Irigasi Padi Hemat Air Hemat 30%, Prabowo Tambah Dukungan Lewat 1.000 Burung Hantu
Penggunaan burung hantu sebagai predator tikus terbukti menekan populasi hama secara signifikan.
Presiden Prabowo Subianto memberikan bantuan 1.000 ekor burung hantu untuk mendukung keberhasilan penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) di Majalengka, Jawa Barat. Bantuan ini bertujuan untuk membantu pengendalian hama tikus yang menjadi salah satu tantangan utama dalam penerapan teknologi irigasi tersebut.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan apresiasi atas dukungan Presiden yang dinilai tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan produksi pertanian, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem pertanian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden atas dukungan nyata dalam menjaga ekosistem sekaligus mendukung peningkatan produksi pertanian nasional melalui pemberian burung hantu ini,” ujar Dody dilansir dari Antara, Minggu (20/4).
IPHA merupakan inovasi teknologi irigasi berselang (intermittent irrigation) yang mengatur pengairan sawah secara tidak terus-menerus. Teknologi ini mampu menghemat penggunaan air hingga 30 persen dan meningkatkan produktivitas padi hingga 169 persen dibanding metode konvensional.
Namun, sistem ini juga memunculkan tantangan baru berupa meningkatnya risiko serangan hama tikus. Kondisi sawah yang lebih dangkal dalam sistem IPHA membuat tikus lebih mudah mencapai tanaman padi, sehingga diperlukan upaya pengendalian hama yang efektif dan berkelanjutan.
Dody menilai, burung hantu merupakan solusi alami yang efektif untuk mengatasi masalah tersebut.
“Penggunaan burung hantu sebagai predator tikus terbukti menekan populasi hama secara signifikan. Ini juga lebih aman dan ramah lingkungan dibandingkan penggunaan pestisida kimia,” jelasnya.
Sebelumnya, metode ini telah diujicobakan oleh para petani di Indramayu dan Cirebon dengan memasang rumah burung hantu di area persawahan. Keberhasilannya mendorong petani di Majalengka untuk mengadopsi pendekatan serupa.
Sebagai bagian dari penguatan implementasi IPHA, Kementerian PU akan menggelar panen demplot dan pameran hasil panen teknologi IPHA di Daerah Irigasi (DI) Rentang pada Selasa, 22 April 2025. Kegiatan ini bertujuan menunjukkan efektivitas teknologi IPHA dalam mendukung peningkatan produksi padi nasional.
Panen akan dilakukan pada tiga dari total 208 demplot IPHA yang telah dikembangkan. Hingga saat ini, sebanyak 18 demplot telah dipanen dengan hasil yang disebut jauh melampaui produktivitas rata-rata dari metode konvensional.