Komisaris BUMN Waskita Karya Dirombak, Ajudan Prabowo dan Kader Gerindra Masuk
Sejumlah nama dari kader Partai Gerindra dan ajudan Presiden Prabowo Subianto diangkat menjadi komisaris baru WSKT.
PT Waskita Karya (Persero) Tbk baru saja melakukan perubahan pada jajaran dewan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dalam perubahan ini, sejumlah nama dari kader Partai Gerindra dan ajudan Presiden Prabowo Subianto diangkat menjadi komisaris baru WSKT.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, menyatakan bahwa pemilihan komisaris baru bertujuan untuk meningkatkan pengawasan perusahaan.
"Dalam RUPSLB ini, pemegang saham menyetujui perubahan susunan jajaran pengurus Perseroan. Susunan Dewan Komisaris baru ditetapkan guna meningkatkan struktur pengawasan untuk meningkatkan kinerja Perseroan," ujar Ermy dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (21/8).
Pada kesempatan ini, pemegang saham juga memberhentikan beberapa anggota Dewan Komisaris, termasuk Dedi Syarif Usman, T. Iskandar, Muhamad Salim, Addin Jauharuddin, dan Muradi.
Sebagai penggantinya, terdapat lima nama baru yang diangkat, yaitu Ade Abdul Rochim, Hasby Muhammad Zamri, Aqila Rahmani, Muhammad Harrirar Syafar, dan Muhammad Abdullah Syukri.
Ade Abdul Rochim, yang kini menjabat sebagai Komisaris WSKT, sebelumnya adalah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra untuk periode 2020-2024. Dia juga pernah mencalonkan diri sebagai Calon Wakil Bupati Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, meskipun usahanya tidak berhasil.
Pernah Jadi Pengawal Pribadi Presiden Prabowo
Muhammad Harrirar Syafar diketahui pernah menjabat sebagai pengawal pribadi Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa waktu. Di sisi lain, Aqila Rahmani merupakan salah satu kader dari Partai Gerindra.
Hasby Muhammad Zamri, yang juga tercatat sebagai Staf Khusus Menteri UMKM, berkontribusi dalam pemerintahan. Selain itu, Muhammad Abdullah Syukri adalah mantan Ketua Umum PB Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk periode 2021-2023.
Sebagai tambahan informasi, Harrirar Syafar, Aqila Rahmani, dan Hasby Muhammad Zamri sebelumnya menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris di PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), yang merupakan anak perusahaan dari WSKT.
Pangkas Jabatan Direksi
Di sisi lain, jajaran Dewan Direksi masih dipimpin oleh Muhammad Hanugroho yang menjabat sebagai Direktur Utama. Hanya terdapat pemangkasan jabatan untuk Direktur Risk Management, Legal, dan QHSE yang sebelumnya dijabat oleh Anton Rijanto.
"Kami mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi bapak Anton Rijanto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Risk Management, Legal, dan QSHE Waskita Karya. Beliau banyak berkontribusi dalam menjaga kinerja Perseroan, komitmennya pun telah membawa berbagai kemajuan dalam memperkuat tata kelola, manajemen risiko, pengelolaan hukum korporasi, dan Quality, Safety, Health, and Environment bagi Perseroan," ungkap Ermy.
Susunan Komisaris dan Direksi Waskita Karya
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama/Independen: Heru Winarko
- Komisaris: Ade Abdul Rochim
- Komisaris: Hasby Muhammad Zamri
- Komisaris Independen: Aqila Rahmani
- Komisaris Independen: Muhammad Harrirar Syafar
- Komisaris Independen: Muhammad Abdullah Syukri
Dewan Direksi
- Direktur Utama: Muhammad Hanugroho
- Direktur Keuangan: Wiwi Suprihatno
- Direktur Strategi Bisnis, Portofolio & Sumber Daya Manusia: Rudi Purnomo
- Direktur Operasi I: Ari Asmoko
- Direktur Operasi II: Dhetik Ariyanto
Dalam struktur organisasi, Dewan Komisaris memiliki peran penting dalam mengawasi dan memberikan arahan kepada Dewan Direksi.
"Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk memastikan bahwa perusahaan berjalan sesuai dengan peraturan dan kebijakan yang telah ditetapkan."
Sementara itu, Dewan Direksi bertugas untuk menjalankan operasional sehari-hari perusahaan. Mereka juga bertanggung jawab untuk mencapai tujuan strategis yang telah ditetapkan oleh Dewan Komisaris.
Setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi membawa keahlian serta pengalaman yang beragam, yang sangat penting bagi kemajuan perusahaan. "Komposisi yang beragam ini memungkinkan perusahaan untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dengan lebih baik." Dengan adanya struktur yang jelas, diharapkan perusahaan dapat berkembang dan mencapai visi serta misinya secara efektif.