Mengejutkan, Pendapatan 50 Produsen Mesin Tambang Dunia Ternyata Mencapai Segini
Indonesia diprediksi akan menguasai 39,53 persen pangsa pasar peralatan konstruksi di kawasan ASEAN.
Pasar peralatan konstruksi di Indonesia saat ini tengah mengalami perkembangan yang sangat cepat, dengan estimasi ukuran pasar mencapai 25.430 unit pada tahun 2030. Pertumbuhan ini didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat, terutama dalam sektor pembangunan infrastruktur, energi, listrik, urbanisasi, dan pertambangan.
Menurut proyeksi dari asosiasi pakar alat berat Indonesia atau PERTAABI, pada tahun 2024, Indonesia diprediksi akan menguasai 39,53 persen pangsa pasar peralatan konstruksi di kawasan ASEAN.
Sejalan dengan hal tersebut, T50 Summit Asian Forum 2025 mengumumkan daftar 50 Produsen Mesin Tambang Terbesar di Dunia 2025, 50 Perusahaan Angkat Asia Terbesar 2025, dan 50 Perusahaan Persewaan Peralatan Asia Terbesar 2025.
"Daftar ini dianggap sebagai barometer perubahan industri heavy lift dan penyewaan crane di kawasan Asia maupun masing-masing negara-negara," ungkap Sekretaris Jenderal T50 Asian Forum, Jack Zhang.
Berdasarkan data penjualan dan pendapatan dari peralatan tambang pada tahun fiskal sebelumnya, total pendapatan yang dihasilkan oleh 50 produsen mesin tambang terbesar dunia mencapai USD 76,655 juta pada tahun 2024, mengalami penurunan sebesar 4,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ke-50 perusahaan yang tercantum dalam daftar tersebut berasal dari 15 negara yang berbeda. Di antara negara-negara tersebut, terdapat 11 perusahaan dari Amerika Serikat, 4 dari Jepang, 13 dari China, 3 dari Swedia, 2 dari Finlandia, 7 dari Jerman, 2 dari Inggris, serta masing-masing 1 perusahaan dari Austria, Australia, Belarus, Belgia, Kanada, Denmark, Polandia, dan Afrika Selatan.
Perusahaan Alat Berat yang Paling Besar
Caterpillar dan Komatsu menduduki posisi teratas dalam daftar, diikuti oleh Sandvik, Epiroc, Metso, dan Hitachi Construction Machinery yang masuk dalam sepuluh besar. Sepuluh perusahaan teratas ini menyumbang 72,0 persen dari total pendapatan 50 produsen terkemuka. Sementara itu, Liebherr, XCMG, SANYI, LGMG, dan TONLY juga berhasil masuk dalam 20 besar.
Daftar 50 Perusahaan Angkat Berat Terbesar di Asia tahun 2025 mencakup 50 perusahaan yang bergerak di bidang angkat berat dan penyewaan crane, yang diukur berdasarkan T50 Lift Index.
Perusahaan-perusahaan ini berasal dari 14 negara di Asia, dengan rincian yaitu 7 dari Tiongkok, 5 dari India, 3 dari Indonesia, 10 dari Jepang, 2 dari Kuwait, 4 dari Arab Saudi, 7 dari Singapura, 4 dari Turki, 3 dari UEA, serta masing-masing 1 dari Malaysia, Filipina, Korea Selatan, Thailand, dan Vietnam. Acara T50 Summit Asian Forum berikutnya akan diselenggarakan di Jakarta, Indonesia pada tahun 2026 dan akan menjadi acara tahunan.
Pada kesempatan tersebut, akan diumumkan kembali peringkat 50 Produsen Mesin Tambang Terbesar di Dunia tahun 2026, 50 Perusahaan Angkat Asia Terbesar tahun 2026, dan 50 Perusahaan Persewaan Peralatan Asia Terbesar tahun 2026.
Selain itu, dalam T50 Summit Asian Forum 2026 di Jakarta, akan diluncurkan daftar 10 Perusahaan Angkat Berat Terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara, 10 Perusahaan Persewaan Peralatan Terbesar, serta 10 Kontraktor dan Penyedia Jasa Tambang Terbesar.
Penghargaan Asia Product of the Year 2026 juga akan segera dibuka untuk pendaftaran. Panitia penyelenggara T50 Summit juga mengumumkan bahwa T50 Summit Middle East Forum akan dibuka pada tahun 2026.