Komisi VII DPR Dorong Optimalisasi Bendungan di Lampung untuk Industri Pakan Ternak
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim menekankan pentingnya optimalisasi bendungan di Lampung guna mendukung produktivitas industri pakan ternak, memastikan ketersediaan bahan baku, dan stabilitas harga pangan.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim baru-baru ini menyoroti pentingnya optimalisasi bendungan di Provinsi Lampung. Pernyataan ini disampaikan di Lampung Selatan pada Jumat, 30 Januari 2026, dalam rangka mendukung keberlanjutan industri pakan ternak nasional. Langkah ini dianggap krusial untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah tantangan produksi.
Chusnunia Chalim menegaskan bahwa operasional infrastruktur sumber daya air, khususnya bendungan, harus dimaksimalkan. Hal ini bertujuan untuk memastikan pasokan bahan baku pertanian yang memadai bagi industri pakan ternak. Ketersediaan air yang optimal akan berdampak langsung pada jadwal tanam dan hasil panen komoditas utama.
Menurutnya, produktivitas industri pakan ternak sangat bergantung pada ketersediaan air dan jadwal tanam komoditas pertanian. Oleh karena itu, bendungan yang telah dibangun di Lampung harus berfungsi secara maksimal. Pemanfaatan bendungan secara optimal akan menjamin kelangsungan produksi bahan baku.
Peran Vital Optimalisasi Bendungan dalam Produktivitas Pakan Ternak
Chusnunia Chalim menjelaskan bahwa menjaga harga pangan tetap stabil memerlukan industri yang produktif. Salah satu faktor penentu adalah ketersediaan air untuk komoditas bahan baku industri pakan ternak. Jadwal tanam yang teratur dan pasokan air yang cukup menjadi kunci utama dalam rantai produksi ini.
Ketersediaan air yang memadai dari bendungan memungkinkan petani untuk tidak hanya bergantung pada curah hujan. Hal ini akan memperpanjang masa tanam dan memungkinkan panen lebih dari satu kali dalam setahun. Dengan demikian, pasokan bahan baku untuk industri pakan ternak dapat terjaga sepanjang waktu.
Optimalisasi operasional bendungan akan secara langsung meningkatkan produktivitas pertanian. Peningkatan ini sangat penting mengingat kebutuhan bahan baku seperti jagung untuk industri pakan ternak. Tanpa air yang cukup, bendungan yang sudah dibangun akan menjadi tidak efektif.
Tantangan dan Potensi Bendungan di Lampung
Provinsi Lampung memiliki beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN) di sektor infrastruktur sumber daya air, termasuk bendungan. Namun, Chusnunia Chalim mengamati bahwa banyak dari bendungan ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Potensi besar ini perlu dioptimalkan untuk mendukung sektor pertanian dan industri.
Operasional bendungan yang tidak optimal akan berdampak negatif pada industri secara keseluruhan. Ketika aliran air dari bendungan tidak maksimal, kebutuhan air di lahan pertanian menjadi terganggu. Ini menghambat peningkatan masa tanam dan frekuensi panen yang sangat dibutuhkan.
Oleh karena itu, peningkatan pembangunan irigasi di Provinsi Lampung menjadi sangat penting. Infrastruktur irigasi yang baik akan memastikan distribusi air dari bendungan mencapai lahan pertanian secara efektif. Hal ini krusial untuk melimpahnya bahan baku industri pakan, seperti komoditas jagung.
Kolaborasi dan Ketahanan Pangan Nasional
Untuk memastikan industri berjalan lancar dan produktivitas pertanian meningkat, diperlukan kerja sama erat dari berbagai pihak. Sinergi antara pemerintah daerah, petani, dan pelaku industri sangat esensial. Kolaborasi ini akan menciptakan ekosistem yang mendukung ketahanan pangan.
Lampung sendiri dikenal sebagai salah satu daerah penghasil jagung terbesar di Indonesia, menempati posisi ketiga secara nasional. Stok jagung yang melimpah di Lampung cukup untuk melayani dan menyangga kebutuhan industri pakan ternak di beberapa provinsi. Ini menunjukkan potensi besar Lampung dalam mendukung ketahanan pangan.
Dengan optimalisasi bendungan dan sistem irigasi, Lampung dapat semakin memperkuat perannya sebagai lumbung pangan. Peningkatan produksi jagung akan secara langsung berkontribusi pada ketersediaan bahan baku pakan ternak. Pada akhirnya, upaya ini akan membantu menjaga stabilitas harga produk hewani di pasar.
Sumber: AntaraNews