KKP Ajak Pengusaha Terapkan Stelina, Perluas Akses Pasar Global Produk Perikanan
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong pengusaha perikanan mengadopsi Stelina untuk menembus pasar internasional. Sistem ini menjamin ketertelusuran produk, memenuhi standar keberlanjutan global dan menepis isu negatif.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara aktif mengajak para pengusaha perikanan di Indonesia untuk mengimplementasikan Sistem Ketertelusuran dan Logistik Ikan Nasional atau "Stelina". Inisiatif ini bertujuan agar produk perikanan Indonesia dapat lebih mudah bersaing serta diterima di pasar global. Langkah strategis ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing komoditas perikanan nasional di kancah internasional.
Ajakan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, dalam sebuah keterangan pers di Jakarta pada Jumat (10/4). Menurut Didit, kriteria produk unggulan di pasar internasional telah mengalami pergeseran signifikan. Konsumen global kini tidak hanya mencari kualitas fisik, tetapi juga bukti legalitas dan keberlanjutan produk.
Stelina hadir sebagai solusi untuk menjawab tantangan tersebut dengan menyediakan instrumen pencatat setiap tahapan perjalanan ikan secara transparan. KKP sebelumnya juga telah menyelenggarakan lokakarya untuk menyelaraskan pemahaman teknis antara pemerintah dan pelaku usaha mengenai pentingnya sistem ketertelusuran.
Mengapa Ketertelusuran Penting di Pasar Global?
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menegaskan bahwa produk perikanan yang diminati saat ini bukan sekadar berkualitas tinggi. Produk tersebut juga harus berasal dari rantai pasok yang legal, transparan, dan dapat ditelusuri. Selain itu, prinsip keberlanjutan serta tanggung jawab sosial menjadi faktor penentu utama bagi konsumen internasional.
Peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan konsumen global telah menciptakan tuntutan baru terhadap informasi detail. Konsumen ingin mengetahui asal-usul produk, metode penangkapan ikan, hingga dampak budidaya terhadap ekosistem. Ketertelusuran produk menjadi kunci untuk memenuhi ekspektasi pasar yang semakin ketat ini.
Stelina berfungsi sebagai alat vital yang merekam setiap tahapan perjalanan ikan, mulai dari penangkapan hingga sampai ke tangan konsumen. Transparansi data ini sangat krusial untuk membangun kepercayaan pembeli internasional. Dengan demikian, produk perikanan Indonesia dapat memenuhi standar global yang berlaku.
Mekanisme dan Manfaat Stelina untuk Daya Saing
Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Machmud, menjelaskan bahwa Stelina beroperasi dengan basis interoperabilitas antarsistem. Hasil akhirnya adalah teknologi QR Code yang mampu merangkum data dari hulu hingga hilir. Teknologi ini memberikan gambaran menyeluruh kepada konsumen mengenai produk yang dibeli.
Sistem ini tidak hanya memberikan transparansi, tetapi juga efektif menepis isu negatif seperti praktik illegal fishing atau metode penangkapan yang merusak lingkungan. Dengan data yang jelas, produk perikanan Indonesia dapat membuktikan legalitas dan keberlanjutannya. Ini penting untuk menjaga reputasi di mata dunia.
Didit menambahkan bahwa sistem pelacakan ini juga akan diterapkan pada program Kampung Nelayan Merah Putih. Tujuannya adalah agar hasil tangkapan nelayan di desa-desa tidak hanya laku di pasar lokal. Namun juga memiliki profil ketertelusuran yang jelas, sehingga mampu menembus pasar ekspor.
Penerapan Stelina diharapkan dapat memperkuat posisi produk perikanan Indonesia di pasar global. Dengan adanya jaminan ketertelusuran, kepercayaan pembeli internasional akan meningkat. Ini membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha perikanan nasional.
Sumber: AntaraNews