Uang

25 Juli 2024

Berita Utama

Berita Terbaru

Berita Utama Lainnya

{{caption}}
Reksa Dana Saham Bersinar, Catat Imbal Hasil 17,23 Persen

Capaian ini mencerminkan daya tahan sekaligus meningkatnya kepercayaan investor terhadap instrumen investasi tersebut.

{{caption}}
Market Share Reksa Dana RI Masih Tertinggal Dibandingkan Negara Tetangga

AUM reksa dana RI capai Rp1.084 triliun per Maret 2026. Meski tumbuh, kontribusinya ke PDB baru 4 persen, masih tertinggal dari negara tetangga.

{{caption}}
Bahlil Jelaskan Mekanisme Harga BBM dan LPG Nonsubsidi

Setelah penyesuaian harga Pertamax Turbo dan LPG 12 kg, pemerintah menjamin ketersediaan stok energi nasional tetap aman.

{{caption}}
Perusahaan Energi Asal Italia Temukan Cadangan Gas Besar di Kaltim, Bahlil: Luar Biasa, Ini Giant

Perusahaan Energi Asal Italia, Eni, menemukan cadangan gas jumbo di Blok Ganal Kaltim. Produksi ditargetkan mulai 2028 dengan potensi hingga 3.000 MMSCFD.

{{caption}}
LPG Naik Lagi, Bahlil Sebut Harga Bisa Turun Tergantung Kondisi Global

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan harga LPG 5,5 kg dan 12 kg bisa turun lagi jika harga di pasar global stabil.

{{caption}}
Kisah Perempuan Berdaya Lewat Lidah Buaya, Kelompok Wanita Tani Sumber Boga Tamanan Tumbuh Berkat BRI

Perkembangan usaha KWT Sumber Boga Tamanan semakin terasa sejak kelompok ini terlibat dalam program Klasterku Hidupku dari BRI.

{{caption}}
Gap Kredit UMKM Masih Menganga, Fintech Disebut Dorong Inklusi Keuangan

Kesenjangan pembiayaan UMKM masih besar. Kebutuhan kredit Rp4.300 triliun, namun baru terpenuhi Rp1.900 triliun. Fintech dinilai jadi solusi.

{{caption}}
Nilai Dana Kelolaan Reksadana Tembus Rp699 Triliun

Angka ini menegaskan bahwa reksadana menjadi salah satu instrumen yang paling diminati masyarakat.

bei
{{caption}}
BEI Sebut Banyak Masyarakat Paham Investasi, tapi Sedikit yang Mulai

BEI mencatat Per 15 April 2026, jumlah investor pasar modal tercatat telah melampaui 25,3 juta investor.

bei
{{caption}}
Kenaikan BBM Non-Subsidi Jadi Langkah Korektif Pemerintah di Tengah Tekanan Global

Indonesia baru melakukan penyesuaian pada pertengahan April, yang dinilai menunjukkan adanya upaya pemerintah menahan tekanan harga.