Menhub Dudy Purwagandhi Pastikan Arus Balik Nataru 2025/2026 di Tol Jakarta Terkendali
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Arus Balik Nataru 2025/2026 di jalur tol keluar-masuk Jakarta berjalan aman dan lancar, dengan prediksi puncak pada 2 Januari 2026.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pergerakan kendaraan Arus Balik Nataru 2025/2026 di jalur tol keluar-masuk Jakarta terpantau aman dan terkendali. Peninjauan langsung dilakukan Menhub di Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (1/1) malam.
Pernyataan ini disampaikan Dudy pada Jumat (2/1) setelah memantau sejumlah titik strategis, menunjukkan optimisme terhadap kelancaran arus lalu lintas. Kondisi ini diharapkan dapat terus berlangsung hingga puncak arus balik yang diperkirakan terjadi hari ini, 2 Januari 2026.
Kelancaran Arus Balik Nataru 2025/2026 ini merupakan hasil dari koordinasi intensif antar pemangku kepentingan, terutama dalam mengantisipasi lonjakan volume kendaraan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mempersiapkan perjalanan kembali ke daerah asal dengan matang.
Pantauan Menhub: Kelancaran Arus Balik Tol Jakarta
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara langsung memantau kondisi lalu lintas di sejumlah titik strategis jalur tol keluar-masuk Jakarta. Pemantauan ini dilakukan pada Kamis (1/1) malam dari Jasa Marga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, Jawa Barat.
Menurut Dudy, pergerakan kendaraan di area tersebut hingga saat ini masih terpantau lancar dan terkendali. "Pergerakan kendaraan di titik ini hingga saat ini masih terpantau lancar," kata Menhub.
Menhub berharap kondisi positif ini dapat terus dipertahankan, terutama menjelang puncak Arus Balik Nataru 2025/2026. Puncak arus balik sendiri diprediksi akan terjadi pada Jumat, 2 Januari 2026, sehingga persiapan matang sangat diperlukan.
Data Lalu Lintas Arus Balik Nataru 2025/2026
Berdasarkan data yang dirilis oleh PT Jasa Marga, terjadi peningkatan signifikan pada volume kendaraan yang meninggalkan wilayah Jabotabek selama libur akhir tahun. Sejak 30 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, sebanyak 311.545 kendaraan tercatat meninggalkan Jabotabek melalui empat gerbang tol utama.
Empat gerbang tol utama tersebut meliputi GT Cikupa, GT Ciawi, GT Cikampek Utama, dan GT Kalihurip Utama. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 13,81 persen dibandingkan lalu lintas normal yang hanya mencapai 273.741 kendaraan.
Sementara itu, kendaraan yang kembali menuju wilayah Jabotabek pada periode 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 mencapai 150.067 kendaraan. Jumlah ini juga mengalami peningkatan 7,45 persen dari lalu lintas normal sebanyak 139.668 kendaraan, menandakan dimulainya Arus Balik Nataru 2025/2026.
Secara kumulatif, sejak 18 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, total 2.344.052 kendaraan telah meninggalkan Jabotabek. Di sisi lain, 2.147.976 kendaraan tercatat telah kembali menuju Jabotabek dalam periode waktu yang sama.
Sinergi dan Imbauan Menghadapi Puncak Arus Balik
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasi tinggi kepada PT Jasa Marga dan seluruh pemangku kepentingan terkait atas pengelolaan arus lalu lintas yang baik. Koordinasi yang solid telah berhasil menjaga kelancaran Arus Balik Nataru 2025/2026 di jalan tol.
Menghadapi puncak arus balik, Menhub menginstruksikan peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan. Hal ini krusial untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, khususnya di titik-titik yang rawan kemacetan.
"Koordinasi dan kolaborasi antar seluruh stakeholder sangat penting untuk memastikan perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman, nyaman, serta lancar," ungkap Dudy. Ia optimistis sinergi intensif akan membuat pergerakan kendaraan pada arus balik terkendali dengan baik.
Selain itu, Menhub juga mengimbau masyarakat yang akan kembali ke kota asal untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang. Pesan pentingnya meliputi menjaga kesehatan, memastikan kendaraan laik jalan, beristirahat jika lelah, dan memastikan armada kendaraan umum telah menjalani uji keselamatan.
Sumber: AntaraNews