakat secara luas. Pernyataan ini disampaikan Reza dalam keterangan tertulisnya di Jakarta pada Minggu (05/7).
Menurut Reza, pemanfaatan internet harus diarahkan untuk kegiatan produktif seperti bekerja, berusaha, memperluas pasar, dan menciptakan nilai tambah. Internet tidak seharusnya hanya menjadi sarana untuk kegiatan konsumsi semata. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi digital tidak hanya diukur dari besarnya transaksi, tetapi juga dari kontribusinya dalam mobilitas ekonomi masyarakat.
Riset yang dilakukan oleh NEXT Indonesia Center menunjukkan adanya kesenjangan antara pertumbuhan konsumen daring dan pelaku usaha digital. Kesenjangan ini menjadi tantangan serius bagi agenda pengembangan Ekonomi Digital Indonesia ke depan.
Tantangan Ekosistem E-commerce Indonesia
Riset NEXT Indonesia Center mengungkapkan bahwa jumlah masyarakat yang berbelanja secara daring mengalami peningkatan signifikan, dari 14,9 juta orang pada tahun 2019 menjadi 54 juta orang pada tahun 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan konsumen yang sangat pesat dalam ekosistem digital Indonesia.
Namun, kondisi berbanding terbalik terjadi pada jumlah pelaku usaha digital yang masih stagnan di kisaran 9 juta orang selama tiga tahun terakhir. Situasi ini mengindikasikan bahwa ekosistem perdagangan elektronik (e-commerce) di Indonesia masih lebih kuat sebagai pasar konsumsi dibandingkan sebagai ruang tumbuh bagi pelaku usaha baru.
Reza Pratama menyoroti bahwa platform digital berhasil memudahkan masyarakat untuk berbelanja, namun jumlah masyarakat yang berhasil naik kelas menjadi pelaku usaha digital belum bertambah secepat pertumbuhan konsumennya. Ini menjadi tantangan besar yang harus diatasi untuk mencapai agenda Ekonomi Digital Indonesia yang lebih inklusif dan merata.
Mengubah Konektivitas Menjadi Peluang Ekonomi
Ukuran keberhasilan Ekonomi Digital Indonesia tidak cukup hanya dilihat dari besarnya nilai transaksi yang terjadi. Lebih dari itu, keberhasilan sejati harus tercermin dari semakin banyaknya masyarakat yang mampu memperoleh penghasilan melalui pemanfaatan platform digital.
Riset NEXT Indonesia Center juga menunjukkan bahwa kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan internet untuk kegiatan ekonomi berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan mereka. Ini berarti, literasi digital dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi sangat memengaruhi potensi peningkatan pendapatan.
Oleh karena itu, tantangan utama pengembangan ekonomi digital saat ini bukan lagi sekadar memperluas akses internet ke seluruh pelosok negeri. Fokus harus bergeser pada bagaimana memastikan setiap lapisan masyarakat memiliki kemampuan dan kesempatan yang sama untuk mengubah konektivitas digital yang mereka miliki menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.
Potensi Kelas Menengah dan Wirausaha Digital
Indonesia memiliki peluang besar dalam pengembangan Ekonomi Digital Indonesia melalui kelompok masyarakat yang sedang menuju kelas menengah. Kelompok ini merupakan pengguna internet dan perdagangan elektronik terbesar di Indonesia, menjadikannya target potensial untuk didorong menjadi pelaku usaha digital.
Apabila semakin banyak masyarakat dalam kelompok ini memanfaatkan platform digital untuk berwirausaha, dampaknya akan sangat signifikan. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan pendapatan rumah tangga secara individu, tetapi juga akan memperluas basis pelaku usaha nasional secara keseluruhan, menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat.
Reza menegaskan bahwa persoalan utama Ekonomi Digital Indonesia saat ini bukan lagi tentang siapa yang sudah terhubung ke internet. Melainkan, fokus utamanya adalah siapa yang mampu mengubah konektivitas digital tersebut menjadi peluang ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi dirinya dan masyarakat sekitar.
Sumber: AntaraNews