Makin Banyak Perempuan Pelaku UMKM di Negara-Negara Berpendapatan Menengah, Apa Artinya?
Masih ada tantangan besar terkait kesetaraan gender di pasar kerja.
Wanita yang beriraswasta semakin menarik perhatian sebagai indikator penting dalam pembangunan ekonomi global. Sebuah studi yang dilakukan oleh Asosiasi Penelitian Kewirausahaan Global di 51 negara dan wilayah mengungkapkan bahwa wanita yang berwiraswasta semakin populer di negara-negara berpendapatan menengah, serta negara-negara maju di beberapa kawasan, meskipun masih ada tantangan besar terkait kesetaraan gender di pasar kerja.
Penelitian tersebut menyoroti sejumlah negara berpendapatan menengah, seperti Ekuador, Guatemala, Yordania, dan Thailand, yang menunjukkan tingkat kewirausahaan perempuan yang cukup tinggi. Misalnya, di Ekuador, sekitar 32 persen perempuan dewasa terlibat dalam kegiatan kewirausahaan, sementara di Yordania, angka ini mencapai hampir 20 persen. Ini menunjukkan bahwa wirausahawan wanita di negara-negara berpenghasilan menengah seringkali lebih aktif, meskipun banyak di antaranya terlibat dalam kewirausahaan yang didorong oleh kebutuhan, yang mungkin disebabkan oleh terbatasnya lapangan pekerjaan formal.
Tantangan di Negara Maju: Perbedaan Kewirausahaan Berdasarkan Gender
Sementara itu, di negara-negara maju, seperti Kanada, Amerika Serikat, dan Chile, tingkat kewirausahaan perempuan lebih tinggi dibandingkan dengan beberapa negara Eropa dan Asia Timur.
Namun, meskipun beberapa negara di Amerika tercatat lebih baik, negara-negara Eropa dan Asia Timur seperti Polandia, Rumania, dan Hongaria masih mengalami angka kewirausahaan perempuan yang sangat rendah.
Misalnya, Polandia mencatatkan tingkat kewirausahaan perempuan hanya 2,3 persen, bahkan lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah seperti Mesir (2,6 persen) dan Cina (4,9 persen). Hal ini menunjukkan adanya ketimpangan yang signifikan dalam partisipasi perempuan di sektor kewirausahaan di beberapa bagian dunia, terutama di Eropa dan Asia.
Penyebab Ketimpangan: Kewirausahaan yang Didorong oleh Inovasi vs. Kebutuhan
Studi ini juga mencatat perbedaan besar dalam jenis kewirausahaan yang berkembang di berbagai ekonomi. Di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, kewirausahaan cenderung didorong oleh kebutuhan.
Di sisi lain, negara maju memiliki lebih banyak kewirausahaan yang berfokus pada inovasi dan teknologi, yang hidup berdampingan dengan pasar kerja formal yang berkembang pesat. Namun, meskipun ada perbedaan ini, kesenjangan antara perempuan dan laki-laki dalam kewirausahaan tetap terlihat signifikan di negara-negara maju.
Sebagai contoh, meskipun India mencatatkan tingkat kewirausahaan perempuan sekitar 10,3 persen, angkanya masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada peluang lebih banyak di negara-negara maju, perempuan masih seringkali terhalang oleh hambatan struktural dan sosial yang membatasi akses mereka ke sektor kewirausahaan.
Kesenjangan Gender: Wirausahawan Wanita di Negara dengan Budaya Perusahaan Tradisional
Kesenjangan antara pengusaha pria dan wanita cenderung lebih besar di negara maju, di mana peran tradisional dan pembagian kerja gender masih dominan.
Negara-negara dengan budaya perusahaan yang sangat tradisional, seperti Korea Selatan, misalnya, telah melihat lonjakan jumlah wirausahawan wanita sebagai respons terhadap peluang karir yang terbatas bagi wanita di sektor formal. Faktor ini juga berlaku di negara-negara Muslim tradisional, termasuk negara-negara di Teluk Arab, yang mencatatkan jumlah pengusaha wanita yang lebih banyak.
Kenaikan angka kewirausahaan wanita di Korea Selatan menunjukkan bagaimana ketidaksetaraan di pasar kerja dapat memotivasi perempuan untuk mengambil langkah lebih berani dalam membangun usaha mereka sendiri, mencari kebebasan ekonomi, dan mengejar karir yang lebih setara.
Menatap Masa Depan: Mendorong Kewirausahaan Perempuan
Meskipun masih ada kesenjangan yang besar antara pria dan wanita dalam kewirausahaan, berbagai negara di seluruh dunia menunjukkan bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi wirausahawan yang sukses.
Untuk itu, penting bagi pemerintah dan sektor swasta untuk mendukung lebih banyak kebijakan dan program yang dapat memfasilitasi perempuan dalam memasuki dunia kewirausahaan.
Ini termasuk menciptakan peluang yang lebih setara, memberikan pelatihan kewirausahaan, serta menciptakan jaringan pendukung yang kuat untuk perempuan yang berkeinginan untuk memulai bisnis mereka sendiri.
Perubahan ini tidak hanya penting untuk menciptakan kesetaraan gender dalam ekonomi global, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa depan.
Dengan peran kewirausahaan yang semakin penting, semakin banyak perempuan yang akan memiliki kesempatan untuk mengejar impian mereka dan membawa dampak positif bagi ekonomi lokal dan global.