China Tetap Jadi Tujuan Utama Ekspor Indonesia, Sumbang Lebih dari 23 Persen Total Ekspor

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan China konsisten menjadi tujuan utama Ekspor Indonesia hingga November 2025, menyumbang lebih dari 23 persen total nilai ekspor nasional. Simak detail komoditas unggulan dan negara tujuan lainnya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
China Tetap Jadi Tujuan Utama Ekspor Indonesia, Sumbang Lebih dari 23 Persen Total Ekspor
Data BPS menunjukkan China konsisten menjadi tujuan utama ekspor Indonesia periode Januari-November 2025, menyumbang lebih dari 23% total ekspor nasional. (AntaraNews)

Dominasi China dalam Ekspor Indonesia

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa China masih menjadi tujuan ekspor terbesar Indonesia sepanjang periode Januari hingga November 2025. Total nilai ekspor ke China mencapai US$58,24 miliar, merepresentasikan 23,80 persen dari keseluruhan ekspor nasional.

Data ini disampaikan oleh Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, di Jakarta pada hari Senin. Amerika Serikat dan India menyusul sebagai negara tujuan ekspor terbesar berikutnya.

Pencapaian ini menunjukkan dominasi pasar China dalam perdagangan internasional Indonesia. Berbagai komoditas strategis menjadi andalan ekspor ke negara tersebut, menunjukkan kuatnya hubungan ekonomi bilateral.

Komoditas Unggulan dan Tujuan Ekspor Lainnya

Sepanjang sebelas bulan pertama tahun 2025, China berhasil mempertahankan posisinya sebagai negara tujuan ekspor utama Indonesia. Nilai ekspor ke China mencapai angka fantastis US$58,24 miliar, setara dengan 23,80 persen dari total ekspor Indonesia.

Di bawah China, Amerika Serikat menempati posisi kedua dengan nilai ekspor sebesar US$28,14 miliar atau 11,50 persen. India menyusul di peringkat ketiga dengan nilai ekspor US$16,44 miliar atau 6,72 persen.

Komoditas utama yang diekspor ke China selama periode ini meliputi besi dan baja, bahan bakar mineral, serta nikel dan produk turunannya. Ini menunjukkan diversifikasi produk ekspor Indonesia yang diminati pasar China. Sementara itu, ekspor ke negara-negara ASEAN mencapai US$47,21 miliar dan ke Uni Eropa (EU) sebesar US$17,74 miliar, menunjukkan peningkatan masing-masing 13,55 persen dan 11,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Pertumbuhan Ekspor Non-Migas dan Sektor Penopang

Total ekspor Indonesia dari Januari hingga November 2025 mencapai US$256,56 miliar, menunjukkan peningkatan sebesar 5,61 persen secara tahunan. Ekspor non-migas berkontribusi signifikan dengan total US$244,75 miliar, naik 7,07 persen.

Dari sepuluh komoditas non-migas dengan nilai ekspor terbesar, sebagian besar mencatat kenaikan. Namun, bahan bakar mineral menjadi pengecualian dengan penurunan sebesar US$7,26 miliar atau 20,12 persen.

Sebaliknya, lemak dan minyak hewani/nabati mencatat kenaikan terbesar, melonjak US$6,36 miliar atau 26,24 persen. Sektor manufaktur non-migas juga tumbuh 14 persen selama periode ini, didorong oleh peningkatan ekspor minyak kelapa sawit yang signifikan.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami peningkatan 24,63 persen, terutama ditopang oleh ekspor kopi yang lebih kuat. Sementara itu, ekspor dari sektor pertambangan dan lainnya justru turun 24,24 persen akibat penurunan pengiriman batu bara.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi