Menkop dan Dirut Agrinas Pastikan Pembangunan Kopdes Merah Putih Tuntas Tepat Waktu
Menteri Koperasi dan Dirut Agrinas Pangan Nusantara menegaskan komitmen mereka untuk menuntaskan Pembangunan Kopdes Merah Putih pada 2026. Bagaimana strategi percepatan ini dijalankan?
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono bersama Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, memastikan bahwa pembangunan dan operasional seluruh Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih akan selesai sesuai target. Program ini ditargetkan beroperasi penuh paling lambat pada tahun 2026, sebagaimana arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Inisiatif Kopdes Merah Putih ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa melalui pusat distribusi barang dan offtaker hasil produksi masyarakat.
Pembangunan Kopdes Merah Putih akan tersebar di desa-desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, dengan Menkop Ferry Juliantono dan Dirut Agrinas Joao Angelo de Sousa Mota sebagai tokoh utama yang bertanggung jawab atas percepatan proyek ini. Percepatan pembangunan didasarkan pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17/2025 serta kerja sama lintas sektoral dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih kuat di tingkat lokal.
Inpres tersebut secara spesifik mengatur percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan Kopdes/Kel Merah Putih. Presiden mengharapkan setiap desa memiliki gudang, gerai, kendaraan, serta kelengkapan untuk operasional Kopdes. Setelah beroperasi, koperasi ini diharapkan tidak hanya sebagai pusat distribusi barang, tetapi juga sebagai offtaker terhadap hasil produksi masyarakat.
Akselerasi Pembangunan Fisik dan Inventarisasi Lahan Kopdes
Menkop Ferry Juliantono menjelaskan bahwa percepatan pembangunan gerai, gudang, dan sarana prasarana Kopdes Merah Putih mengacu pada Inpres Nomor 17/2025. Presiden mengharapkan setiap desa memiliki kelengkapan operasional Kopdes yang memadai. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat distribusi, tetapi juga offtaker bagi produk lokal.
Kementerian Koperasi telah menandatangani Keputusan Bersama (SKB) untuk mengakselerasi pembangunan fasilitas ini dengan melibatkan Kementerian Keuangan, Kementerian Desa, Kementerian Dalam Negeri, BP BUMN, dan BPI Danantara. PT Agrinas Pangan Nusantara ditunjuk sebagai offtaker dalam membangun gerai serta aset fisik lainnya. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan komitmen serius pemerintah terhadap program Pembangunan Kopdes Merah Putih.
Untuk menjamin kelancaran pembangunan dan menghindari masalah di masa mendatang, Kemenkop melakukan inventarisasi lahan yang akan digunakan di desa-desa atau kelurahan. Setelah data tanah diserahkan dan diverifikasi faktual, lahan tersebut diteruskan ke PT Agrinas untuk proses pembangunan. Data Simkopdes menunjukkan 30.500 titik tanah, dengan target 25.000 titik dapat dibangun pada November 2025.
Penguatan Sumber Daya Manusia dan Peran Agrinas
Kemenkop juga fokus pada penyiapan sumber daya manusia (SDM) untuk mengelola Kopdes Merah Putih secara profesional. Sebanyak 7.867 Business Assistant (BA) telah direkrut dan dilatih sebagai pendamping utama, di mana setiap BA bertanggung jawab mendampingi 10 koperasi. Mereka bertugas membantu penyusunan rencana bisnis hingga memastikan operasional gerai berjalan optimal demi keberlanjutan Kopdes Merah Putih.
Selain itu, 1.104 Project Management Officer (PMO) telah dilatih dan tersebar di seluruh Indonesia untuk mendukung Dinas Koperasi di daerah. PMO bertugas melaporkan dan memastikan seluruh operasional sesuai standar, demi pengelolaan program Kopdes yang tertib, transparan, dan akuntabel. Pemerintah daerah juga diharapkan berperan aktif dalam percepatan pembangunan melalui perizinan dan penyelesaian konflik tanah.
Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, menyatakan bahwa pihaknya ditunjuk berdasarkan SKB No. 17/2025 untuk melaksanakan pembangunan fisik gerai dan gudang. Dengan target 80 ribu titik pembangunan, Agrinas menggandeng TNI melalui pola karya bakti padat karya untuk percepatan. Agrinas juga berupaya menggunakan bahan baku dari pemasok lokal dan melibatkan perguruan tinggi untuk monitoring lapangan, termasuk di daerah sulit seperti Papua.
Tantangan dan Harapan Keberhasilan Program Kopdes
Hingga saat ini, Agrinas telah menyelesaikan pembangunan 15.788 bangunan atau 16,44 persen dalam sekitar 15 hari sejak pendanaan dicairkan pada 28 Oktober. Meskipun target pembangunan harian adalah 2.930 titik, realisasi saat ini baru sekitar 1.200 titik. Ini menunjukkan progres yang signifikan namun masih memerlukan percepatan lebih lanjut untuk mencapai target Pembangunan Kopdes Merah Putih.
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, mengapresiasi kecepatan Kemenkop dalam membentuk 82.426 unit Kopdes Merah Putih berbadan hukum untuk memperkuat ekonomi desa. Namun, ia menyoroti kesenjangan dalam infrastruktur fisik serta kapasitas pendamping BA dan PMO di lapangan yang perlu diatasi agar program ini berjalan optimal.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, M. Nurdin Halid, menekankan pentingnya pendampingan sebagai kunci keberhasilan Kopdes Merah Putih. Ia menilai rasio satu BA mendampingi 10 koperasi terlalu berat, terutama di daerah yang belum memahami konsep koperasi. Nurdin Halid menegaskan, "Program Koperasi Desa ini tidak boleh gagal, jadi apapun upaya yang harus dilakukan harus menuju pada jalan menuju keberhasilan maka Pak Menteri (Ferry Juliantono) harus bekerja keras."
Sumber: AntaraNews